Bacaan: Yohanes 14 : 15 – 21 | Pujian: KJ. 256
Nats: “Siapa yang memegang perintah-perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Ayat 21)
Ketika melihat berita-berita di media sosial dan TV tentang adanya kasus KDRT, penebangan hutan ilegal, pelecehan seksual, bullying, permasalahan ekonomi, dsb, respons kita ketika melihat berita itu pasti bermacam-macam, bisa jadi kita marah, kecewa, geram, lalu bisa juga membenci pelakunya. Saat keadaan yang baik berubah menjadi hal yang tidak baik, disanalah kasih yang kita miliki diuji, “Akankah kita tetap mampu mengasihi orang yang melakukan kejahatan seperti KDRT, bullying atau kita akan membenci bahkan membalasnya?” Mari sejenak kita berpikir: apa makna kasih yang sebenarnya? Lalu apa yang menjadi respons kita tentang teladan dari kasih Tuhan?
Yohanes 14:15-21 menceritakan tentang percakapan Yesus dengan para murid-Nya. Yesus menceritakan bahwa akan hadir Sang Penolong, yaitu Roh Kudus (Ay. 16a), yang akan menolong para murid melewati ketakutan maupun kekhawatiran dalam melayani dan mengajarkan segala sesuatu tentang firman. Sang Penolong itu yang akan mengingatkan mereka tentang apa yang Yesus ajarkan, serta memimpin mereka kepada kebenaran (Ay. 17a). Yesus menjelaskan kepada mereka bahwa Roh Kudus akan hadir dalam diri mereka. Tanda kehadiran Roh Kudus itu akan nampak dari perbuatan hidup mereka sehari-hari yang penuh kasih dan mereka akan hidup dalam kebenaran (Ay. 21). Para murid akan kuat di dalam iman, mampu melayani dan mewartakan Injil kepada siapapun dengan kasih dan sukacita, seperti saat Yesus bersama mereka.
Percakapan Yesus bersama para murid mengingatkan kita bahwa dari semula rancangan yang Tuhan beri senantiasa indah dalam kehidupan manusia. Ciptaan Tuhan menjadi rusak oleh karena manusia jatuh ke dalam dosa, maka dari itu Tuhan ingin kita mengalami pemulihan. Dengan hadirnya Roh Kudus dalam diri kita maka kita ditolong untuk menghadapi berbagai permasalahan hidup, seperti ekonomi, keluarga, KDRT, bullying. Kita ditolong untuk mampu mengampuni dan mengasihi. Kita juga dikuatkan di dalam iman. Karena itu, hendaknya kita senantiasa bersyukur kepada Tuhan atas segala karya Roh Kudus, berkat, dan kekuatan dari Tuhan yang memampukan kita untuk terus mengasihi dan mengampuni sesama. Amin. [Ry].
“Roh Kudus hadir dalam diriku, memampukanku melakukan dan mengajarkan kasih.”