Bacaan: Kejadian 26: 31
Nats: Keesokan harinya bersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudia Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai. (Kejadian 26:31)
Setelah Ishak berdamai dengan Abimelekh, mereka saling mengucapkan sumpah dan berpisah dalam damai. Tidak ada lagi rasa marah atau iri. Mereka sekarang bisa merasakan sukacita dan damai sejahtera. Dengan sikapnya yang rendah hati, Ishak menunjukkan bahwa Tuhan bisa mengubah musuh menjadi teman dan membawa kedamaian di tempat yang sebelumnya penuh pertengkaran, dan merubah hati yang penuh amarah menjadi hati yang penuh damai sejahtera dan sukacita.
Yuk kita belajar untuk bisa menjadi pembawa damai di rumah, sekolah, di gereja, di tempat les, di antara teman-teman. Saat kita memilih berkata lembut dan tidak membalas teman yang berkata kasar, kita sedang menjadi seperti Ishak, anak yang membawa damai dan sukacita bagi orang lain.
Hari ini, pujilah satu temanmu dengan kata yang baik
Dan lihat bagaimana ia tersenyum.
Klik pada gambar untuk memperbesar
Doaku: Tuhan Yesus, jadikan aku anak yang membawa damai dan sukacita di mana pun aku berada, Amin