Bacaan: Mazmur 46 : 1 – 12 | Pujian: KJ. 415
Nats: “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” (Ayat 2)
Pada zaman dahulu, sebuah kota sering kali menjadi tempat perlindungan. Banyak bangsa membangun kota mereka dengan tembok yang kokoh sebagai kubu pertahanan, untuk menghindari serangan musuh. Kehidupan umat Tuhan juga digambarkan oleh pemazmur seperti sebuah kota. Allah sendiri menjadi benteng teguh yang menjamin keamanan dan keselamatan hidup umat-Nya. Dalam Mazmur 46 ini, Pemazmur menggambarkan bahwa Tuhan menghimbau umat-Nya untuk tetap diam dengan tentram (Ay. 3-4), sekalipun bumi berubah dan mengalami kehancuran, sekalipun gunung-gunung bergoncang dan bergoyang. Sebuah ajakan yang mustahil bisa dilakukan. Namun Pemazmur mengingatkan untuk menemukan keberanian dan keyakinan ini di dalam Tuhan (Ay. 5). Ia adalah pencipta alam semesta, Ia adalah tempat perlindungan, kekuatan, dan penolong. Pemazmur mengajak umat untuk secara penuh hanya bersandar kepada Tuhan.
Mazmur 46 merupakan penghiburan yang luar biasa selama masa-masa sulit. Di tengah perang, situasi krisis dalam ayat 10 tiba-tiba berubah dan Tuhan mulai berkata, ”Hai Engkau! Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Tuhan.” Latar belakang Mazmur 46 tertulis dalam 2 Raja-raja 18:19; 2 Tawarikh 32 dan Yesaya 36-37. Pada waktu itu, Sanherib, Raja Asyur menyerang dan mengepung Yerusalem serta mengintimidasi melalui kata-katanya yang menghujat Tuhan, raja, dan rakyat Yehuda. Setelah raja Hizkia dan nabi Yesaya berdoa, maka Tuhan mengirim malaikat-Nya untuk berperang dan melenyapkan semua pahlawan Asyur, bahkan Sanherib raja Asyur mati oleh tangan anak-anaknya sendiri ketika lari kembali ke negerinya. Tuhan tetap berkuasa di atas segala keadaan.
Apakah yang sedang kita hadapi saat ini? Apakah ada ketakutan yang menghantui kehidupan kita? Apakah kita mengalami pergumulan yang mengancam kehidupan kita? Yakinlah dan tenanglah, ada Dia yang adalah pelindung, kekuatan, dan penolong. Sekalipun badai hidup menerpa kita, Allah adalah satu-satunya tempat perlindungan yang memberi keteduhan, kekuatan, dan keteguhan. Dia memang tidak pernah menjanjikan bahwa hidup ini baik-baik saja, bahwa hidup ini penuh dengan kemudahan-kemudahan. Tidak sama sekali. Namun satu kepastian yang Dia nyatakan kepada kita, Dialah satu-satunya pelindung, kekuatan, dan penolong kita. Oleh karenanya mari kita hadapi apapun realitas kehidupan kita hanya dengan bersandar kepada-Nya. Amin. [Life].
“Tuhan adalah penolong yang setia.”