Bacaan: Bilangan 23:11-12
Nats: “Tetapi ia menjawab: ”Bukankah aku harus berawas-awas, supaya mengatakan apa yang ditaruh Tuhan ke dalam mulutku?” (Bilangan 23:12)
Bileam hanya mau mengucapkan apa yang difirmankan Tuhan. Ia tidak mau mengutuk bangsa Israel seperti keinginan Balak sekalipun Balak terus bersikeras. Mengapa mereka sangat berbeda ya? Karena Balak melihat bangsa Israel sebagai musuh, namun Bileam melihatnya sebagai bangsa yang disertai Allah.
Mengucapkan kata-kata yang buruk seperti kata-kata umpatan, hinaan, ejekan, atau cacian, memang lebih mudah kita lakukan ya? Berbeda dengan kata-kata yang baik, seperti kata-kata pujian, semangat, atau kata-kata yang menentramkan hati, cukup sulit untuk kita lakukan dengan baik atau tulus.
Lalu dalam berteman, apakah kamu lebih sering mendengarkan kata-kata yang negatif atau kata-kata positif dari teman-temanmu? Hari ini kita diajak untuk belajar mengucapkan hal-hal yang baik (ucapan berkat) sekalipun teman meminta atau memaksa kita untuk mengucapkan kata-kata yang buruk untuk orang lain. Jangan takut untuk menolak ajakan teman itu dan berkata TIDAK! Tuhan akan menolong kita dengan cara memberikan kita keberanian dan ketulusan untuk selalu mengucapkan hal-hal yang baik, yang menjadi berkat bagi orang lain.
Doaku: “Tuhan, berkatilah bibirku agar selalu dapat mengucapkan hal-hal yang membawa berkat bagi teman-temanku. Amin.”
