Keluar Dari Keterpurukan Pancaran Air Hidup 24 April 2026

24 April 2026

Bacaan: Keluaran 3 : 16 – 22  |  Pujian: KJ. 340
Nats: “Aku akan melayangkan tangan-Ku untuk memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengahnya. Sesudah itu baru ia akan membiarkan kamu pergi.” (Ayat 20)

Salah satu moment yang ditunggu-tunggu oleh seorang narapidana adalah keluar dari penjara. Setelah sekian tahun menjalani hukuman, keluar dari penjara memiliki makna yang mendalam, yaitu bebas, tidak lagi dibatasi oleh tembok tinggi dan pagar besi. Dia dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala dan melanjutkan hidupnya. Pada kenyataannya masih banyak orang yang bebas secara fisik, namun terpenjara oleh keadaan yang menekan hidupnya, misalnya terpenjara dalam kemiskinan, kelemahan tubuh, bahkan mengalami diskriminasi yang membuat hidupnya tidak bebas. Di situasi dan keadaan ini, mereka butuh pertolongan agar mereka keluar dari keterpurukan hidup.

Bagian firman Tuhan pada saat ini mengisahkan Musa yang diutus Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari penindasan bangsa Mesir. Pada saat Musa sedang menggembalakan kambing domba, ia tiba di gunung Horeb, kemudian Tuhan Allah menampakkan Diri kepada Musa dalam rupa nyala api yang keluar dari semak duri (Ay. 2). Tuhan Allah kemudian mengutus Musa untuk menghadap kepada Firaun (Ay. 10). Ia juga memperkenalkan Diri-Nya, “AKU ADALAH AKU” (Ay. 14). Dialah Allah nenek moyang Israel, Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub (Ay. 15). Tuhan Allah berjanji akan menuntun bangsa Israel keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke Tanah Perjanjian Kanaan (Ay. 17). Ia juga meneguhkan Musa bahwa Ia akan memukul bangsa Mesir melalui perbuatan ajaib-Nya (Ay. 20), sebuah janji yang menguatkan hati Musa. Dan pada akhirnya Musa siap diutus Tuhan Allah untuk membebaskan bangsa Israel dari penindasan bangsa Mesir.

Paskah dalam PL adalah peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Tuhan Allah berkenan membebaskan umat-Nya dari belenggu sengsara dan menuntun mereka menuju ke Kanaan. Pun demikian dalam kehidupan kita sebagai umat Allah, melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus, dosa kita telah diampuni dan kita dituntun menuju kehidupan kekal bersama Kristus. Maka mari kita mengingat bahwa kita adalah umat tertebus, dengan iman percaya kepada Kristus, kita telah dibebaskan dari kuasa dosa, keluar dari keterpurukan, hidup dalam kasih karunia dan damai sejahtera. Oleh karena itu, mari kita terus percaya dan mempercayakan hidup kita sepenuhnya dalam kuasa tangan Tuhan. Sebab Dialah Allah yang setia menyertai, menuntun, dan membebaskan kita keluar dari keterpurukan. Amin. [AR].

“Tuhan tidak pernah meninggalkan kita walaupun kita ada dalam keterpurukan.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak