Bu Yuni Masuki Masa Purna Tugas

6 July 2026

Mengawali minggu kerja pada hari Senin, 6 Juli 2026, Kantor Majelis Agung (MA) Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) menggelar Ibadah Rutin Buka Pekan yang dipadukan dengan momen istimewa, yakni Prosesi Purna Tugas bagi salah satu karyawan, Ibu Estining Yuni Astuti. Ibadah yang dilangsungkan di Kapel IPTh. Balewiyata, Kantor MA GKJW Malang ini, dilayani secara langsung oleh Ketua Majelis Agung, Pdt. Natael Hermawan Prianto, S.Si., MBA.

Dalam khotbahnya yang didasarkan pada Kitab Yeremia 27:1-11, 16-22, Pdt. Natael mengangkat tema mengenai ketaatan umat pada rancangan Tuhan. Ia menguraikan bagaimana firman tersebut berisi harapan Allah kepada bangsa Israel agar mereka mau tunduk dan menurut pada rencana serta kehendak-Nya, meskipun pada saat itu kehendak Allah terasa sangat tidak mengenakkan dan berlawanan dengan ekspektasi mereka. Melalui teks ini, jemaat diajak untuk melihat bahwa ketaatan sering kali diuji justru di tengah situasi yang tidak nyaman.

Lebih lanjut, Pdt. Natael merefleksikan firman tersebut ke dalam realitas kehidupan manusia pada masa kini. Dalam menjalani kehidupan, setiap orang tentu memiliki harapan dan doa agar dijauhkan dari hal-hal buruk atau situasi yang tidak diinginkan. Namun pada kenyataannya, Tuhan justru sering kali membawa umat-Nya masuk dan harus melewati hal-hal yang tidak diinginkan tersebut. Di balik proses yang tidak mudah itu, tersimpan maksud Tuhan untuk mendewasakan iman dan membentuk karakter umat-Nya.

Pesan firman ini sekaligus menjadi peneguhan yang mendalam, baik bagi seluruh karyawan yang akan memulai pekerjaan sepekan ke depan, maupun secara khusus bagi Ibu Estining Yuni Astuti yang memasuki masa purna tugas. Firman ini mengingatkan bahwa dalam setiap fase kehidupan—baik saat memulai pelayanan, menghadapi dinamika pekerjaan, hingga memasuki masa pensiun—penyerahan diri secara total kepada rencana Tuhan adalah kunci. Penyerahan itulah yang memampukan seseorang untuk terus bersyukur dan melihat campur tangan Tuhan dalam setiap langkah kehidupannya.

Rekam jejak pelayanan Ibu Estining Yuni Astuti. Perempuan kelahiran Probolinggo, 29 Juni 1966 ini merupakan lulusan Pendidikan Guru Agama Kristen (PGAK) Swaru-Malang. Sebelum berlabuh di Kantor MA GKJW, ia pernah mengabdi sebagai guru sukuan di Kraksaan, serta menjadi tenaga Tata Usaha dan Koster di GKJW Jemaat Kraksaan. Ia secara resmi memulai pengabdiannya sebagai karyawan Kantor Majelis Agung GKJW pada tanggal 1 Agustus 1996.

Selama hampir tiga dekade berkarya di Kantor Majelis Agung, Bu Yuni—sapaan akrabnya—telah mengalami berbagai dinamika dan rotasi penugasan. Dedikasinya terekam melalui pelayanannya di berbagai unit, mulai dari bagian kolportase (toko buku rohani), sekretariat, kerumahtanggaan (RTG), penerbitan, hingga tugas terakhirnya di bagian dapur dan pengkaryaan IPTh. Balewiyata.

Ada satu kisah menarik yang selalu ia kenang. Pada awal melamar bekerja di Kantor MA, Pdt. Drijandi Sigilipoe (Sekretaris Umum kala itu) sempat mempertanyakan keseriusannya, mengingat gaji awal yang akan ia terima jauh lebih kecil dibandingkan tempat kerja sebelumnya. Namun, Bu Yuni merasa sangat diberkati dan menjalani hari-harinya di Kantor MA dengan penuh rasa syukur. Berkat pengelolaan keuangan yang baik dan rasa syukur yang teguh, berapapun gaji yang ia terima selalu cukup, bahkan memungkinkannya untuk mencicil rumah sebagai kediaman masa depan di usia senjanya.

Ketika ditanya mengenai suka dan duka selama bekerja, Bu Yuni memberikan pandangan yang bijak. Ia menyadari bahwa di tempat kerja mana pun, suka dan duka pasti selalu berdampingan. Namun, ia secara sadar memilih untuk mengabaikan hal-hal yang membawa kedukaan, dan memusatkan hati pada sukacita yang ia rasakan selama bekerja sama dengan rekan-rekan di Kantor Majelis Agung.

Memasuki masa purna tugas bukan berarti berhenti berkarya bagi Ibu Yuni. Ia telah memiliki angan-angan untuk melanjutkan kecintaannya pada dunia kuliner. Ia berencana membuka usaha warung makan kecil-kecilan di masa pensiunnya agar dapat terus produktif dan menyalurkan hobi memasaknya.

Momen puncak dari seluruh rangkaian acara ini ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Purna Tugas Ibu Estining Yuni Astuti yang dibacakan oleh Wakil Sekretaris Umum MA GKJW, Pdt. Kristanto, S.Si. Acara pelepasan yang sarat makna ini kemudian ditutup dengan doa bersama dan berkat yang dipimpin oleh Pdt. Natael, mengiringi langkah Ibu Yuni memasuki masa purna tugas dengan limpahan berkat Tuhan. Selamat memasuki masa purna tugas, Bu Yuni!

Renungan Harian

Renungan Harian Anak