Judul: Tuhan Selalu Menjagaku
Tahun Gerejawi: Minggu Biasa
Tema: Tuhan Menjagaku Melalui Orangtuaku
Bacaan Alkitab: Kejadian 21:8-21
Ayat Hafalan: Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku,.. Mazmur 3:4a
Lagu Tema: Kidung Siwi No. 159 “Ku Tak Takut”
Alat Peraga dan Aktivitas: Dapat diunduh di sini.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Tokoh utama dalam kisah ini adalah Hagar dan Ismael. Hagar adalah hamba perempuan Sara yang berasal dari Mesir. Saat itu, Sara mengijinkan suaminya Abraham untuk mengambil Hagar sebagai istrinya juga. Lalu Hagar mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan diberi nama Ismael sesuai dengan perintah Tuhan.
Saat Hagar melahirkan Ismael, umur Abraham adalah 86 tahun (Kejadian 16:16). Sementara itu, saat Ishak lahir umur Abraham adalah 100 tahun (Kejadian 21:5). Jadi selisih usia Ismael dan Ishak adalah 14 tahun. Pasca kelahiran Ishak, nasib Hagar dan Ismael menjadi terancam. Kehadiran Ishak ditengah keluarga Abraham dan Sara membuat Abraham harus mengusir Hagar dan Ismael. Kisah pengusiran Hagar dan Ismael ini terjadi saat Ishak sedang disapih. Sesuai dengan tradisi pada saat itu bahwa seorang anak disapih saat dia sudah berusia 2-3 tahun maka bisa dipastikan bahwa usia Ismael ada pada kisaran 16-17 tahun atau usia remaja.
Tindakan pengusiran ini dilakukan oleh Abraham atas permintaan Sara (ayat 10) dan Abraham melakukan sesuai dengan perkataan istrinya. Selain itu, tindakan ini juga dikuatkan oleh Tuhan melalui firman-Nya. Tuhan Allah bersabda bahwa memang haruslah demikian adanya bahwa nanti yang akan menjadi penerus keturunannya adalah yang berasal dari Ishak. Sekalipun Tuhan Allah juga bersabda bahwa keturunan Ismael juga akan dibuat menjadi bangsa yang besar, sebab keduanya adalah sama-sama anak Abraham. Saat Abraham mengusir Hagar dan Ismael, Abraham memberi mereka roti dan sekirbat (sekantong atau wadah) air, sebagai bekal dalam perjalan mereka. Setelah itu Hagar dan Ismael pun pergi meninggalkan Abraham. Ia mengembara di padang gurun Bersyeba (ayat 14).
Bekal air minum yang dibawanya tidak banyak sehingga habis. Ketika air itu habis, Ismael anaknya dibuang ke semak-semak dan ia duduk agak jauh dari Ismael anaknya. Sebab ia tidak ingin melihat anaknya meninggal dibahunya karena kehausan. Ia duduk dan menangis dengan suara yang nyaring (ayat 16). Tuhan Allah mendengar suara Ismael. Tuhan Allah mengasihinya dan memperhatikannya. Tuhan Allah berjanji akan membuat keturunan Ismael menjadi bangsa yang besar. Kemudian Tuhan Allah membuka mata Hagar sehingga ia melihat ada sebuah sumur.
Penyertaan Tuhan Allah kepada Ismael sungguh nyata, melalui Hagar ibunya. Penyertaan itu tidak berhenti di situ. Tuhan Allah terus menyertai Ismael hingga ia terus bertambah besar dan mereka menetap di padang gurun itu dan Ismael menjadi seorang pemanah.
Dalam cerita ini nampak betapa pentingnya seorang Hagar sebagai ibu dari Ismael. Sekalipun sempat menyerah tapi Tuhan Allah tetap memperhatikan kasih Hagar kepada anaknya oleh sebab itu Tuhan menolong Hagar. Hagar adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong dan memberkati Ismael, sebagaimana janji-Nya kepada Abraham. Janji keturunan yang besar dan menjadi bangsa yang besar bukan hanya berlaku bagi Ishak anak kandung Abraham dan Sara melainkan juga berlaku bagi Ismael oleh sebab itu, Tuhan tetap dan terus menunjukkan kasih-Nya juga kepada Ismael melalui pertolongan Hagar ibunya.
Refleksi untuk Pamong
Bagaimana dengan kita? Tidakkah kita juga merasakan kasih Tuhan yang tidak pernah berhenti dalam hidup kita? Kasih Tuhan yang ditunjukkan melalui siapa saja dalam hidup kita. Terutama melalui keluarga kita, melalui orangtua kita kepada kita. Mungkin benar suatu ungkapan yang mengatakan bahwa sedewasa apapun kita, kita adalah anak-anak bagi orangtua kita. Kita tetap dilindungi dan sekali waktu memang kita rasakan kita diperlakukan seperti anak-anak oleh orangtua kita. Mengapa? Karena melalui merekalah Tuhan Allah menunjukkan kasih dan sayang-Nya kepada kita.
Orangtua adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk selalu mengelus kita dengan kasih-Nya yang lembut. Di saat banyak orang di luar rumah tidak mampu menerima kita bahkan menghina kita, maka orangtua adalah satu-satunya rumah untuk selalu kembali pulang. Namun, sayangnya kita juga sering berkonflik, bermasalah dengan orangtua kita, hanya karena perbedaan pandangan dan pendapat. Oleh sebab itu, sebelum menyampaikan pelayanan kepada anak-anak, penting bagi kita para pamong untuk menyelesaikan persoalan kita dengan orangtua kita supaya apa yang kita sampaikan bisa benar-benar diterima dengan baik oleh anak-anak karena mereka sedang belajar dari firman Tuhan dan pengalaman kita, bukan sekedar cerita hoax yang mengada-ada.
Naskah Cerita
Catatan: Naskah cerita ini disiapkan untuk inti penyampaian pada semua jenjang (Balita, Pratama dan Madya).
- Bp. Abraham: Uhuuk-Uhuuk (batuk-batuk menandai Bapa Abraham sudah sangat tua). Hari ini adalah hari yang membuat hatiku bersedih sekali. Aku harus melakukan seperti yang dikatakan oleh istriku Sara. Aku harus mengusir Hagar dan anaknya Ismael, pergi dari keluargaku karena anakku Ishak telah lahir.\
- Narator: Kemudian Bapa Abraham memanggil Ibu Hagar dan Ibu Hagar datang bersama dengan anaknya Ismael yang digendongnya.
- Hagar: (pamong memakai kerudung untuk menutup kepalanya, berjalan dengan gelisah menemui Bapa Abraham) Waaaahhh… ada apa ya? Kenapa Bapa Abraham memanggilku dan Ismael dan anakku? Kenapa ya anak-anak? (pamong membangung interaksi dengan anak-anak)
- Abraham: Hagar… kemarilah… ada sesuatu yang hendak aku sampaikan kepadamu dan juuga anakmu Ismael.
- Hagar: Iya Bapa, mengapakah Bapa memanggilku dan Ismael anakku?
- Abraham: Begini.. melalui istriku Sara, Tuhan Allah telah memberkati kami. Kini kami telah mempunyai seorang anak laki-laki buah kandungan Sara istriku. Dan Ishaklah yang akan menjadi pewarisku dan akan menjadi bangsa yang besar seperti yang telah dijanjikan oleh Tuhan Allah. Maka sekarang, kamu dan anakmu Ismael harus pergi dan tidak lagi bersama-sama dengan kami di sini.
- Narator: Lalu Bapa Abraham mengambil tempat minum berisi air dan roti untuk bekal perjalanan Ibu Hagar dan Ismael anaknya.
- Abraham: Ini ada air dan roti sebagai bekal mu dalam perjalanan.
- Hagar: Baik Bapa, kami terima ini dan kami akan segera pergi melakukan perjalanan kami.
- Narator: Lalu Ibu Hagar dan Ismael anaknya pergi memulai perjalanan mereka.
(Untuk jenjang Pratama dan Madya pamong berperan sebagai Ibu Hagar yang sedang menggandeng Ismael anaknya: bisa mengajak pamong yang lain atau mengajak salah satu anak untuk berperan sebagai Ismael, berjalan mengelilingi ruangan sambil memakan roti dan meminum air dalam botol sedikit demi sedikit sampai air dalam botolnya habis sama sekali)
- Narator: Di tengah perjalanan, Ibu Hagar kehabisan air. Lalu Ibu Hagar membiarkan Ismael di semak-semak sementara Ibu Hagar duduk tidak jauh darinya. Ismael menangis karena kehausan.
- Hagar: Huuuuu… huuuu (menangis dengan suara yang keras) Tidak ada lagi air yang bisa kami minum, aku tidak tahan melihat anak ini akan meninggal karena kehausan.
- Narator: Tuhan Allah mendengar suara tangis Ismael dan Tuhan Allah mengasihinya. Firman Tuhan Allah kepada Hagar demikian; “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah angkatlah anak itu dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Maka nampaklah sebuah sumur tidak jauh dari tempat duduk ibu Hagar. Lalu ibu Hagar mengisi kembali wadah airnya dan memberi Ismael minum. Dari peristiwa itu, Tuhan Allah terus menyertai dan memberkati Ismael. Ismael bertumbuh semkain besar dan menjadi seorang pemanah.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak mengulang nama “Ibu Hagar”, “Anak Ismael”, dan juga kata “Tuhan Menjaga”.
Alat Peraga
Metode penyampaian cerita yang dipakai untuk jenjang balita pada pertemuan minggu ini adalah dengan wayang oleh sebab itu pamong perlu mencetak gambar-gambar di bawah ini dan diberi sebatang bambu untuk menjadikannya seperti wayang.
- Gambar 1: Gambar tokoh Bapa Abraham
- Gambar 2: Gambar tokoh Ibu Sara dengan Ishak
- Gambar 3: Gambar tokoh Ibu Hagar
- Gambar 4: Gambar tokoh Ismael
- Gambar 5: Gambar Bapa Abraham membawa roti dan air
- Gambar 6: Gambar Ibu Hagar menggandeng Ismael dan sedang minum air tapi airnya sudah habis.
- Gambar 7: Gambar Ismael di semak-semak dan menangis
- Gambar 8: Gambar Ibu Hagar duduk dan menangis
- Gambar 9: Gambar Ismael sudah dewasa dan menjadi pemanah
- Gabus atau stereofoam atau pelepah pisang sebagai media untuk menancapkan wayang selama pamong menyampaikan cerita.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak…
Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang… (pamong menunjukkan gambar 9) siapakah dia? Apa ya yang sedang dibawanya? Apakah ini adalah seorang pemanah? Ya benar sekali! Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang tokoh Alkitab bernama Ismael. Kira-kira bagaimana ya ceritanya? Mari kita perhatikan baik-baik ya..
Inti Penyampaian
Catatan: Naskah cerita seperti yang sudah disiapkan dibagian awal. Pamong hanya perlu menyesuaikan penggunaan wayang (gambar 1-9) sesuai dengan teks naskah cerita.
Penerapan
Anak-anak, Tuhan selalu mengasihi kita semua. Ada banyak cara Tuhan mengasihi kita. Dari cerita hari ini, kita belajar bahwa Tuhan mengasihi kita melalui kehadiran orangtua atau orang dewasa yang ada di keluarga kita. Melalui mereka Tuhan terus ingin menjaga kita anak-anak-Nya.
Aktivitas
Lihat Aktivitas Balita 21062026
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan: Anak menyebutkan wujud nyata kasih sayang orang tua dalam merawat dan melindungi anak-nya.
Alat Peraga
Metode penyampaian cerita yang dipakai untuk jenjang Pratama pada pertemuan minggu ini adalah fragmen dan drama singkat. Pamong bisa memainkan fragmen ini seorang diri atau melibatkan rekan pamong lainnya dan juga anak-anak sesuai dengan kebutuhan karakter dalam cerita. Cerita dimulai dari pengusiran Hagar dan Ismael sampai Ismael tumbuh besar dan menjadi seorang pemanah maka dalam persiapannya pamong perlu menyiapkan beberapa benda dan bahan sebagai berikut:
- Selendang
- Tumbler atau botol air minum
- Air putih secukupnya
- Roti dalam kemasan
- Busur dan Anak panah (bisa membeli berupa mainan anak dari bahan plastik atau pamong bisa membuatnya sendiri sesuai dengan bahan-bahan yang ada di jemaat masing-masing)
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak…
Coba lihat apa yang sedang saya bawa! (pamong menunjukkan kepada anak-anak sebuah busur dan anak panahnya) Kira-kira hari ini kita mau mendengar cerita tentang siapa ya? Siapakah tokoh Alkitab yang adalah seorang pemanah? Siapa ya? Coba perhatikan ya cerita hari ini… (pamong meletakkan busur dan anak panah, kemudian memulai fragmen)
Inti Penyampaian
Catatan: Naskah cerita seperti yang sudah di siapkan dibagian awal.
(pamong memakai selendang dipundak untuk menandai bahwa dia berperan sebagai Abraham dan nanti selendang yang sama dipakai untuk menutup kepala untuk menandai bahwa pamong berperan sebagai Hagar)
Penerapan
Anak-anak, Tuhan selalu menjaga kita dengan beragam cara. Salah satu caranya adalah melalui orangtua atau orang dewasa yang ada di dalam keluarga kita. Tuhan ingin memastikan bahwa kita selalu dalam keadaan baik. Tuhan tidak membiarkan anak-anaknya kehausan dan kelaparan. Tuhan juga memastikan bahwa kita akan menjadi anak-anak yang hebat seperti Ismael dalam cerita kita hari ini.
Aktivitas
Lihat Aktivitas Pratama 21062026
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan: Anak membuat daftar wujud nyata sikap kasih sayang dan perlindungan dari orang tua mereka.
Alat Peraga
Metode penyampaian cerita yang dipakai untuk jenjang Madya pada pertemuan minggu ini adalah fragmen atau drama singkat. Pamong bisa memainkan fragmen ini seorang diri atau melibatkan rekan pamong lainnya dan juga anak-anak sesuai dengan kebutuhan karakter dalam cerita. Cerita dimulai dari pengusiran Hagar dan Ismael sampai Ismael tumbuh besar dan menjadi seorang pemanah maka dalam persiapannya pamong perlu menyiapkan beberapa benda dan bahan sebagai berikut:
- Selendang
- Tumbler/botol air minum
- Air putih secukupnya
- Roti dalam kemasan
- Busur dan Anak panah (bisa membeli berupa mainan anak dari bahan plastik atau pamong bisa membuatnya sendiri sesuai dengan bahan-bahan yang ada di jemaat masing-masing)
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak…
Coba lihat apa yang sedang saya bawa! (pamong menunjukkan kepada anak-anak sebuah busur dan anak panahnya) Kira-kira hari ini kita mau mendengar cerita tentang siapa ya? Siapakah tokoh Alkitab yang adalah seorang pemanah? Siapa ya? Coba perhatikan ya cerita hari ini… (pamong meletakkan busur dan anak panah, kemudian memulai fragmen)
Inti Penyampaian
Catatan: Naskah cerita seperti yang sudah disiapkan dibagian awal.
(pamong memakai selendang dipundak untuk menandai bahwa dia berperan sebagai Abraham dan nanti selendang yang sama dipakai untuk menutup kepala untuk menandai bahwa pamong berperan sebagai Hagar)
Penerapan
Anak-anak, Tuhan selalu menjaga kita dengan beragam cara. Salah satu caranya adalah melalui orangtua atau orang dewasa yang ada di dalam keluarga kita. Tuhan ingin memastikan bahwa kita selalu dalam keadaan baik. Tuhan tidak membiarkan anak-anaknya kehausan dan kelaparan. Tuhan juga memastikan bahwa kita akan menjadi anak-anak yang hebat seperti Ismael dalam cerita kita hari ini.
Aktivitas
Lihat Aktivitas Madya 21062026