Bacaan: Matius 14 : 13 – 21 | Pujian: KJ. 39
Nats: “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.” (Ayat 14)
Artis Lula Lahfah dikabarkan meninggal dunia pada hari Jumat, 23 Januari 2026. Kepergiannya membuat keluarga, sahabat, dan pasangannya merasa kehilangan dan berduka. Hal ini terlihat dari unggahan Reza Arap yang menuliskan sebuah tulisan “take me instead”. Kehilangan dan duka yang dirasakan oleh keluarga dan rekan dari artis Lula Lahfah ini membuat kita kemudian melihat bahwa ditinggalkan seseorang untuk selamanya, terkadang membuat kita kehilangan arah dalam menjalani kehidupan. Dan jika pertanyaan “siapa di antara kita yang siap ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi?” Tentu kita akan menjawab bahwa kita tidak akan siap untuk ditinggalkan.
Perasaan duka juga dialami oleh Yesus ketika Ia harus menghadapi sebuah kenyataan pahit dimana Yohanes Pembaptis harus mati dibunuh oleh Herodes (Mat. 14:1-11). Namun di saat Yesus masih berduka, Ia tidak menarik diri dari orang-orang yang membutuhkan belas kasih-Nya. Hal ini bisa terlihat dari bacaan kita pada saat ini, di saat Yesus melihat sejumlah besar orang yang menunggu kehadiran-Nya, Ia mengesampingkan rasa duka-Nya dan kemudian melayani dan menyembuhkan mereka yang menantikan-Nya (Ay. 14). Kisah berlanjut dengan mukjizat, Yesus memberi makan 5.000 orang dengan lima roti dan dua ikan (Ay. 16-20). Ini menunjukkan bahwa Yesus berbelas kasih dan peduli kepada orang banyak waktu itu. Ia mau memperhatikan kebutuhan pokok mereka, yaitu makanan.
Seringkali saat kita merasa tidak baik-baik saja, kita menuntut orang lain untuk mengerti akan keberadaan diri kita, namun kemudian kita lupa akan kebutuhan orang lain yang mungkin membutuhkan pertolongan kita. Hari ini kita belajar dari kisah duka yang dialami oleh Yesus, walaupun Ia berduka tetapi Ia tidak menuntut orang banyak mengerti akan keberadaan diri-Nya. Melalui belas kasih-Nya, Yesus tetap melayani, menyembuhkan, dan memberi makan orang banyak yang membutuhkan uluran tangan kasih-Nya. Oleh karena itu, milikilah belas kasih dalam hati agar kita tidak selalu menuntut dunia mengerti kita, tetapi biarlah belas kasih kita membawa kita untuk terus peduli kepada orang lain walaupun diri kita sedang tidak baik-baik saja. Amin. [nda].
“Belas kasih bukan hanya perasaan, melainkan tindakan nyata untuk peduli kepada sesama.”