Anti Kena Mental Tuntunan Ibadah Remaja 3 Mei 2026

20 April 2026

Tahun Liturgi: Paskah V
Tema: Allah adalah Penolong Sejati
Judul: Anti Kena Mental

Bacaan: Mazmur 31: 1-5
Ayat Hafalan: “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41: 10)

Lagu: Kidung Jemaat 440: 1-2 “Di Badai Topan Dunia”

Tujuan:

  1. Remaja dapat membedakan perlindungan dari manusia dengan perlindungan dari Tuhan.
  2. Remaja dapat merancang dan mempresentasikan rencana kegiatan yang menunjukkan bagaimana keyakinan pada perlindungan Tuhan dapat membawa kedamaian di tengah krisis pribadi atau sosial.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Beberapa referensi menyatakan bahwa mazmur ini ditulis saat Daud sedang dalam masa pelarian karena dikejar-kejar Saul. Dalam situasi tersebut, tentu berarti Daud sedang dalam keadaan tertekan atau tidak baik-baik saja. Pada ayat 1 dan 2, Daud menaikkan doanya, mohon pertolongan kepada Allah. “Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung”, menyatakan sebuah penyerahan diri yang total kepada kuasa dan kebesaran Allah. Tentu ini didasari atas iman yang besar bahwa Tuhan adalah satu-satunya yang bisa menolongnya.

Pada ayat 3 dan 4, Daud menggambarkan Allah adalah gunung batu dan pertahanan. Dalam konteks perang, gunung batu adalah tempat yang kuat dan aman untuk berlindung dari serangan musuh. Begitu juga tembok kota sebagai bentuk pertahanan sebuah bangsa. Tembok yang dibangun kokoh mengelilingi kota merupakan batas teritorial sekaligus batas kekuasaan sebuah wilayah. Tembok itu dapat melindungi semua yang ada di dalamnya dari serangan musuh. Jika tembok pertahanan itu hancur, maka sebuah bangsa dengan mudah dikuasai oleh lawan.

Keyakinan hati Daud dalam menggambarkan Allah sebagai gunung batu dan kubu pertahanan tentu didasari pengalaman hidupnya bersama Allah. Daud dipilih Allah menjadi raja menggantikan Saul. Sebuah hal yang hampir mustahil mengingat dia hanya seorang gembala domba yang masih belia saat itu. Daud menang melawan Goliat, si raksasa dari Filistin yang sangat kuat. Tentu itu menjadi pengingat bagi Daud, bahwa selalu ada pertolongan jika mengandalkan kekuatan Allah. Di tengah kesesakan dan ancaman kematian karena serangan musuh, Daud tetap mempercayakan perjalanan hidupnya pada Allah (ayat 15). Keyakinan Daud pada kuasa dan penyertaan Allah melahirkan pengharapan baru akan kehidupan yang lebih baik.

Refleksi Untuk Pamong
Stres sering melanda semua kalangan, tak terkecuali remaja. Bahkan menurut penelitian, Gen Z lebih rentan terhadap depresi. Stres harus diatasi dengan tepat, jika tidak ingin berkepanjangan dan berakibat fatal. Maraknya berita akhir-akhir ini tentang anak muda yang memutuskan untuk mengakhiri hidup karena dilanda keputusasaan, tentu sangat memprihatinkan. Sebuah refleksi bagi semua pihak, khususnya orang tua, agar tidak hanya memperhatikan kesehatan fisik anak saja, melainkan juga kesehatan mentalnya.

Dalam keadaan tertentu, manusia sering kali lupa bahwa Tuhan adalah sumber segala pertolongan. Manusia malah mengandalkan kekuatannya sendiri atau orang lain untuk keluar dari permasalahan. Ketika sudah benar-benar terjepit, barulah manusia datang pada Tuhan untuk meminta pertolongan. Jadi manusia datang pada Allah bukan dalam penyerahan dan keyakinan total bahwa Tuhan adalah Sang Penolong Sejati, tapi dalam keadaan yang sudah pesimis, pasif, takut, dan putus asa karena tidak tahu harus berbuat apa lagi.

Gereja menjadi lingkungan yang turut berperan menemani remaja dalam menjalani kehidupannya. Dalam berbagai kesempatan, gereja perlu mengarahkan remaja agar selalu memandang Tuhan. Bahkan dalam sebuah kondisi terjepit, haruslah tetap mengarahkan hati pada kuasa dan kebesaran-Nya. Menyerahkan diri pada kedaulatan Allah dapat menumbuhkan banyak hal positif dalam diri manusia, yaitu keberanian, optimisme, kesabaran, kekuatan, kelembutan hati dan kerendahan diri dihadapan-Nya.

Pendahuluan

  • Pamong menyiapkan alat penghitung waktu (timer).
  • Pamong mengajak semua remaja untuk menenangkan diri atau relaksasi beberapa detik; mengambil napas lalu mengembuskannya.
  • Pamong meminta semua remaja menghitung jumlah napasnya masing-masing dalam 1 (satu) menit. Satu kali napas adalah satu kali mengambil dan mengembuskan napas.
  • Setelah semua sudah siap, kegiatan bisa dimulai.
  • Setelah itu, Pamong menanyakan hasilnya.

Catatan: Pamong memberitahu bahwa jumlah napas seorang remaja dalam satu menit normalnya dalam kisaran 12-16 kali. Jika lebih dari itu, maka salah satu penyebabnya adalah karena adanya kecemasan atau stres.

Inti Penyampaian
Remaja yang dikasihi Tuhan,

Di kalangan Gen-Z ada istilah yang populer sekali, yaitu “Kena Mental”. Apa sih maksudnya “Kena Mental”? (Pamong menggali jawaban dari remaja). Secara sederhana, “Kena Mental” bisa diartikan sebuah kondisi seseorang yang sedang terpuruk karena mengalami hal tertentu, misalnya kaget, takut, kehilangan, kegagalan, dan lainnya. Biasanya istilah ini identik dengan konteks bercanda, tapi sebenarnya kondisi seseorang yang sedang “Kena Mental” perlu mendapat perhatian khusus.

Bagaimana sih ciri-ciri seseorang yang sedang kena mental? Biasanya mudah marah atau tersinggung, cenderung menyendiri, sering sakit kepala atau sakit perut tanpa sebab, tidak bersemangat, prestasi menurun, dan lainnya. Hayo, siapa yang sering begitu?

Nah, pertanyaannya adalah bagaimana supaya seseorang tidak mudah kena mental atau stres berkepanjangan? Yuk, kita baca Mazmur 31: 1-5 untuk melihat bagaimana cara Raja Daud menghadapi stres selama hidupnya.

Daud pernah mengalami situasi mencekam dalam hidupnya, salah satunya adalah saat nyawanya terancam karena dikejar-kejar musuh. Dia harus berlari, sembunyi, gelisah, bahkan sakit. Satu hal yang membuat Daud tidak jatuh dalam keputusasaan adalah karena dia selalu mengandalkan Allah. Daud menggambarkan Allah adalah gunung batu dan pertahanan (ayat 3 dan 4). Gunung batu adalah tempat yang sangat aman untuk berlindung dari serangan musuh. Hanya di dalam Allah ada rasa aman, pengharapan dan keselamatan. Keyakinan itulah yang membuat Daud berhasil melewati masa-masa sulit dalam hidupnya.

Penerapan
Ingatlah bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya Penolong dalam segala keadaan. Berdoalah, mintalah pertolongan kepada-Nya supaya selamat. Andalkanlah Tuhan, bukan diri sendiri atau orang lain. Mengapa begitu? Karena manusia mudah berubah pikiran dan sering mengecewakan, sedangkan Tuhan tidak berubah sampai selama-lamanya. Mengandalkan Tuhan dapat membuat seseorang menjadi optimis dan positif dalam pikiran maupun perbuatannya.

Aktivitas

  • Pamong menyiapkan dua lembar kertas kecil.
  • Pamong menyampaikan tugas dan setiap remaja menuliskan jawabannya di kertas tersebut.
  • Tugas I, jawaban ditulis di kertas pertama:
    • Manakah hal-hal di bawah ini yang sering membuat teman-teman takut/khawatir/tidak percaya diri? (boleh memilih lebih dari satu) dan tuliskan bagaimana cara mengatasinya.
      • Nilai, tugas, dan ujian sekolah
      • Teman
      • Keluarga
      • Les atau kursus
      • Tren di media sosial
      • Masa depan
      • lainnya, yaitu….
    • Jika sudah, Pamong memilih secara acak memilih tiga orang untuk membacakan jawabannya.
  • Tugas II, jawaban ditulis di kertas kedua:
    • Buatlah kalimat positif untuk teman di sebelah kanan teman-teman, yang intinya adalah memberi semangat dalam menjalani kehidupan karena ada Tuhan Yesus Sang Penolong Yang Setia. Jika sudah selasai, serahkan kertasnya pada teman tersebut.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak