Aman Karena Iman Pancaran Air Hidup 22 Desember 2025

22 December 2025

Bacaan: Yesaya 33 : 17 – 22  |  Pujian: KJ. 407
Nats: “Sebab, TUHANlah Hakim kita, TUHANlah Panglima kita, TUHANlah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita.” (Ayat 22)

Rasa aman dibutuhkan oleh semua orang. Dengan perasaan yang aman maka kita bisa melakukan berbagai hal dengan nyaman dan tenang. Sehingga sangat dipahami jika banyak orang mengupayakan rasa aman tersebut dalam kehidupannya. Kunci, gembok, alarm, pengawalan, tembok yang tebal dan tinggi. Melalui hal-hal itulah manusia mengira bahwa hidupnya akan aman. Yang menjadi pertanyaan untuk kita orang-orang yang beriman kepada Tuhan Yesus, “Apakah yang membuat kita merasa aman?” Penulis Yesaya mengingatkan dalam ayat 2, “Sebab, TUHANlah Hakim kita, TUHANlah Panglima kita; TUHANlah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita.” Ya, Tuhanlah yang memberikan rasa aman dalam hidup kita. Dialah sumber kehidupan dan kekuatan kita. Dalam setiap peristiwa hidup yang kita alami Dia tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Dia menjaga kita dengan segala kuasa yang ada pada-Nya.

Bangsa Israel sudah sampai pada puncak pengharapan akan keselamatan dari Allah. Selama ini mereka hidup dalam penderitaan dan penindasan. Tak lama lagi mereka akan  menyaksikan wujud nyata janji Allah. Dengan penuh keyakinan Yesaya menyampaikan bahwa Allah akan segera bangkit menyelamatkan bangsa Israel. Allah akan menjadi Hakim yang adil. Tidak ada satu bangsa pun yang akan luput dari penghakiman-Nya. Tiba saatnya mereka akan menerima ganjaran atas perbuatan jahat mereka. Yesaya juga menyatakan bahwa Allah adalah Raja bangsa Israel. Ia akan menyelamatkan mereka dari ketidakadilan. Allah akan menyatakan keadilan dan kebenaran di tengah umat-Nya. Ketakutan dan penindasan akan sirna. Umat-Nya akan hidup dalam jaminan keselamatan Allah. Allah akan memberkati dan melindungi mereka. Mereka akan selalu merasa aman dan melihat kemuliaan Allah.

Sebagai anak-anak Allah, seringkali dunia memperlakukan kita dengan tidak adil sekalipun kita telah melakukan kebenaran, hidup baik, dan bekerja dengan jujur. Mungkin kita tidak dapat menghilangkan ketidakadilan dan kejahatan itu, namun kita tahu dan percaya bahwa Allah akan datang sebagai Hakim yang Mahaadil. Itulah akhir dari segala kejahatan dan dosa sekaligus pengharapan bagi orang-orang percaya. Mari kita menantikan kedatangan Allah dengan terus berpegang teguh dalam iman kepada-Nya. Kiranya Roh Kudus meneguhkan kita. Amin. [Life].

“Aman itu dekat, sedekat iman kita.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak