Judul: Berharap Dan Berdoa Kepada Tuhan
Tahun Gerejawi: Paskah V
Tema: Mencari perlindungan, kelepasan dan bimbingan pada Tuhan
Bacaan Alkitab: Mazmur 31:1-5
Ayat Hafalan: Mazmur 31:3b, “Sebab Engkaulah gunung batuku dan pertahananku”
Lagu Tema: Tuhan Yesus Baik
Alat Peraga: Dapat diunduh di sini.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Banyak sekali pendapat yang menyatakan bahwa konteks Daud menuliskan Mazmur ini adalah ketika Daud dalam pengejaran Raja Saul. Ia sedang berjuang agar lolos dari ancaman kematian dari Saul. Kematian adalah ketakutan terbesar manusia. Dan kita bisa membayangkan bagaimana pikiran dan perasaan Daud pada saat itu, sungguh mengerikan: menghadapi ancaman kematian.
Dalam situasi genting itu, Daud meyakini bahwa keselamatannya hanyalah berasal dari Tuhan, Sang Benteng hidupnya. Ia percaya bahwa Tuhan akan menuntun dan membimbing jalan-jalan hidupnya ke depan. Sekalipun secara manusia ia sangat gentar, namun Daud percaya bahwa Tuhanlah yang akan menyelamatkan hidupnya.
Daud mengajarkan tentang penyerahan diri kepada Tuhan. Ini bisa terjadi tatkala kita memiliki pemahaman dan pengenalan secara pribadi tentang Tuhan. Daud percaya bahwa:Tuhan sebagai benteng yang kuat yang ia percaya bisa melindungi dirinya dari ancaman musuh. Tuhan mendengar doanya dan akan menolongnya tepat pada waktunya. Tuhan membuat dirinya tenang meski hidupnya terancam.
Refleksi Untuk Pamong
Semua orang pasti pernah merasa sedih, cemas, kecewa, dan takut. Namun tidak semua orang memiliki cara yang bijak dalam merespon peristiwa yang membuatnya sedih, cemas, kecewa dan takut itu. Bahkan ada yang tak mampu melewati masa-masa sulit itu dengan baik sehingga dia lari dari masalah atau semakin tenggelam dalam situasi sulitnya itu. Makin jauh dari ibadah kepada Tuhan, meninggalkan pelayanan, dan menarik diri dari komunitas persekutuan gereja.
Daud mengalami banyak hal sulit namun dia memilih untuk berjalan bersama Tuhan. Sekalipun ia sedih, takut, dan cemas, dan memilih untuk bersembunyi agar jiwanya selamat, namun semua itu tidak membuatnya melupakan Tuhan dan tidak mempercayai kuasa Tuhan. Di dalam situasi seperti itu, justru Daud berseru-seru kepada Tuhan. Bagaimana dengan kita sebagai pamong?
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan nama Tuhan sebagai benteng yang kuat.
- Anak dapat menceritakan bahwa Tuhan bisa menolong kita saat takut dan sedih.
- Anak dapat menunjukkan sikap percaya dan tenang ketika ada dalam keadaan tidak aman atau terancam atau menghadapi masalah.
Alat Peraga
Boneka tangan karakter binatang atau anak laki-laki atau perempuan (bebas, menyesuaikan inventaris yang dimiliki oleh pamong atau jemaat).
Pendahuluan
(Menggunakan alat peraga. Pamong sebagai temannya melakukan dialog singkat.)
- Boneka: Uhhh…uhhhhh, aku takut. Mama lama sekali pulang dari pasar. Tadi katanya sebentar. Uhhhh…Uhhhh.
- Pamong: Lo, kan ada aku di sini yang menemani kamu. Kita bermain yuk, sambil nunggu mamamu pulang. Biar kamu gak sedih dan takut lagi.
- Boneka: Iya ya, yuk kita main. Pasti mama nanti pulang sambil bawain aku oleh-oleh. Untung ada kamu. Makasih ya.
Siapa yang pernah menangis? Kenapa kamu menangis? Ya, setiap kita pasti pernah sedih dan takut ya. Apalagi jika kita merasa tidak aman karena sendirian, gak ada papa mama, atau kakak pamong. Biasanya kita langsung menangis atau berteriak. Hari ini kita mau belajar dari kisah Daud yang juga pernah sedih dan takut karena banyak orang jahat yang ingin menangkapnya. Lalu, apa yang dilakukan Daud ya?
Inti Penyampaian
Daud sedih dan takut karena ada orang-orang yang ingin berbuat jahat terhadap dirinya. Lalu Daud ingat bahwa Tuhan adalah tempat ia berlindung dari orang-orang jahat tersebut. Daud menyebutnya, Tuhan sebagai benteng yang kuat. Pamong dapat menjelaskan secara sederhana, apa yang dimaksud dengan benteng. Daud berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, tolonglah aku, selamatkanlah aku dari orang-orang jahat itu.” Daud sangat percaya kepada Tuhan.
Seperti Daud yang datang kepada Tuhan lewat doa-doanya, kita juga bisa datang kepada Tuhan saat kita sedih dan takut. Saat kita percaya kepada Tuhan, maka hati kita akan menjadi tenang dan damai.
Penerapan
Yuk ikuti perkataan saya (anak balita diarahkan untuk mengikuti perkataan dan gerakan tangan yang kita lakukan) : Tuhan seperti benteng yang kuat (peragaannya: tangan membentuk tembok di depan wajah). Lalu ajak anak balita untuk memperagakannya sambil berkata, “Tuhan bentengku yang kuat”.
Tuhan membuat hati kita tenang dan damai (peragaannya: kedua tangan menempel di dada sambil tersenyum). Lalu ajak anak balita untuk memperagakannya sambil berkata, “Tuhan membuatku tenang dan damai”.
Aku percaya kepada Tuhan (peragaannya: kedua tangan dilipat seperti berdoa). Lalu ajak anak balita untuk memperagakannya sambil berkata, “Aku berdoa kepada Tuhan karena aku percaya”.
Aktivitas
“Membuat Benteng”
Pamong menyiapkan lego, evamat, atau kardus dalam jumlah yang cukup untuk dibuat benteng-bentengan oleh anak-anak dalam kelompok kecil. Arahkan anak-anak untuk menyusun lego, evamat, atau berkreasi dari kardus bekas untuk membuat benteng bagi dirinya dan beberapa temannya. Setelah selesai, sampaikan ke anak- anak bahwa ini adalah benteng buatan manusia yang bisa roboh. Namun jika Tuhan menjadi benteng buat kita, Ia adalah benteng yang paling kuat. Kita bisa berdoa kepada-Nya untuk meminta pertolongan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak-anak dapat menyebutkan nama Tuhan sebagai benteng yang kuat.
- Anak dapat menceritakan bahwa Tuhan bisa menolong kita saat takut dan sedih.
- Anak dapat menunjukkan sikap percaya dan tenang ketika ada dalam keadaan tidak aman atau terancam atau menghadapi masalah.
Alat Peraga
Gambar benteng besar
Pendahuluan
Ini gambar benteng. Barangkali ada yang pernah melihatnya saat menonton film, membaca buku, atau melihat secara langsung benteng buatan saat di museum atau tempat rekreasi. Benteng dibuat sebagai tempat persembunyian agar aman dari musuh yang akan menyerang. Benteng ini dibuat dari batu dan besi sehingga sangat kuat, tidak gampang roboh. Hari ini kita akan belajar bahwa Tuhan adalah benteng dalam hidup kita. Bagaimana maksudnya ya?
Inti Penyampaian
Daud menuliskan Mazmur ini saat ia dikejar musuh. Ia sedih dan takut karena ada orang-orang yang ingin berbuat jahat terhadap dirinya. Daud tidak hanya mencari tempat persembunyian agar ia aman, namun ia berdoa kepada Tuhan dengan keyakinan bahwa: Tuhan sebagai benteng yang kuat yang ia percaya bisa melindungi dirinya dari ancaman musuh. Tuhan mendengar doanya dan akan menolongnya tepat pada waktunya.Tuhan membuat dirinya tenang meski hidupnya terancam.
Kita juga mengalami banyak peristiwa sulit yang membuat kita sedih, cemas, atau takut. Sepanjang minggu ini, apa saja yang terjadi dalam hidupmu sehingga kamu sedih, cemas, atau takut? Ya, itulah hidup, tidak selalu indah atau menyenangkan. Namun hari ini sebagai anak Tuhan, Daud mengajak kita untuk belajar mempercayai Tuhan sebagai tempat kita berkeluh kesah, menceritakan isi hati, dan memohon pertolongan-Nya.
Penerapan
Semua orang pasti pernah merasa sedih dan takut; yang berbeda adalah respon terhadap peristiwa yang membuatnya sedih dan takut. Ada yang menyendiri, berteriak, mogok makan, menonton film, menulis perasaannya di buku jurnal harian, dan sebagainya.
Daud mengalami banyak hal sulit namun dia memilih untuk berjalan bersama Tuhan. Sekalipun ia sedih, takut, dan cemas, dan memilih untuk bersembunyi agar jiwanya selamat, namun semua itu tidak membuatnya melupakan Tuhan dan tidak mempercayai kuasa Tuhan. Di dalam situasi seperti itu, justru Daud berseru-seru kepada Tuhan. Bagaimana dengan kamu? Tuhan hadir dalam situasi atau peristiwa hidup kita yang menyedihkan. Jadi, datanglah kepada-Nya melalui doa-doamu.
Aktivitas
Menghafal ayat emas dari Mazmur 31:3b, “Sebab Engkaulah gunung batuku dan pertahananku”. Kemudian membuat pembatas Alkitab (terlampir. Lihat pada ).
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak-anak dapat membedakan perlindungan dari manusia dengan perlindungan dari Tuhan.
- Anak dapat merancang dan mempresentasikan rencana kegiatan yang menunjukkan bagaimana keyakinan pada perlindungan Tuhan dapat membawa kedamaian di tengah krisis pribadi atau sosial.
Alat Peraga
Gambar benteng
Pendahuluan
Siapkan beberapa lembar kertas HVS atau Folio bergaris untuk setiap anak, juga alat tulisnya. Arahkan agar anak-anak menuliskan hal-hal yang membuat mereka takut atau sedih dan apa yang mereka lakukan untuk mengatasinya. Contoh: Nilai ujianku remidi, aku sedih dan takut dimarahi orang tuaku → aku menenangkan diri untuk siap menyampaikannya ke ayah atau ibu. Orang tuaku operasi, aku takut jika ayah atau ibu meninggal dunia → aku berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan.
Setelah anak-anak mengerjakan aktivitas di atas, pamong melakukan diskusi singkat tentang tulisan mereka. Minta mereka memperhatikan apa yang mereka lakukan saat sedih, cemas, atau takut. Apakah mereka lebih sering datang kepada Tuhan di dalam doa atau tidak? Lalu kaitkan dengan tema Ibadah Anak hari ini.
Daud juga pernah mengalami masa-masa yang berat sehingga ia merasa cemas dan takut. Dalam keadaan itu, Daud berkeyakinan bahwa Tuhan adalah benteng dalam hidupnya. Apa itu benteng? Mengapa Daud menganggap Tuhan adalah benteng hidupnya? Perhatikan gambar peraga ini. Ini gambar benteng. Barangkali ada yang pernah melihatnya saat menonton film, membaca buku, atau melihat secara langsung benteng buatan saat di museum atau tempat rekreasi. Benteng dibuat sebagai tempat persembunyian agar aman dari musuh yang akan menyerang. Benteng ini dibuat dari batu dan besi sehingga sangat kuat, tidak gampang roboh. Hari ini kita akan belajar bahwa Tuhan adalah benteng dalam hidup kita. Bagaimana maksudnya ya?
Inti Penyampaian
Daud menuliskan Mazmur ini saat ia dikejar musuh. Ia sedih dan takut karena ada orang-orang yang ingin berbuat jahat terhadap dirinya. Daud tidak hanya mencari tempat persembunyian agar ia aman, namun ia berdoa kepada Tuhan dengan keyakinan bahwa: Tuhan sebagai benteng yang kuat yang ia percaya bisa melindungi dirinya dari ancaman musuh. Tuhan mendengar doanya dan akan menolongnya tepat pada waktunya. Tuhan membuat dirinya tenang meski hidupnya terancam.
Kita juga mengalami banyak peristiwa sulit yang membuat kita sedih, cemas, atau takut. Sepanjang minggu ini, apa saja yang terjadi dalam hidupmu sehingga kamu sedih, cemas, atau takut? Ya, itulah hidup, tidak selalu indah atau menyenangkan. Namun hari ini sebagai anak Tuhan, Daud mengajak kita untuk belajar mempercayai Tuhan sebagai tempat kita berkeluh kesah, menceritakan isi hati, dan memohon pertolongan-Nya.
Penerapan
Semua orang pasti pernah merasa sedih dan takut; yang berbeda adalah respon terhadap peristiwa yang membuatnya sedih dan takut. Ada yang menyendiri, berteriak, mogok makan, menonton film, menulis perasaannya di buku jurnal harian, dan sebagainya.
Daud mengalami banyak hal sulit namun dia memilih untuk berjalan bersama Tuhan. Sekalipun ia sedih, takut, dan cemas, dan memilih untuk bersembunyi agar jiwanya selamat, namun semua itu tidak membuatnya melupakan Tuhan dan tidak mempercayai kuasa Tuhan. Di dalam situasi seperti itu, justru Daud berseru-seru kepada Tuhan. Bagaimana dengan kamu? Tuhan hadir dalam situasi atau peristiwa hidup kita yang menyedihkan. Jadi, datanglah kepada-Nya melalui doa-doamu.
Aktivitas
Menghafal ayat emas dari Mazmur 31:3b, “Sebab Engkaulah gunung batuku dan pertahananku”. Kemudian membuat pembatas Alkitab (terlampir).