Jangan Malu Menjadi Saksi Kristus Pancaran Air Hidup 28 Mei 2026

28 May 2026

Bacaan: 2 Timotius 1 : 8 – 12  |  Pujian: KJ. 375
Nats: “Jadi, janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang tahanan karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil dengan kekuatan Allah.” (Ayat 8)

Alkisah ketika peperangan terjadi di suatu negara, terdapat seorang prajurit muda yang berkata kepada komandannya, “Saya siap berperang demi tanah air saya komandan, asalkan saat ini, saya tidak ditempatkan di garis depan peperangan terlebih dahulu.” Komandannya menjawab, “Kalau kamu hanya siap untuk saat-saat yang mudah, maka kamu belum benar-benar siap untuk berjuang demi tanah airmu.” Sepenggal kisah ini, dapat menggambarkan keberadaan iman kita. Dimana kesetiaan terhadap iman kita kepada Tuhan, sejatinya tidak diuji saat semuanya nyaman dan baik-baik saja, tetapi justru di tengah kesulitan, pergumulan, dan bahkan ancaman, disitulah iman sejati diuji.

Bacaan kita saat ini, merupakan surat Paulus kepada Timotius ketika ia sedang di penjara di Roma karena mewartakan Injil Tuhan. Ia tahu hidupnya sudah tidak lama lagi, sehingga ia mengirimkan surat ini sebagai surat terakhir, yang juga akan menutup seluruh karya pelayanannya. Namun dari balik rantai dan tembok penjara itu, di sisa waktu yang ia miliki, Paulus tidak berbicara tentang ketakutan atau kekhawatiran. Paulus justru berbicara tentang kesetiaan untuk mewartakan kebenaran. Di ayat 8 dengan tegas ia mengatakan,“Janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita… melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.” Bagi Paulus, kesetiaan untuk mewartakan Injil Tuhan itu bukan hanya ketika situasi dan kondisi aman dan tenang saja. Sebagai pengikut Kristus, kita juga harus dapat menjaga kesetiaan ketika hidup kita mengalami ancaman dan penderitaan. Paulus menuliskan suratnya dengan keyakinan yang kuat, di ayat 12 disebutkan, “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu, karena aku tahu kepada siapa aku percaya.” Inilah iman yang kokoh di tengah ancaman karena berakar pada Kristus yang hidup.

Menjadi saksi Kristus memang bukanlah hal yang mudah. Menjadi saksi Kristus juga berarti siap menanggung resiko, menghadapi berbagai tantangan dan bahkan penderitaan demi nama Tuhan. Jangan malu menjadi saksi Kristus, meskipun dunia menolak dan keadaan menekan. Sebab kasih karunia yang sama, yang menguatkan Paulus, kini tercurah juga dalam hidup kita. Mari kita berani bersaksi dan tetap setia, sebab kita tahu siapa yang memanggil kita dan kepada siapa kita percaya. Amin. [YAH].

“Menjadi saksi Kristus berarti berani memikul salib dan setia mewartakan Injil.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak