Iri Hati Tuntunan Ibadah Remaja 22 Oktober 2023

9 October 2023

Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Tokoh Pemuda
Judul: Iri Hati

Bacaan: Kisah Para Rasul 11 : 1 – 18
Ayat Hafalan: “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang” (Amsal 14:30)

Lagu Tema: Kidung Ria No. 25 “Yesus Cinta Segala Bangsa”

Tujuan:

  1. Anak dapat menjelaskan sikap Petrus mempertanggungjawabkan baptisan Kornelius.
  2. Anak dapat menjelaskan hambatan untuk menerima teman yang berbeda dengan dirinya.
  3. Anak dapat menjelaskan faktor pendukung untuk menerima teman yang berbeda dengan dirinya.
  4. Anak dapat menerapkan sikap untuk menerima perbedaan sebagai ciptaan Tuhan seperti yang dicontohkan oleh Petrus.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Dalam teks ini menjelaskan bahwa Firman Tuhan terus diberitakan keluar Yerusalem (Yahudi) kepada wilayah-wilayah lain (Non Yahudi), sehingga bukan hanya orang Yahudi yang menerima Firman Tuhan melainkan juga bangsa-bangsa lain. Berita ini didengar oleh orang-orang percaya yang ada di Yudea termasuk para rasul. Kemudian hal ini menyebabkan timbul pertanyaan kepada Petrus mengapa ia masuk ke dalam rumah orang tidak bersunat dan makan bersama mereka. Petrus menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya ini bukan suatu kesalahan melainkan suatu ketaatan dan panggilan dari Tuhan Allah.

Para orang Yahudi (bersunat) mempertanyakan mengapa orang-orang dil luar mereka, yang tidak bersunat juga menerima baptisan Roh Kudus seperti apa yang telah mereka terima selama ini. Gejolak dan penolakan ini didasari oleh konteks pada saat itu, di mana orang-orang Yahudi atau orang bersunat adalah mereka yang menerima tanda perjanjian dengan Allah. Sedangkan orang-orang yang tidak bersunat adalah mereka yang bukan bagian dari Israel yang berarti tidak berhak menerima perjanjian dengan Allah. Namun, Petrus menjawab kepada mereka bahwa Allah akan memberikan karunia-Nya kepada semua bangsa sama seperti kepada orang-orang Yahudi atau orang-orang yang bersunat. Bahwa karunia Roh Kudus itu diberikan kepada semua orang atas kehendak Allah sendiri. Jadi Allah memang mengasihi semua orang, tanpa melihat dia dari golongan apa, dari bangsa apapun, yang terpenting adalah mereka percaya kepada Yesus Kristus.

Pendahuluan

  1. Ajak remaja membuka Alkitab dari Kisah Para Rasul 11 : 1 – 18 dan minta membaca secara bergantian.
  2. Pernahkah remaja merasakan iri hati? Kepada siapa rasa iri hati itu ditujukan? dan mengapa?

Cerita
Remaja yang terkasih,

Seringkali kita iri dengan orang-orang di sekitar kita entah iri dengan prestasi mereka maupun juga dengan kehidupan mereka. Kadang kita juga iri ketika melihat orang lain lebih diberkati dari pada kita, padahal orang tersebut jarang sekali ke gereja atau bahkan melakukan pelayanan.

Teman-teman yang dikasihi Tuhan,

Pada bacaan kita saat ini kita diajak bersama untuk melihat bagaimana sikap orang-orang Yahudi kepada orang-orang non-Yahudi. Para orang Yahudi (bersunat) mempertanyakan mengapa orang-orang di luar mereka, yang tidak bersunat juga menerima baptisan Roh Kudus seperti apa yang telah mereka terima selama ini. Orang-orang Yahudi menolak hal tersebut karena mereka punya anggapan bahwa hanya mereka yang bersunatlah yang menerima tanda perjanjian dengan Allah, sehingga yang berhak menerima baptisan Roh Kudus hanya kalangan orang-orang Yahudi. Sedangkan orang-orang yang tidak bersunat yang bukan bagian dari Israel tidak berhak menerima perjanjian dengan Allah dan baptisan Roh Kudus. Namun Petrus menjelaskan kepada mereka semua bahwa baptisan Roh Kudus diberikan kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Janji Roh Kudus itu akan diberikan kepada setiap orang tanpa memandang dari bangsa manapun yang terpenting mereka yang percaya kepada Yesus.

Petrus menekankan kepada mereka bahwa Allah memberikan karunia-Nya kepada semua bangsa sama seperti kepada orang-orang Yahudi atau orang-orang yang bersunat. Karunia Roh Kudus itu diberikan kepada semua orang atas kehendak Allah sendiri sehingga orang-orang Yahudi tidak berhak untuk iri hati kepada yang lain. Tuhan mengasihi setiap orang tanpa terkecuali. Karena Tuhan mengasihi setiap orang tanpa melihat perbedaan, begitu pun juga kita mari mengasihi teman-teman kita yang berbeda dengan kita dengan tulus hati bukan dengan iri hati.

Aktivitas

  1. Ajak remaja untuk menuliskan rasa iri yang pernah dialami.
  2. Pamong mengajak remaja untuk berdoa supaya remaja menghilangkan rasa iri kepada yang lain.

BASA JAWA

Carita
Para kanca ingkang kinasihipun Gusti,

Asring kita iri marang wong-wong ing sakiwa tengene, apa dheweke iri karo prestasi utawa uripe. Kadhangkala kita iri nalika ndeleng wong sing luwih diberkahi tinimbang kita, sanajan wong kasebut arang lunga menyang gereja utawa malah ngladeni.

Para kanca ingkang kinasihipun Gusti,

Wonten ing waosan kita samangke kita dipunajak sesarengan ningali kados pundi sikapipun tiyang Yahudi dhateng tiyang sanes Yahudi. Wong-wong Yahudi (sing disunat) padha takon, apa sebabe wong-wong ing sanjabane, sing ora tetak, uga nampa baptisan Roh Suci kaya sing wis ditampa nganti saiki. Wong-wong Yahudi nolak iki amarga padha duwe pangerten mung wong-wong sing disunat sing nampa tandha prajanjian karo Gusti Allah, dadi mung wong-wong Yahudi sing nduwèni hak nampa baptisan ing Roh Suci. Sauntara kuwi, wong sing ora disunat sing dudu bagéan saka Israèl ora nduwé hak nampa prejanjian karo Gusti Allah lan baptisan Roh Suci. Nanging Pétrus njlèntrèhaké marang wong-wong mau kabèh nèk baptisan Roh Sutyi diwènèhké marang saben wong sing pretyaya marang Gusti Yésus Kristus. Janji Roh Suci bakal kaparingake marang saben wong, ora preduli saka bangsa apa wae, sing paling penting yaiku wong-wong sing pracaya marang Gusti Yesus.

Pétrus nandheské marang wong-wong kuwi nèk Gusti Allah maringi peparingé marang kabèh bangsa lan uga kanggo wong-wong Yahudi utawa wong-wong sing tetak. Peparingé Roh Suci kaparingaké marang kabèh wong saka kersané Gusti Allah, supaya wong Yahudi ora nduwé hak iri marang wong liya. Gusti Allah tresna marang saben wong tanpa kajaba. Amarga Gusti Allah tresna marang saben wong tanpa weruh beda, ayo padha tresna marang kanca-kanca sing beda karo kita kanthi ikhlas, ora meri.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak