Bacaan: Mazmur 23 : 1 – 6 | Pujian: KJ. 407 : 1, 4
Nats: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Ayat 4)
Pekerjaan sebagai gembala pada zaman sekarang berbeda dengan gembala pada zaman dulu, khususnya yang digambarkan dalam kitab Mazmur. Kambing domba zaman sekarang tidak banyak yang dilepaskan di padang rumput karena sebagian besar kambing domba itu ditempatkan dalam kandang yang aman, di dekat rumah pemilik. Sementara kambing domba yang dipelihara oleh gembala pada zaman dahulu lebih sering dilepas secara bebas pada siang hari untuk mendapatkan makanan di padang rumput. Oleh karena itu menuntut perhatian dan kerja keras gembala untuk menjaga kawanan domba peliharaannya agar tidak pergi terlalu jauh yang berpotensi untuk bertemu dengan predator. Tugas gembala pada zaman dulu merupakan tugas yang mulia karena bukan hanya sebatas pekerjaan tetapi upaya untuk menjaga dan memelihara salah satu ciptaan Allah dengan baik.
Daud juga menggunakan gambaran gembala sebagai gambaran Allah yang terus menjaga dan memelihara umat-Nya. Keberanian dan kesiapan Daud menghadapi segala situasi dalam hidupnya tidak lepas dari pemahamannya tentang Allah yang menjadi Gembala bagi dirinya dan bangsa Israel. Daud menyadari bahwa hidup yang ia jalani tidak selamanya berjalan dengan baik (Ay. 4), namun ia yakin bahwa Tuhan turut campur tangan. Campur tangan Tuhan ini digambarkan oleh Daud dengan penggunaan gada dan tongkat. Dua alat ini memang biasa dipakai gembala untuk melindungi domba-domba dari serangan serigala dan menjangkau domba yang tersesat.
Lantunan puji-pujian Daud ini sungguh bermakna dalam kehidupan kita saat ini. Kita yang sedang mengalami situasi yang tidak baik-baik saja karena berbagai macam tantangan dan ancaman yang kita hadapi, diingatkan untuk berseru dan berlindung kepada Tuhan Allah. Oleh karena itu, marilah kita meneladani Daud yang senantiasa percaya akan campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Kita memiliki kesiapan dan keberanian menghadapi segala situasi dan kondisi saat ini. Mari menyandarkan hidup kita, kepada Sang Gembala Agung yang menjadi pelindung dan pengayom hidup kita, sehingga terwujud damai sejahtera dalam hidup kita. Amin. [Kuh.C].
“Allah Sang Gembala Agung yang memberi kekuatan dan kemampuan kepada kita untuk menjalani kehidupan.”