Momen Minggu Paskah yang kedua di tahun 2025 ini menjadi momen dan kenangan yang istimewa bagi Pdt. Sujarwo. Mengingat pada saat yang sama, beliau telah secara resmi menyandang tambahan gelar sebagai pendeta emeritus di ruang lingkup pelayanan Greja Kristen Jawi Wetan.
Ibadah dan prosesi emeritasi itu tepatnya dilangsungkan pada hari Minggu, 27 April 2025, di GKJW Jemaat Wiyung, yang merupakan Jemaat terakhir yang beliau layani sebagai pendeta aktif. Acara tersebut dihadiri oleh keluarga besar warga Jemaat Wiyung, beberapa perwakilan warga Jemaat yang pernah dilayani, para pendeta aktif maupun emeritus yang ada di lingkup Majelis Daerah Surabaya Timur I dan II.
Jemaat Wiyung juga mengundang kehadiran pendeta tugas khusus yang ditugaskan untuk melayani di sekitar wilayah Surabaya, tamu undangan khusus baik dari lembaga pemerintahan setempat maupun tokoh-tokoh masyarakat sekitar, serta menata berbagai persembahan pujian dari Vokal Grup Kharisma Seni, Duet Nita dan Joshua, dan Koor Intergenerasi. Selain itu, Jemaat Wiyung juga mempersiapkan dan menampilkan berbagai macam testimoni serta ucapan selamat dari berbagai pihak yang semakin menambah rasa bangga nan haru momen tersebut.
Pdt. Sujarwo dilahirkan di Kediri, pada 18 April 1965. Setelah menjalani berbagai tahapan jenjang pendidikan, beliau dipanggil oleh Tuhan untuk dapat membantu pelayanan di salah satu Bidang Pelayanan Majelis Agung GKJW. Masa pelayanan yang dijalani itulah yang kemudian membawanya masuk dalam dunia pelayanan yang lebih dalam lagi sebagai pendeta di GKJW.
Oleh karena dorongan tekad dan semangat, serta dukungan dari sosok-sosok yang bersejarah dalam hidupnya, beliau mendaftarkan diri untuk mengikuti program penyerapan pendeta GKJW melalui Crash Program yang diadakan oleh Majelis Agung dan dinyatakan lulus pada tahun 1993. Setelahnya, beliau mengikuti serangkaian proses penempatan vikar hingga dinyatakan layak tahbis melalui mekanisme Sidang Majelis Agung yang diadakan di Jemaat Pare, 9 Juli 1995.
Setelah memasuki babak baru sebagai seorang pendeta aktif di GKJW, Pdt. Sujarwo ditugaskan untuk melayani beberapa Jemaat di GKJW, diantaranya:
- GKJW Jemaat Gunungtumo (MD Malang II), mulai tahun 1995 – 2003,
- GKJW Jemaat Sidoreno (MD Besuki Barat), mulai tahun 2003 – 2012,
- GKJW Jemaat Pasuruan (MD Malang III Timur), mulai tahun 2012 – 2021, dan
- GKJW Jemaat Wiyung (MD Surabaya Timur II), mulai tahun 2021 – 2025.
Dalam kotbah bungsu yang didasarkan pada bacaan Injil Yohanes 20: 19-31, Pdt. Sujarwo menyampaikan bahwa sejak hari kelahirannya, setiap orang diperhadapkan pada kenyataan bahwa sejatinya hidup itu adalah sebuah proses. Setiap orang “diharuskan” untuk melalui beberapa fase atau tahapan-tahapan dalam proses itu, yaitu proses dari tidak tahu menjadi tahu, setelah tahu menjadi mengerti, dan setelah mengerti seseorang akan masuk pada tahap menjadi paham.
Pada saat para murid dipanggil oleh Tuhan Yesus, beberapa diantara mereka memiliki berbagai macam konsep tentang siapa Tuhan Yesus. Konsep-konsep awal itulah yang membuat mereka kesulitan untuk sampai pada fase pemahaman, akhirnya memunculkan kesalahpahaman akan misi apa yang dibawa oleh Tuhan Yesus ketika datang ke dunia. Apalagi jika konsep itu bercampuraduk dengan kepentingan diri atau hawa nafsu, maka dapat dipastikan bahwa proses pemahaman akan Tuhan itu semakin lebih sulit lagi untuk digapai.
Begitu juga dengan seorang pendeta. “selagi pendeta itu memikirkan dirinya sendiri, memikirkan bagaimana tabungannya banyak,… jangan harap pendeta itu sampai pada fase memahami, yang terjadi adalah salah paham”, ungkap Pdt. Sujarwo.
Pada intinya Pdt. Sujarwo berefleksi bahwa proses bagi seorang pendeta untuk dapat memahami siapa Tuhan Yesus itu berlangsung seumur hidup. Dan untuk bisa sampai pada tahap memahami itu, kita perlahan harus mampu menyingkirkan konsep-konsep awal yang kita miliki, kepetingan-kepentingan diri sendiri yang menjadi batas penghalangan kita masuk dalam proses memahami siapa Tuhan Yesus.



Momen puncak dari Ibadah emeritasi tersebut adalah dilayaninya prosesi emeritasi yang dipimpin langsung oleh Pdt. Natael Hermawan Prianto, selaku Ketua Majelis Agung GKJW dan dibacakan Surat Keputusan Emeritasi oleh Wakil Sekretaris Majelis Agung, Pdt. Widi Nugroho, yang dilanjutkan dengan prosesi doa bersama oleh para pendeta yang hadir. Suasana pun diliputi penuh dengan rasa haru dan khidmat.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya dan tertuang dalam Surat Keputusan Emeritasi, meskipun seorang pendeta sudah memasuki masa purna tugas (emeritasi) secara kelembagaan, namun status kependetaannya tetap melekat. Dalam hal ini, Pdt. Em. Sujarwo masih dapat ikut ambil bagian dalam pelayanan gerejawi, termasuk dalam pelayananan sakramen. Karena masa emeritasi adalah masa bagi seorang pendeta dilepaskan dari jabatan struktural, namun tetap memiliki peran sebagai pendeta fungsional. Hal ini sesuai dengan Tata dan Pranata GKJW tentang jabatan-jabatan khusus.
Video Ibadah Emeritasi Pdt. Sujarwo dapat diikuti dibawah ini
Foto & Video : Multimedia GKJW Jemaat Wiyung