Terang, Siapa Takut! Tuntunan Ibadah Remaja 28 Desember 2025

15 December 2025

Tahun Gerejawi: Minggu setelah Natal
Tema: Hidup dalam terang Kristus
Judul: Terang, Siapa Takut!

Bacaan: Yohanes 8:12-19
Ayat Hafalan: …“Akulah terang dunia; siapa saja yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan” (Yohanes 8:12 TB2)

Lagu Tema:

  1. Kidung Siwi 128 Terang Dunia
  2. Kidung Siwi 90 Payo Ndherek Gusti

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Yesus Adalah Terang Dunia; Keabsahan Kesaksian Yesus tentang Diri-Nya (8:12-20)

Perikop-perikop selanjutnya dalam pasal ini diisi dengan perdebatan antara Kristus dan orang-orang berdosa yang menentang-Nya, yang bahkan mempermasalahkan perkataan paling lembut yang keluar dari mulut-Nya. Tidak pasti apakah perselisihan ini terjadi pada hari yang sama ketika perempuan yang berzinah itu dibebaskan atau tidak. Mungkin saja ini adalah hari yang sama, sebab penulis Injil ini tidak menyebutkan hari yang lain, dan memperhatikan (ay. 2) betapa pagi-pagi benar Kristus memulai pekerjaan-Nya pada hari itu.

Dalam ayat-ayat perikop di atas ini kita mendapati:

  1. Ajaran agung yang diletakkan, disertai dengan penerapannya. Ajaran itu adalah, bahwa Kristus adalah terang dunia (ay. 12. Yesus Kristus adalah Terang dunia. Salah seorang Rabi pernah berkata bahwa Terang adalah nama Mesias, seperti ada tertulis (Dan. 2:22), “Dan terang ada pada-Nya.” Allah adalah terang, dan Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Kesimpulan dari ajaran ini adalah, barangsiapa mengikut Aku, seperti pengembara yang mengikuti terang dalam gelapnya malam, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan mempunyai terang hidup.
  2. Keberatan yang diajukan orang-orang Farisi terhadap ajaran ini, dan keberatan itu sangatlah sepele dan sembrono: “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar” (ay. 13). Dalam keberatan ini, mereka memandang perkataan Yesus sebagai bahasa cinta diri.
    Namun, dalam hal ini keberatan itu sangat tidak adil, karena:

    • Mereka menjadikan sebagai kejahatan-Nya. Bukankah Musa dan semua nabi bersaksi bagi diri mereka sendiri ketika mereka menyatakan diri sebagai utusan-utusan Allah? Bukankah orang-orang Farisi sendiri bertanya kepada Yohanes Pembaptis, “Apakah katamu tentang dirimu sendiri?”
    • Mereka mengabaikan kesaksian semua saksi yang lain, yang menyokong kesaksian-Nya tentang diri-Nya sendiri. Ajaran-Nya ditegaskan oleh lebih dari dua atau tiga saksi yang dapat dipercaya, yang cukup untuk membenarkan setiap perkataan di dalam ajaran-Nya itu.
  3. Tanggapan Kristus terhadap keberatan mereka ini (ay. 14). Dia tidak menjawab mereka dengan pedas seperti yang bisa saja diperbuat-Nya, tetapi sebaliknya, dengan terang-terangan Ia membenarkan diri-Nya sendiri. Dia mempertahankan bahwa kesaksian-Nya itu tidak mengurangi kebenaran dari bukti-bukti-Nya yang lain, tetapi justru diperlukan untuk menunjukkan kuatnya bukti-bukti itu. Dia adalah Terang dunia, dan sudah menjadi sifat terang yang membuktikan dirinya sendiri. Prinsip-prinsip utama membuktikan kebenarannya sendiri. Dia mengemukakan tiga hal untuk membuktikan bahwa kesaksian-Nya, meskipun berasal dari diri-Nya sendiri, adalah benar dan meyakinkan.

Kristus menyatakan, bahwa orang-orang yang “menyangkal kesaksian-Nya” adalah hakim-hakim yang sangat tidak mampu untuk menghakimi-Nya dan untuk menghakimi ajaran-Nya, dan karena itu mereka tidak perlu dihiraukan. Kesaksian-Nya tentang diri-Nya sendiri sudah cukup didukung dan dibenarkan oleh kesaksian Bapa-Nya yang bersama-Nya dan yang bersaksi untuk-Nya (ay. 16): dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar. Dia memang menghakimi di dalam pengajaran-Nya (9:39), meskipun bukan secara politis.

Refleksi Untuk Pamong
Like and dislike dalam hidup sehari-hari masih sering terjadi. Subjektifitas dalam memandang orang atau suatu peristiwa kadang mengaburkan esensinya. Demikianlah yang dialami oleh orang-orang yang membeci (hatters) Tuhan Yesus. Apapun yang Dia lakukan tetap saja salah di mata mereka. Seperti dalam kisah hari ini. Esensi dari pengajaran Tuhan Yesus adalah Dialah terang dunia. Tetapi bagi para pembenci, mereka justru gagal paham dan mempermasalahkan tentang legalitas/ keabsahan pernyataan tersebut. Mereka kehilangan pesan utama, bahkan menolaknya, lalu apa yang didapat? Mereka hanya sibuk memupuk kebencian dan menyusahkan diri dengan hal-hal yang tidak utama.

Mungkin diantara pamong juga ada yang pernah mengalaminya, karena rasa suka/ tidak suka terhadap seseorang kita kehilangan hal penting dan utama. Dari renungan kali ini, mari kita belajar untuk fokus pada hal penting. Terlebih dalam pernyataan Tuhan Yesus, “Akulah Sang Terang”, maka mari kita juga hidup dalam terang. Memandang sesama dengan kaca mata yang baik, sehingga hati kitapun tidak teracuni oleh iri dan dengki.

Tujuan:

  1. Remaja memahami bahwa hidup dalam terang berarti hidup dalam kebenaran dan kasih.
  2. Remaja berkomitmen untuk hidup dalam terang dengan menjauhi kejahatan dan melakukan yang benar.
  3. Remaja dapat mengidentifikasi bagaimana kehidupan dalam terang dapat berdampak pada relasi dengan sesama.

Pendahuluan
Selamat pagi para remaja, bagaimana sudah merealisasikan aktivitas yang didiskusikan minggu lalu kah? (beri waktu remaja menjawab, dan bagi yang sudah melaksanakan pertanyaan bisa dilanjutkan dengan kesan-kesan dari para remaja). Ada banyak sebutan/ gelar untuk menyebut Tuhan Yesus, coba remaja sebutkan! (beri kesempatan remaja menjawab) Bacaan hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa Dialah Sang Terang. Apa maksudnya?

Inti Penyampaian
Terang menjadi hal yang penting, tanpa terang banyak hal tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Jangankan hal-hal besar, sekadar berjalan saja mungkin tidak bisa kita lakukan dengan baik tanpa terang. Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya adalah Terang, dengan kata lain Dia adalah penyokong kehidupan dunia ini! Sejatinya itu adalah hal baik, tapi ternyata tidak semua orang menerima dengan baik? Mengapa? (beri kesempatan untuk menjawab).

Terang itu baik, tapi tidak semua orang senang dengan hal benderang. Dalam terang orang tidak lagi bisa melakukan suatu kejahatan/ penyimpangan, karena dunia akan melihatnya. Itulah mengapa ada orang yang tidak suka dengan terang. Para ahli Taurat dan Farisi juga tidak senang dengan pernyataan Tuhan Yesus. Karena mereka terlanjut tidak suka pada-Nya. Apapun yang disampaikan oleh orang yang tidak disukai tidak akan diperhatikan, kalau bisa diperdebatkan! Mungkin begitulah prinsip Ahli Taurat dan Farisi. Karenanya mereka kehilangan bagian terpenting, mereka sibuk memperdebatkan hal yang tidak esensial. Sayang sekali, bahkan ketika sang terang datang mereka masih hidup dalam kegelapan (hati).

Menariknya di perikob ini Tuhan Yesus tidak membalas sanggahan mereka dengan keras/ hardikan seperti di bagian kitab lainnya. Tuhan  Yesus fokus pada apa yang disampaikan dan menguatkan argumen-Nya. Hal ini semakin menunjukkan makna keberadaan terang itu. Bahwa Dia menjadikan segala sesuatu menjadi jelas. kadang hal itu seperti 2 mata pisau, tidak hanya “merobek” hal buruk di luar diri kita, tetapi juga diri kita terkena. Karena itu disuatu waktu terang itu bisa jadi juga menakutkan, misalnya saat kita melakukan kesalahan, kecurangan atau dosa, dalam terang semua akan benderang. Tetapi dalam terang, orang tidak lagi bingung atau terganggu dengan argumen-argumen yang membingungkan, sebaliknya dalam terang mereka akan semakin mengenal dan mantap mengikut Dia.

Penerapan
Yesus Kristus adalah terang dunia, artinya termasuk diri kita. Dalam terang-Nya tidak ada hal yang bisa disembunyikan. Karenanya jika kita mengaku adalah anak-anak-Nya kita juga perlu belajar menjadi terang. Berusaha untuk hidup benar, di sekolah, di rumah, di gereja dan lingkungan, serta mewujudkan kasih kepada semua, termasuk orang yang memusuhi kita. Karena Tuhan Yesuspun melakukan yang demikian.


BAHASA JAWA

Pendahuluan
Syalom kanca-kanca remaja, piye kabare? Wis nglakoni aktivitas sing dirembug nalika ibadah Natal wingi? Piye kesan-kesan e? Nah, remaja kang kinasih, tamtu kita wes ngerti yen akeh sebutan kang sinerat ing Kitab Suci kangge nedahne sapa kui Gusti Yesus, coba sebutna! Dina iki kita diajak nggatosne salah siji sebutan kui, yaiku Gusti Yesus Pepadhanging Jagad.

Inti Penyampaian
Pepadhang tentu dadi perkara penting ing urip saben dina. Bayangne wae nek pemadaman listrik dalu, omah dadi peteng ndedet, kita ora bisa ndeleng apa-apa, malah yen mlaku ing pepeteng kita bisa tiba. Ing bacaan dina iki Gusti Yesus dhawuh yen Pajenenganipun Pepadhanging jagad. Panjenengane kang dadi penyokong uriping donya. Dhawuh lan rawuhe Gusti Yesus sang Pepadhang tamtu dadi perkara kang apik kangge dunya. Nanging anak wong-wong kang ora seneng karo dhawuh lan Panjenengane, yen miturut para Remaja, kena ngapa?

Pepadhang kui apik, nanging ora kabeh uwong seneng, awit ing sajerone padhang wong ora bisa nyingitne kelakuane sing ala, kejahatan/ penyimpangan, kabeh bakal katon cetha wela-wela. Lumrahe kuwi dadi alasan wong-wong kang ora seneng pepadhang. Para Ahli Taurat lan wong Farisi uga ora seneng tumrap dhawuhe Gusti bab sejatining Panjenenganipun. Sacara subjektif iku kelampahan jalaran rasa sengit/ ora seneng tumrap Gusti Yesus. Yen wes ora seneng nang wong e mesti apa wae sing dingendikakne uga ora disenengi, malah yen bisa dilawan wae! Pikiran kang kaya ngono kui ndadekne Ahli Taurat lan Farisi kelangan perangan penting, awit luwih seneng ngomongne barang kang ora maligi/ utama. Nek dirasak-rasakne tamtu bab iku mrihatosne awit nalika sang Pepadhang rawuh wong-wong kuwi tetap milih urip ing pepeteng (peteng ati).

Nek digatekne, carane Gusti Yesus mangsuli pitakonane Ahli Taurat lan Farisi, Panjenenganipun ora mangsuli srana nundhung uga keras, kaya ing carios liyane. Panjenenganipun ora repot ngelingne/ menegur, Gusti Yesus fokus ndunungke bab Pepadhang. Wangsulan iki uga nyatakne sejatine pepadhang. Gusti Yesus ndadekne kabeh cetha, terang, jelas. Sanadyan bab iku kaya pedhang wolak-walik, orang mung nebas pepeteng ing sakiwa tengen ananging uga bisa kena ing dhiri kita dewe. Awit karana iku, bisa uga ing sawijining kahanan kita orang seneng padhang, contone nalika kita nindakna bab kan ala, curang, lan dosa. Nanging ing sajrone pepadhang kita ora bakal bingung lan mangu-mangu maneh yen ana hoax, berita aneh-aneh, kita bisa mantep milih kang bener lan pener.

Penerapan
Gusti Yesus Kristus punika pepadhanging jagad, kalebu kita anak-anak kagungane uga oleh pepadhang. Ing sajrone Pepadhange ora ana kang kaaling-alingan, ora ana barang kang bisa disingitne. Mula ayo kita padha nyinau dadi anak-anaking pepadhang. Srana ngucap lan nindakne kang bener, ing sekolah, omah, greja, masyarakat, sarta mujudna tresna mring pepadha, kalebu wong sing sengit marang kita. Lha iki, siap opo ora ya? (maringi wekdal kangge mangsuli) Ngapa kita tumindak ngono kui? Awit Gusti Yesu uga nindakna kang megkono.

Aktivitas
Hidup dalam terang adalah melakukan kebaikan dan kasih.

Minta remaja untuk membuat rencana perilaku baik dan kasih dalam 1 minggu ini. Kemudian membagikan rencana perbuatan baik di WA Group remaja. Setiap hari di jam yang disepakati semua remaja berbagi apakah rencana yang dibuat sudah terealisasi, seandainya tidak terealisasi mungkin mereka bisa diminta untuk menceritakan sebab/ alasannya. Pamong dan teman-teman bisa saling memberi respon atas cerita para remaja.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak