Pokja Tanggul Bencana Majelis Agung (MA) Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) kembali menegaskan panggilannya sebagai utusan strategis Gereja dalam pelayanan kemanusiaan melalui partisipasinya dalam kegiatan Mentoring Peer Humanitarian Partner (PHP) yang diselenggarakan oleh Yayasan SHEEP Indonesia (YSI) pada tanggal 29-30 Juni 2026 di Yogyakarta dengan menguts Pdt. Krisna Yoga Pradigdya, S.Si. (GKJW Jemaat Segaran – MD Mojokerto SB).
Kegiatan bertema “Inovasi untuk Mendukung Kerja-Kerja Kemanusiaan” ini memperjumpakan GKJW dengan CAPPA, Mitra Wacana, YAPHI, dan Jaga Balai dalam ruang belajar kolaboratif untuk memperkuat respons kemanusiaan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Di tengah meningkatnya krisis ekologis, bencana, dan kerentanan sosial, forum ini menjadi momentum bagi GKJW untuk merefleksikan kembali relevansi dan bentuk kehadirannya di tengah dunia.
Sebagai representasi pelayanan kebencanaan dan kemanusiaan GKJW, Pokja Tanggul Bencana MA memperoleh pendampingan mengenai inovasi dalam aksi kemanusiaan melalui pendekatan Human Centered Design (HCD), pengembangan gagasan, refleksi etis, hingga penyusunan prototipe solusi. Proses ini menegaskan bahwa inovasi kemanusiaan tidak semata bertumpu pada teknologi, melainkan pada kemampuan mendengarkan, belajar dari pengalaman komunitas, serta mengembangkan respons yang relevan, kontekstual dan transformatif.
Partisipasi Pokja Tanggul Bencana MA GKJW dalam jejaring Peer Humanitarian Partner memperkuat kesadaran bahwa pelayanan kemanusiaan bukanlah pelayanan tambahan gereja, melainkan bagian integral dari identitas gereja itu sendiri. Sebagai rekan sekerja Allah, GKJW dipanggil untuk terus membangun diakonia yang transformatif, kesaksian yang profetis, dan solidaritas yang nyata, sehingga kehadiran gereja sungguh menjadi tanda pengharapan, keadilan, dan pemulihan Allah di tengah krisis kemanusiaan dan ekologis yang terus berlangsung.
Berita : Pdt. Krisna Yoga Pradigdya
Foto : Yayasan SHEEP Indonesia