Tuhan Sang Penghibur Tuntunan Ibadah Anak 19 April 2026

6 April 2026

Judul: Tuhan Sang Penghibur
Tahun liturgi: Paskah III
Tema: Tuhan selalu hadir dalam hidup kita

Bacaan: Lukas 24: 13 – 35
Ayat Hafalan: Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati (ulangan 31: 8)

Lagu Tema: Jalan serta Yesus

Alat Peraga:
Alat peraga dapat diunduh di sini.

Penjelasan Teks(hanya untuk pamong)
Yesus beberapa kali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, setelah kebangkitan-Nya dan sebelum naik ke surga. Salah satunya adalah menampakkan diri kepada dua orang muridnya yang sedang berjalan ke Emaus.

Murid Yesus yang kita kenal hanya 12 orang. Padahal sebenarnya lebih dari itu, bahkan Yesus pernah mengutus 70 murid (Lukas 10: 1 – 12). Secara khusus ke – 12 murid yang kita kenal sebagai murid Yesus itu disebut rasul (Lukas 6: 12). Dalam kisah 2 orang murid yang berjalan ke Emaus ini nampaknya bukan bagian dari 12 murid tersebut. Salah seorang dari mereka bernama Kleopas.

Kepergian mereka ke Emaus dilakukan setelah para perempuan menceritakan tentang kebangkitan Yesus dan setelah para murid laki-laki yang lain membuktikan kebenaran cerita para perempuan itu. Namun cerita tentang kebangkitan Yesus itu tidak sepenuhnya mereka percaya dan bisa menghapus kedukaaan dan kekecewaan mereka. Karena harapan mereka terhadap Yesus tidak terwujud.

Mereka berjalan ke Emaus dengan hati yang muram, dengan hati yang patah. Yesus datang menemani mereka sepanjang perjalanan. Tuhan Yesus ingin mereka melihat peristiwa kematian dan kebangkitan-Nya dalam terang Firman (ayat. 25 – 26), dan bukan berdasarkan harapan mereka sendiri yang justru mengecewakan mereka.Dan pada akhirnya kehadiran dan perkataan Tuhan Yesus bisa membangkitkan dan mengobarkan semangat mereka kembali.

Refleksi untuk pamong

  1. Apakah kita pernah atau bahkan sering kecewa karena harapan atau doa kita tidak terwujud sesuai dengan harapan kita dan justru yang terjadi adalah yang sebaliknya yang tidak kita harapkan?
  2. Jika harapan kita tidak terwujud, apakah kita akan “pergi” seperti murid yang pergi ke Emaus meninggalkan teman-temannya?
  3. Masih bisakah kita mendengar “suara Tuhan” dan kembali lagi ke “pelayanan” kita?

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:

  1. Anak mengerti cerita Yesus berjalan bersama murid-murid-Nya
  2. Anak mengerti bahwa Yesus selalu menyertai saat mereka sedih

Alat peraga:

  1. Gambar / “wayang” / boneka 2 orang murid Yesus dan Yesus (atau peralatan yang lain disesuaikan dengan metode yang akan digunakan oleh pamong).
  2. “Rambu-rambu” penunjuk jalan bertuliskan Emaus dan Yerusalem

(Jika memungkinkan, anak-anak bisa diajak berjalan berkeliling Bisa diluar ataupun di dalam ruangan).

Siapkan beberapa pos (jumlah pos disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing- masing jemaat) pemberhentian untuk bercerita (dibuat seperti perjalanan “jalan salib”).

Pembukaan
Selamat pagi anak – anak,
Siapa yang pernah berjalan – jalan? Kemana? Dengan siapa? Senang atau tidak?

Nah, yuk sekarang kita lihat perjalanan 2 orang murid Yesus seperti yang tertulis di Injil Lukas 24: 13-35
Yuk kita lihat mereka mau kemana ya? Apa yang terjadi di jalan?

(Pamong membuka Alkitab. Meskipun anak-anak belum bisa membaca, tetap bukalah Alkitab supaya anak-anak tahu bahwa kisah Yesus menampakkan diri setelah bangkit, benar-benar ada di dalam Alkitab. Dan anak-anak juga belajar mengenal nama-nama kitab/ Injil)

Inti penyampaian
(Anak-anak diajak menyusuri jalan-jalan itu. Tiap pos berhenti untuk mendengarkan cerita.

Pos 1
Dua orang murid Tuhan Yesus berjalan menuju ke kota Emaus. Wajah mereka terlihat sedih. Mereka berjalan sambil bercakap-cakap

Pos 2
Tiba-tiba Yesus datang berjalan bersama mereka. Tetapi mereka tidak mengenal Yesus.
Yesus bertanya,” apa yang kalian bicarakan?”
Kleopas menjawab,” apakah kamu tidak tahu, Yesus mati disalib tiga hari yang lalu. Teman-teman kami mengatakan Yesus sudah bangkit

Pos 3
Yesus berkata,” bukankah Yesus sang Juru Selamat memang harus mati di kayu salib ?”

Pos 4
Ketika hari hampir malam, mereka mengajak Yesus untuk singgah.
Pada waktu makan, Yesus mengambil roti, mengucapkan berkat, memecah-mecahkan roti itu dan membagikannya kepada mereka.

Pos 5
Kedua murid itu teringat, Yesus pernah melakukan hal itu.
Lho, bukannya ini Yesus?
Tetapi Yesus sudah tidak ada lagi disana.

Lalu kedua murid itu cepat-cepat kembali ke Yerusalem untuk menceritakan hal itu kepada teman-temannya, murid-murid Yesus yang lainnya

(ajaklah anak-anak untuk berjalan berbalik arah kembali lagi ke pos 1)

Penerapan
Nah anak-anak, kita sudah tahu kalau Yesus berjalan bersama-sama murid-Nya. Yesus juga berjalan bersama kita semua, juga waktu kita sedih. Yesus menyertai kita melalui ayah, ibu, guru, atau saudara dan teman kita
(pamong memberikan contoh-contoh yang lebih konkrit, nyata dalam peristiwa yang sering dialami anak-anak)

Aktivitas
Membuat “sandal” bertuliskan Yesus berjalan bersama …. (nama anak-anak)
Ajak anak-anak berjalan menyusuri pos-pos tadi sambil bernyanyi “jalan serta Yesus”


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

 Tujuan:

  1. Anak dapat mengerti cerita Yesus berjalan bersama murid-murid-Nya
  2. Anak mengerti bahwa Yesus selalu menyertai saat mereka sedih

Alat peraga:

  1. Gambar / “wayang” / boneka 2 orang murid Yesus dan Yesus ( atau peralatan yang lain disesuaikan dengan metode yang akan digunakan oleh pamong).
  2. “Rambu-rambu” penunjuk jalan bertuliskan Emaus dan Yerusalem

(Jika memungkinkan, anak-anak bisa diajak berjalan berkeliling. Bisa diluar ataupun di dalam ruangan).
Siapkan beberapa pos (jumlah pos disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing- masing jemaat) pemberhentian untuk bercerita (dibuat seperti perjalanan “jalan salib”).

Pembukaan
Selamat pagi anak – anak,
Siapa yang pernah berjalan – jalan Kemana? Dengan siapa? Senang atau tidak? Apa yang terjadi dalam perjalanan?
Nah, yuk sekarang kita lihat perjalanan 2 orang murid Yesus seperti yang tertulis di Injil Lukas 24: 13-35
Yuk kita lihat mereka mau kemana ya? Apa yang terjadi di jalan?
(Ajak anak-anak membaca Alkitab dengan cara yang kreatif)

Inti penyampaian
(Anak-anak diajak menyusuri jalan-jalan itu. Tiap pos berhenti untuk mendengarkan cerita.

Pos 1
Dua orang murid Tuhan Yesus berjalan menuju ke kota Emaus. Wajah mereka terlihat sangat sedih. Mereka berjalan sambil bercakap-cakap

Pos 2
Tiba-tiba Yesus datang berjalan bersama mereka. Tetapi mereka tidak mengenal Yesus.
Yesus bertanya,” apa yang kalian bicarakan?”
Kleopas menjawab,” apakah hanya engkau orang asing yang tidak tahu apa yang terjadi disini? Yesus orang dari Nazaret mati disalib tiga hari yang lalu.

Teman-teman kami mengatakan Yesus sudah bangkit.

Pos 3
Yesus berkata,” bukankah Yesus sang Juru Selamat memang harus menderita dan mati di kayu salib?”

Pos 4
Ketika hari hampir malam, mereka mengajak Yesus untuk singgah di sebuah rumah.
Pada waktu makan, Yesus mengambil roti, mengucapkan berkat, memecah-mecahkan roti itu dan membagikannya kepada mereka.

Pos 5
Kedua murid itu teringat, Yesus pernah melakukan hal itu. Lho, bukannya ini Yesus? Tetapi Yesus sudah tidak ada lagi disana.

Pos 6
Lalu kedua murid itu cepat-cepat kembali ke Yerusalem untuk menceritakan hal itu kepada teman-temannya, murid-murid Yesus yang lainnya
(ajaklah anak-anak untuk berjalan berbalik arah kembali lagi ke pos 1)

Penerapan
Nah anak-anak, kita sudah tahu kalau Yesus berjalan bersama-sama murid-Nya pada waktu mereka sedih dan merasa tidak ada harapan. Tidak ada lagi yang bisa menolong mereka. Tetapi Yesus mau datang untuk memberi semangat kepada mereka. Meskipun Yesus sudah mati, tetapi Yesus bangkit lagi, dan masih tetap hadir untuk menyertai dan menguatkan murid-murid-Nya.

Yesus juga berjalan bersama kita semua, juga waktu kita sedih. Yesus menyertai kita melalui ayah, ibu, guru, atau saudara dan teman kita.
(pamong memberikan contoh-contoh yang lebih konkrit, nyata dalam peristiwa yang sering dialami anak-anak)

Aktivitas
Membuat “sandal” bertuliskan Yesus berjalan bersamaku. Di bagian belakang “sandal” tersebut , anak-anak menuliskan pada waktu apa saja mereka merasa Yesus menyertai mereka,


 TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

 Tujuan:

  1. Anak dapat menganalisis pentingnya tindakan Yesus saat menjelaskan Kitab Suci dan memecahkan roti.
  2. Anak dapat menyebutkan pentingnya kehadiran Tuhan yang tidak selalu tampak secara fisik tetapi dapat dirasakan melalui Firman dan tindakan nyata.

Alat peraga:

  1. Gambar / “wayang” / boneka 2 orang murid Yesus dan Yesus (atau peralatan yang lain disesuaikan dengan metode yang akan digunakan oleh pamong).
  2. “Rambu-rambu” penunjuk jalan bertuliskan Emaus dan Yerusalem

(Jika memungkinkan, anak-anak bisa diajak berjalan berkeliling. Bisa diluar ataupun di dalam ruangan).
Siapkan beberapa pos (jumlah pos disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing- masing jemaat) pemberhentian untuk bercerita (dibuat seperti perjalanan “jalan salib”).

Pembukaan
Selamat pagi anak – anak,
Siapa yang pernah berjalan – jalan? Kemana? Dengan siapa? Senang atau tidak? Apa yang terjadi dalam perjalanan?
Nah, yuk sekarang kita lihat perjalanan dua orang murid Yesus seperti yang tertulis di Injil Lukas 24: 13-35
Yuk kita lihat mereka mau kemana ya? Apa yang terjadi di jalan?
(Ajak anak-anak membaca Alkitab dengan cara yang kreatif)

Inti penyampaian
(Anak-anak diajak menyusuri jalan-jalan itu. Tiap pos berhenti untuk mendengarkan cerita.

Pos 1
Dua orang murid Tuhan Yesus berjalan menuju ke kota Emaus. Wajah mereka terlihat sangat sedih. Mereka berjalan sambil bercakap-cakap

Pos 2
Tiba-tiba Yesus datang berjalan bersama mereka. Tetapi mereka tidak mengenal Yesus. Yesus bertanya ,” apa yang kalian bicarakan?”
Kleopas menjawab,” apakah hanya engkau orang asing yang tidak tahu apa yang terjadi disini? Yesus orang dari Nazaret mati disalib tiga hari yang lalu.
Teman-teman kami mengatakan Yesus sudah bangkit.

Pos 3
Yesus berkata,” bukankah Yesus sang Juru Selamat memang harus menderita dan mati di kayu salib?”
Yesus juga mengatakan segala yang ada di dalam kitab suci

Pos 4
Ketika hari hampir malam, mereka mengajak Yesus untuk singgah di sebuah rumah.
Pada waktu makan, Yesus mengambil roti, mengucapkan berkat, memecah-mecahkan roti itu dan membagikannya kepada mereka.

Pos 5
Kedua murid itu teringat, Yesus pernah melakukan hal itu. Lho, bukannya ini Yesus? Tetapi Yesus sudah tidak ada lagi disana.

Pos 6
Kedua murid itu ingat, hati mereka berkobar-kobar ketika Yesus menjelaskan isi kitab suci
Lalu kedua murid itu cepat-cepat kembali ke Yerusalem untuk menceritakan hal itu kepada teman-temannya, murid-murid Yesus yang lainnya
(ajaklah anak-anak untuk berjalan berbalik arah kembali lagi ke pos 1)

Penerapan
Nah anak-anak, kita sudah tahu kalau Yesus berjalan bersama-sama murid-Nya pada waktu mereka sedih dan merasa tidak ada harapan. Tidak ada lagi yang bisa menolong mereka. Tetapi Yesus mau datang untuk memberi semangat kepada mereka. Meskipun Yesus sudah mati, tetapi Yesus bangkit lagi, dan masih tetap hadir untuk menyertai dan menguatkan murid-murid-Nya.

Yesus juga berjalan bersama kita semua, juga waktu kita sedih. Seperti dua orang murid yang bisa merasakan semangat ketika Yesus mengatakan tentang isi kitab suci. Mereka tidak mengenali Yesus secara fisik, tapi kata-kata-Nya menguatkan mereka.

Saat ini Yesus juga hadir menyertai kita saat kita sedih melalui Firman-Nya. Maka kalau kita sedih, kita bisa berdoa dan tetap rajin membaca Firman Tuhan. Selain itu Tuhan juga hadir melalui ayah, ibu, guru, atau saudara dan teman kita

(pamong memberikan contoh-contoh yang lebih konkrit, nyata dalam peristiwa yang sering dialami anak-anak)

Aktivitas
Ajak anak-anak untuk menuliskan ayat-ayat yang menghibur dan menguatkan pada waktu sedih

(pamong bisa menyiapkan beberapa ayat, untuk membantu anak-anak jika mereka kesulitan. Jika diizinkan menggunakan HP, anak-anak bisa diminta mencari ayat tersebut melalui Hp)

Tiap anak cukup menuliskan 1 ayat saja yang menjadi favorit mereka.

(dengan kreativitas pamong, tulisan ini bisa dibuat menarik, misalnya dituliskan di foto masing-masing anak, sehingga mereka bisa menyimpannya)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak