Judul: Ketakutan Menjadi Sukacita
Tahun Gerejawi: Pentakosta
Tema: Bersedia diutus untuk menyatakan pengampunan dan kebenaran karena telah menerima Roh Kudus dari Tuhan Yesus (ayat 22-23)
Bacaan Alkitab: Yohanes 20:19-23
Ayat Hafalan: Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)
Lagu Tema: Jangan Takut
Alat Peraga: Dapat diunduh di sini
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Ketakutan para murid terhadap para pemimpin orang Yahudi tidak hanya terjadi saat Yesus mati dikuburkan. Sebenarnya mereka sudah takut menjelang Yesus, Guru mereka, disalib. Para murid Yesus sangat takut jika mereka ikut dikejar dan ditangkap, lalu mengalami penderitaan seperti yang Yesus alami. Bentuk ketakutan besar mereka adalah mereka berkumpul di suatu tempat dengan pintu-pintu rumah yang terkunci. Meski pintu terkunci, tiba-tiba Yesus menampakkan diri kepada mereka. Yesus sangat tahu bahwa para murid-Nya sedang cemas dan takut akan kehidupan mereka. Lalu Yesus berkata, “Damai Sejahtera bagi kamu!” (ayat 19). Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya untuk memperkuat keyakinan para murid bahwa Ia benar-benar telah bangkit dari kematian. Sekejap para murid berubah menjadi sukacita.
Yesus benar-benar hidup, Ia bangkit dari kematian. Perjumpaan itu membuat ketakutan besar berubah menjadi sukacita. Setelah itu, para murid menerima tugas menjadi utusan-Nya yaitu sebagai rasul yang bertugas untuk mewartakan kabar baik keselamatan kepada semua orang. Mereka dikuatkan dan dimampukan untuk menjalankan tugas tersebut karena Yesus menghembuskan Roh Kudus atas mereka. Roh Kudus menolong mereka untuk tidak lagi takut dan bersembunyi (menutup diri).
Refleksi Untuk Pamong
Tuhan sangat tahu keadaan kita oleh sebab Ia hadir dalam banyak cara bahkan ketika kita menganggapnya tidak mungkin. Di saat para murid takut, cemas, dan tidak bisa berbuat apa-apa, Tuhan datang (hadir) menemui mereka dan membawa damai sejahtera. Ia juga hadir dalam hidup kita. Oleh sebab itu, jangan pernah merasa sendirian dan putus asa. Jika Tuhan hadir (terjadi perjumpaan antara kita dengan-Nya), maka Ia sanggup mengubah keadaan kita yang cemas, takut, dan tidak mampu berbuat apa-apa menjadi tenang, berani menghadapi hidup, dan melanjutkan tugas pelayanan kita.
Peristiwa dalam bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa damai sejahtera dalam hidup kita menjadi hal yang penting untuk kita miliki. Damai sejahtera itu ada bukan karena kekuatan dan kemampuan kita, melainkan berasal dari Tuhan sendiri (Tuhan menghembuskan Roh Kudus atas kita). Damai sejahtera itulah yang akan membuat hidup kita berubah. Kita tidak hanya tenang dan bersukacita, melainkan mampu melanjutkan tugas panggilan kita menjadi pelayan-Nya di dunia yang semakin gelap ini.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Anak-anak dapat menceritakan kembali dengan kalimat yang sederhana bahwa Yesus menolong para murid yang takut.
Alat Peraga
Potongan kardus berbentuk pintu
Pendahuluan
Siapa yang pernah takut? Apa yang kamu lakukan saat takut? Ya, biasanya anak-anak akan menangis, menjerit, menutup mata dengan kedua tangannya, sembunyi di balik badan orang tua atau bersembunyi di dalam lemari. Kita semua pasti pernah mengalaminya ya. Perasaan takut membuat kita tidak mampu melakukan banyak hal. Para murid Tuhan Yesus juga pernah mengalami takut. Apa yang mereka lakukan ya? Apakah Tuhan Yesus menolong mereka?
Inti Penyampaian
Dengan menggunakan alat peraga (pintu yang bisa dibuka atau ditutup), pamong menyampaikan cerita.Pintunya sangat tertutup rapat, sepertinya dikunci dengan sangat kuat. Lihat, murid-murid Yesus sedang bersembunyi di dalam rumah karena mereka sangat takut. Semua murid Yesus bersembunyi di balik pintu ini. “Waduh….kecilkan suaramu, tolong jangan berisik ya. Nanti kalau pemimpin orang Yahudi datang ke tempat ini, bagaimana? Berbahaya buat kita! Sssst!” Semua tenang. Rumah itu sunyi sekali.
Tiba-tiba Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka. Yesus berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Wah, Yesus sudah bangkit, Yesus hidup. Padahal sebelumnya, Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Namun kini Yesus datang untuk menghibur para murid yang sedang ketakutan. Murid-murid Yesus sangat senang sekali bisa berjumpa dengan Yesus kembali. Kini mereka tidak lagi takut sebab Yesus datang membawa damai dan kasih untuk murid-murid-Nya. Lalu Yesus meniupkan nafas ke arah para murid, dan berkata, “Terimalah Roh Kudus”. Roh Kudus membuat rasa takut dalam diri murid-murid Yesus hilang, berganti sukacita. Horey!
Penerapan
Tuhan Yesus hidup selama-lamanya, Ia bangkit dari kematian. Yesus memberi Roh Kudus untuk kita sehingga hati kita damai dan menjadi lebih berani untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.
Aktivitas
LANGKAH BERANI BERSAMA YESUS
Petunjuk kegiatan:
Pamong menyediakan banyak pola kaki, letakkan di atas lantai. Giring anak-anak untuk berjalan bersama sambil menyanyikan lagu “Jalan Serta Yesus” mengikuti arah pola kaki tersebut. Sambil melakukan kegiatan ini, pamong menyampaikan kepada anak-anak bahwa sekarang kita berjalan di jalan Yesus, bersama Yesus dan teman-teman. Terkadang jalan ini sepi, gelap, namun kita tidak takut karena Tuhan Yesus selalu bersama kita. Juga ada teman-teman yang menemani kita.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
Anak-anak dapat mencontohkan satu cara untuk menyatakan kebenaran di rumah atau sekolah
Alat Peraga
Potongan kardus berbentuk pintu
Pendahuluan
Siapa yang pernah takut? Apa yang kamu lakukan saat takut? Ya, biasanya anak-anak akan menangis, menjerit, menutup mata dengan kedua tangannya, sembunyi di balik badan orang tua atau bersembunyi di dalam lemari. Kita semua pasti pernah mengalaminya ya. Perasaan takut membuat kita tidak mampu melakukan banyak hal. Para murid Tuhan Yesus juga pernah mengalami takut. Apa yang mereka lakukan ya? Apakah Tuhan Yesus menolong mereka?
Inti Penyampaian
Dengan menggunakan alat peraga (pintu yang bisa dibukatau ditutup), pamong menyampaikan cerita.Pintunya sangat tertutup rapat, sepertinya dikunci dengan sangat kuat. Lihat, murid-murid Yesus sedang bersembunyi di dalam rumah karena mereka sangat takut. Semua murid Yesus bersembunyi di balik pintu ini. “Waduh….kecilkan suaramu, tolong jangan berisik ya. Nanti kalau pemimpin orang Yahudi datang ke tempat ini, bagaimana? Berbahaya buat kita! Mereka akan menangkap kita. Kita akan mengalami penderitaan seperti yang dialami Yesus saat Ia akan disalib. Sssst!”
Semua berusaha tenang. Rumah itu menjadi sunyi sekali. Mereka tidak melakukan apapun sebab mereka tidak berani keluar rumah. Lalu tiba-tiba Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka. Yesus berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Wah, Yesus sudah bangkit, Yesus hidup. Padahal sebelumnya, Yesus mati di kayu salib. Namun kini Yesus datang untuk menghibur para murid yang sedang ketakutan. Lalu Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya yang dulu terluka akibat perbuatan jahat orang-orang yang membenci-Nya.
Murid-murid Yesus sangat senang sekali bisa berjumpa dengan Yesus kembali. Yesus sudah bangkit. Yesus kini hidup dan menemui mereka. Kini mereka tidak lagi takut sebab Yesus datang membawa damai dan kasih untuk murid-murid-Nya. Lalu Yesus meniupkan nafas ke arah para murid, dan berkata, “Terimalah Roh Kudus”. Roh Kudus membuat rasa takut dalam diri murid-murid Yesus hilang, berganti sukacita. Kini mereka berani untuk melakukan banyak perbuatan baik sebagai seorang murid Yesus. Horey!
Penerapan
Tuhan Yesus hidup selama-lamanya, Ia bangkit dari kematian. Yesus memberi Roh Kudus untuk kita sehingga hati kita damai dan menjadi lebih berani (tidak takut) untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. Salah satunya adalah berani menyatakan kebenaran di rumah atau sekolah.
Jika ada temanmu yang melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan (mencontek, memfitnah, malas, mencuri, berkata-kata kasar, tidak taat pada guru atau orang tua, dendam, dll) maka kamu akan berani untuk mengingatkan mereka untuk tidak melakukan hal itu lagi. Kita percaya bahwa Roh Kudus akan menolongmu untuk dapat menegur dengan penuh kasih.
Aktivitas
MEMBUAT PEMBATAS ALKITAB
Petunjuk kegiatan:
Siapkan pola berbentuk kaki dari kertas asturo, beri lobang kecil untuk pita. Siapkan juga pita untuk setiap anak. Juga beberapa pensil warna atau krayon. Bagi anak-anak ke dalam beberapa kelompok kecil agar mereka bisa menggunakan peralatan yang ada bersama-sama. Kemudian, arahkan mereka untuk menuliskan kalimat, “Roh Kudus membuatku berani melakukan kebenaran” dan menghiasnya agar menjadi pembatas buku yang indah.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak-anak dapat membedakan sikap dendam dengan sikap mengampuni;
- Anak dapat mempraktikkan sikap meminta maaf dan memaafkan temannya yang berbuat salah
Pendahuluan
PESAN BERANTAI
Petunjuk kegiatan:
Buat 2 kelompok, anak berbaris ke belakang. Pamong membisikkan kalimat, “Damai Sejahtera bagi kamu” dengan gerakan ke anak yang berada di barisan paling depan. Anak itu membisikkan dan memperagakan kalimat yang sama ke anak di belakangnya, sampai anak terakhir menyebut kalimat tersebut dengan lantang atau menuliskannya di kertas yang sudah disediakan pamong lalu memperagakannya.
Bahas makna kegiatan bersama anak. Pesan atau berita yang diterima anak adalah pesan atau berita yang penting. Namun kalau tidak diteruskan kepada yang lain maka berita atau pesan itu bisa hilang, tidak bisa didengar atau diketahui orang lain.
Inti Penyampaian
Pintunya sangat tertutup rapat, sepertinya dikunci dengan sangat kuat. Di dalam rumah yang tertutup rapat itu, ada murid-murid Yesus sedang bersembunyi karena mereka sangat takut terhadap para pemimpin agama Yahudi. Semua murid Yesus bersembunyi di balik pintu ini. “Waduh….kecilkan suaramu, tolong jangan berisik ya. Nanti kalau pemimpin orang Yahudi datang ke tempat ini, bagaimana? Berbahaya buat kita! Mereka akan menangkap kita. Kita akan mengalami penderitaan seperti yang dialami Yesus saat Ia akan disalib. Sssst!”
Semua berusaha tenang. Rumah itu menjadi sunyi sekali. Mereka tidak melakukan apapun sebab mereka tidak berani keluar rumah. Lalu tiba-tiba Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka. Yesus berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Wah, Yesus sudah bangkit, Yesus hidup. Padahal sebelumnya, Yesus mati di kayu salib. Namun kini Yesus datang untuk menghibur para murid yang sedang ketakutan. Lalu Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya yang dulu terluka akibat perbuatan jahat orang-orang yang membenci-Nya.
Murid-murid Yesus sangat senang sekali bisa berjumpa dengan Yesus kembali. Yesus sudah bangkit. Yesus kini hidup dan menemui mereka. Kini mereka tidak lagi takut sebab Yesus datang membawa damai dan kasih untuk murid-murid-Nya. Lalu Yesus meniupkan nafas ke arah para murid, dan berkata, “Terimalah Roh Kudus”. Roh Kudus membuat rasa takut dalam diri murid-murid Yesus hilang, berganti sukacita. Kini mereka berani untuk melakukan banyak perbuatan baik sebagai seorang murid Yesus. Horey!
Penerapan
Tuhan Yesus hidup selama-lamanya, Ia bangkit dari kematian. Yesus memberi Roh Kudus untuk kita sehingga hati kita damai dan menjadi lebih berani (tidak takut) untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. Salah satunya adalah mempraktikkan sikap meminta maaf dan memaafkan temannya yang berbuat salah.
Damai sejahtera yang diberikan Tuhan Yesus buat kita akan membuat kita mampu memaafkan kesalahan orangtua, saudara, pamong, guru, dan teman-temanmu. Roh Kudus akan membuat hati kita tidak dendam dan melawan godaan iblis untuk membalas mereka. Roh Kudus akan membuat hati kita yang gelisah dan panas membara menjadi tenang dan penuh kasih untuk memaafkan mereka.
Damai sejahtera yang diberikan Tuhan Yesus buat kita akan membuat kita mampu meminta maaf kepada orangtua, saudara, pamong, guru, dan teman-temanmu atas perkataan dan tindakanmu yang sudah melukai perasaan mereka dan membuat mereka sedih atau susah. Wah tentu tidak mudah ya untuk meminta maaf. Terkadang kita gengsi atau malu. Namun Roh Kudus akan menolongmu untuk melakukan hal ini. Percayalah!
Aktivitas
MEMBUAT PEMBATAS ALKITAB
Petunjuk kegiatan:
Siapkan pola berbentuk kaki dari kertas asturo, beri lobang kecil untuk pita. Siapkan juga pita untuk setiap anak. Juga beberapa pensil warna atau krayon. Bagi anak-anak ke dalam beberapa kelompok kecil agar mereka bisa menggunakan peralatan yang ada bersama-sama. Kemudian, arahkan mereka untuk menuliskan kalimat, “Roh Kudus mengubah hidupku” dan menghiasnya agar menjadi pembatas buku yang indah.