Kekuatanku Hanya Dari Tuhan Pancaran Air Hidup 30 Juli 2026

30 July 2026

Bacaan: Filipi 4 : 10 – 15  |  Pujian: PKJ. 265
Nats: “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam setiap keadaan dan dalam segala hal tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku.” (Ayat 12a)

Sangat sulit mengukur: sejauhmana kita bersyukur kepada Tuhan? Saat kelimpahanan datang, kita dapat berkata, “Saya bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan!” Tetapi ketika kekurangan dan penderitaan datang maka yang terucap, “Saya lelah, ya Tuhan!”. Mungkin hanya sebagian orang percaya yang dapat bersyukur dalam keterbatasannya, tetapi bagaimana dengan kita saat ini? Apakah kita masih terus mengucap syukur dalam segala hal?

Di bagian terakhir suratnya kepada Jemaat di Filipi, Rasul Paulus menuliskan ucapan terima kasih kepada Jemaat di Filipi yang telah memberikan dukungan dalam pelayanannya, baik itu secara materi, semangat, maupun doa. Paulus bersukacita karena perhatian Jemaat Filipi menjadi kesaksian iman atas pemeliharaan Tuhan padanya. Dalam kondisi yang sulit, dalam penjara, Rasul Paulus berbicara tentang pengalamannya di berbagai situasi yang telah ia alami. Sikap sederhananya yang merasa cukup, tenang dan yakin, menunjukkan sikap iman yang senantiasa mengandalkan Tuhan, bukan karena materi yang ia terima. Kuncinya Paulus memiliki kejujuran akan keberadaannya (Ay. 12), ia mau belajar untuk mencukupkan diri (Ay. 11), penuh keyakinan pada kekuatan Tuhan (Ay. 13), dan mau setia pada setiap proses yang ia alami. Sehingga dari kisah Paulus ini terdapat penekanan bahwa iman yang kuat tidak hanya dibangun dalam keadaan baik-baik saja, tetapi juga dalam keadaan sulit.

Kisah perjalanan Rasul Paulus memberikan pelajaran bagi kita bahwa kekurangan dan kesulitan hidup harusnya tidak mengubah fondasi iman dan pengharapan kita kepada Sang Kristus. Dengan iman dan pengharapan, Rasul Paulus dapat hidup sukacita meskipun dalam penderitaan. Belajar dari Rasul Paulus, sikap optimis untuk mau tetap hidup perlu kita dasarkan pada keyakinan bahwa kekuatan dari Tuhan akan memampukan kita menanggung segala perkara di dunia (Ay. 13). Terlebih dalam konteks kita saat ini, kita harus terus berjuang untuk bangkit dari segala penderitaan, baik itu karena krisis bencana alam, krisis sosial, bahkan krisis spiritual. Maka mari kita muarakan kehidupan kita pada Tuhan Allah, karena pastilah Ia akan memberikan kekuatan pada kita, sehingga kita dapat melihat karya-Nya yang nyata pada kita dan keluarga kita. Amin. [YN].

“Ketika kita berjuang, Tuhan pasti bekerja dan memberi kekuatan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak