Bacaan: Mazmur 113 : 1 – 9 | Pujian: KJ. 51 : 1
Nats: “TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.” (Ayat 4)
Berapa kali kita membaca kitab suci setiap hari atau berapa banyak waktu yang kita luangkan untuk membaca kitab suci? Tentu kita bisa menjawab dengan beragam. Ada yang selalu membaca setiap hari satu perikop, ada yang membaca melalui kiriman grup Whatsapp atau teman yang setia meneruskan pesan bernuansa teologis, atau hanya sepintas saja, saat kita mengikuti ibadah Kemisan atau ibadah Minggu. Di hampir semua aspek kehidupan umat percaya, umat percaya menggunakan Kitab Suci sebagai pegangan hidup sebagai renungan dan penguatan doa, baik itu dalam ibadah ataupun persekutuan doa.
Kitab Mazmur adalah kitab yang paling mengesankan dan menginspirasi manusia dalam merefleksikan kehidupannya. Di GKJW tentu kita sudah familier dengan pendarasan Mazmur yang didaraskan setiap Minggu di gereja. Saat dinyanyikan secara bersahut-sahutan, Mazmur tersebut sungguh menguatkan hati kita lebih dari sekedar membaca. Hati pun merasa damai saat Mazmur itu dinyanyikan penuh penghayatan. Pun demikian dengan Mazmur 113 pada bacaan kita saat ini. Mazmur 113 ini merupakan pujian umat Israel atas sukacita yang mereka alami sebelum masa pembuangan ke Babel. Termasuk rasa syukur atas kebaikan dan keajaiban yang Tuhan berikan kepada mereka. Kita pun bisa melihat betapa bersukacitanya umat Israel mengungkapkan keindahan dan mahakuasaan Tuhan yang melintasi langit dan mengatasi bangsa-bangsa (Ay. 4).
Melalui pembacaan Kitab Suci ini kita boleh pula mengungkapkan rasa syukur kita lebih dalam. Mazmur ini mewakili ungkapan terdalam kita umat manusia. Ada penguatan, pengharapan, dan pengakuan atas kemahakuasaan Tuhan, bahkan ungkapan sukacita yang menginspirasi hidup orang percaya. Ada sukacita yang dalam saat kita membacanya dengan penuh kecintaan. Maka mari kita bersaksi dengan mencintai kesaksian Firman Tuhan di dalam kitab suci. Doa dan firman selalu memberi kita inspirasi dan kekuatan iman dalam menjalani kehidupan. Seperti halnya air yang memberikan kelegaan di kala dahaga, mencintai Firman Tuhan setiap hari yang disaksikan oleh Kitab Suci membawa kita pada sukacita, pengharapan, serta kekuatan untuk menjalani kehidupan yang penuh penyertaan-Nya. Amin. [LUV].
”Kitab suci adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan yang memberikan kita kekuatan serta pengharapan di tengah kegelapan.”