Bacaan: Kejadian 25: 29-34
Nats: Kata Yakub, “Bersumpahlah dulu kepadaku.” Esau pun bersumpah kepadanya dan menjual hak kesulungannya kepada Yakub. (Kejadian 25: 33)
Pada suatu hari, Yakub sedang memasak sup. Ketika kakaknya, Esau, pulang dari berburu, Esau sangat lapar dan meminta sup itu. Yakub mau memberi supnya, tetapi dengan satu syarat: Esau harus menjual hak kesulungannya. Esau setuju karena ia lebih memikirkan rasa laparnya daripada janji besar yang ia miliki sebagai anak sulung.
Perbuatan Yakub memang tidak baik – ia memanfaatkan keadaan Esau. Tetapi Tuhan tetap memilih Yakub untuk melanjutkan janji-Nya kepada Abraham dan Ishak. Mengapa? Bukan karena Yakub sempurna, tetapi karena Tuhan bisa mengubah hati seseorang, bahkan yang penuh tipu muslihat, menjadi orang yang setia kepada-Nya.
Teman-teman, dalam kehidupan sehari-hari kita mungkin pernah berbuat salah atau tidak jujur, tetapi Tuhan dapat mengubah hidup kita. Ketika kita mau belajar jujur, taat dan meminta ampun, Tuhan bisa membentuk kita menjadi pribadi yang Ia pakai untuk rencana baik-Nya Sama seperti Yakub yang akhirnya menjadi penerima janji besar Tuhan.
- Tulislah kesalahan apa yang pernah kamu lakukan :
______________________________________________________
______________________________________________________ - Buatlah janji agar kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama :
______________________________________________________
______________________________________________________
Doaku: “Terima kasih Tuhan, karena Engkau mau mengubah hatiku. Tolong aku untuk selalu jujur, tidak menipu, dan mau dipakai oleh-Mu seperti Yakub. Amin.”