Bacaan: Ibrani 2 : 1 – 9 | Pujian: KJ. 453
Nats: “Karena itu kita harus lebih teliti memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.” (Ayat 1)
Pada usia yang semakin bertambah, seseorang memiliki banyak cerita hidup. Ada kisah keberhasilan, kegagalan, sukacita, namun juga ada pergumulan panjang yang dilewati. Dalam perjalanan hidup yang panjang itu, tidak jarang iman pun mengalami pasang surut. Ada kalanya semangat mengikut Tuhan begitu kuat, namun ada juga saat-saat di mana iman terasa lemah dan hampir hanyut oleh keadaan. Pekan Adi Yuswa mengingatkan kita bahwa kesetiaan kepada Tuhan bukan hanya soal awal yang baik, tetapi tentang bertahan sampai akhir dengan penuh iman.
Penulis surat Ibrani mengingatkan jemaat agar lebih teliti memperhatikan apa yang telah mereka dengar, supaya mereka tidak hanyut terbawa arus dunia. Firman ini menegaskan bahwa iman perlu terus dipelihara. Keselamatan yang dikerjakan Allah melalui Yesus Kristus adalah anugerah yang besar. Yesus, yang untuk sementara dibuat lebih rendah dari malaikat, rela menderita dan mati bagi manusia, supaya kita memperoleh hidup. Kasih dan karya-Nya begitu nyata dan tidak tergantikan oleh apa pun.
Bagi para adi yuswa dan kita semua, firman Tuhan hari ini menjadi panggilan kita untuk tetap setia berpegang pada Tuhan. Kesetiaan bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi memilih tetap percaya dan bersandar kepada Tuhan dalam segala keadaan. Satya bhakti t’rusing Gusti mengajak kita untuk tidak melepaskan iman kita pada Kristus. Meskipun tubuh melemah dan usia bertambah, justru dalam keterbatasan itulah, kasih karunia Allah dinyatakan semakin sempurna. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kesetiaan itu dapat kita wujudkan melalui sikap sederhana, seperti: tetap setia berdoa, membaca Firman Tuhan, hadir dalam persekutuan, serta menjadi teladan iman bagi anak, cucu, dan lingkungan sekitar kita. Pengalaman hidup yang panjang dapat menjadi kesaksian yang nyata akan kesetiaan Tuhan yang tidak pernah berubah dalam hidup kita. Kiranya para adi yuswa dan kita semua semakin diteguhkan untuk setia sampai akhir, tidak hanyut oleh arus dunia, dan terus melekat erat kepada Kristus, Sang Sumber Keselamatan kita. Amin. [YNW].
“Kesetiaan kepada Tuhan di masa tua adalah kesaksian iman yang paling indah bagi generasi berikutnya.”