Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Ekumene : Antar Agama
Judul: Endahe Saduluran
Bacaan: Rut 1:1-22
Ayat Hafalan: “Tetapi kata Rut: Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab kemana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam : bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.” (Rut 1:16)
Lagu:
- KPJ. 357 Endahing Saduluran
- Kidung Ria 25 Yesus Cinta Segala Bangsa
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Kisah dalam Kitab Rut mengingatkan akan penyertaan Allah kepada umat-Nya di manapun mereka berada dan dalam berbagai cara kehidupan. Kisah ini dimulai dari Rut 1:1-4 , yang dilatarbelakangi terjadinya kelaparan di tanah Israel (krisis pangan) maka mengungsilah Elimelekh, isterinya, Naomi, dan kedua anaknya yaitu : Mahlon dan Kilyon ke daerah Moab. Moab adalah bagian Timur Laut mati. Negeri ini didiami keturunan Lot. Sebagian besar wilayahnya terdiri dari dataran tinggi yang diselingi jurang-jurang, dengan hutan di sana sini. Tanah pertanian di ”padang Moab” selalu subur, bahkan sewaktu Israel dilanda kelaparan. Di Moab keluarga Elimelekh menjadi pendatang yakni orang yang meninggalkan daerah asalnya karena bencana (perang, kelaparan, wabah penyakit) untuk menetap di daerah lain. Pendatang adalah warga kelas dua dengan hak-hak terbatas terkait kepemilikan tanah, pernikahan, hukum, partisipasi ibadah publik, dan kewajiban berperang. Untuk kehidupan sehari-hari, mereka mengandalkan kebaikan hati penduduk setempat.
Dikisahkan bahwa Naomi ditinggal mati oleh suaminya Elimelekh. Lalu kedua anak Naomi yaitu Mahlon dan Kilyon mengambil perempuan Moab menjadi isterinya (Orpa dan Rut). Setelah 10 tahun berdiam di negeri Moab, Naomi kembali kehilangan anggota keluarganya karena kedua anaknya mati. Kehidupan Naomi mengalami kepahitan dalam hidupnya. Naomi yang artinya “menyenangkan” dalam bahasa Ibrani tetapi hidupnya penuh dengan kepahitan (Mara)
Setelah mendengar bahwa Tuhan telah memperhatikan umatNya dengan memberikan makanan kepada mereka, maka Naomi dan kedua menantunya memutuskan berangkat pulang ke tanah Yehuda. Kejadian-kejadian yang telah menimpa hidupnya menempa pribadi Naomi menjadi sadar diri, harus bangkit untuk menjalani hidup dengan menantunya. Tetapi dalam perjalanan Naomi berkata kepada menantunya untuk pergi dan pulang masing-masing ke rumah ibunya (ayat 8 & 12). Naomi menyadari penderitaannya sehingga dia memikirkan kedua menantunya agar kembali ke bangsanya, agar tidak merasakan penderitaan seperti dirinya. Naomi juga menekankan supaya menantunya menikah kembali. Sebaliknya sebagai menantu Orpa dan Rut juga sangat mengasihi ibu mertuanya, sehingga ketika Naomi menyuruh mereka pulang Orpa dan Rut menangis keras dan berkata “ tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu”. Ketika untuk kedua kalinya ketika Naomi menyuruh menantunya pergi Orpa dan Rut tetap menangis keras, lalu Orpa mencium mertuanya untuk minta diri tetapi Rut tetap berpaut padanya. Rut berkata : “jangan desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab kemana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan dimana engkau bermalam disitu jugalah aku bermalam; bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku”. Disini kita melihat bagaimana Rut mengakui pernikahannya mengikat kasih kepada suaminya juga kepada mertuanya atau keluarganya, bangsanya dan juga Tuhannya. Kedekatan Rut dengan Naomi selama ini mengajarkan bagaimana Tuhan yang disembah Naomi adalah Tuhan yang penuh belas kasihan sehingga dia pun memiliki belas kasihan kepada mertuanya.
Ketika Naomi dan Rut sampai di Betlehem (tempat asalnya), orang-orang menyambutnya dengan menyebut namanya : “Naomi kah itu ? “. Kata tanya di sini menunjukkan seru karena gembira atas kembalinya Naomi dan mereka menyambutnya. Tetapi Naomi merespon sapaan itu dengan mengatakan “jangan sebut namaku Naomi; sebutkanlah aku Mara,…” (ayat 20). Perspektif Naomi, kemalangan yang menimpanya akibat Tuhan memberi kesaksian yang memberatkan dirinya dan ia dinyatakan bersalah (ayat 21) sehingga Naomi merasa tak berdaya menghadapi Tuhan sebagai lawannya kecuali memohon belas kasihan Tuhan. Kepulangan dari babak hidup yang susah dan pahit Naomi dan Rut sampai di Betlehem yang pada saat itu musim panen (musim menuai jelai). Panen adalah saat gembira untuk merayakan kebaikan dan kemurahan Tuhan, juga saat yang tepat untuk berbuat baik kepada orang miskin, hal ini menunjukkan ada pengharapan dan belas kasihan Tuhan bagi Naomi.
Refleksi Untuk Pamong
Kisah Naomi dan Rut adalah kisah dua orang perempuan berbeda latar belakang budaya, bangsa dan agama. Walaupun berbeda, akan tetapi mereka dapat hidup bersama dan saling mengasihi satu dengan yang lain. Kasih yang mereka miliki meruntuhkan sekat-sekat yang ada. Bahkan mereka terus dapat hidup bersama walaupun kehidupan mereka dalam kondisi yang tidak baik. Pamong diingatkan bahwa kasih yang mereka miliki akan meruntuhkan sekat-sekat yang ada, walaupun berbeda latar belakang dengan anak-anak maupun pamong lainnya tetapi tetap bisa bersama saling mengasihi.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali sikap Rut untuk terus bersama-sama dengan Naomi, mertuanya.
- Anak dapat mengulang ayat Rut 1:16
Alat Peraga
- Pamong menyiapkan gambar jari-jari tangan di tempel di papan depan kelas atau di pegang saat bercerita (sesuai situasi kelas).
- Pamong menyiapkan kaleng kecil yang diisi kaleng separuhnya.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
(Pamong menunjukkan gambar tangan)

Tahu tidak ini gambar apa ya? Iya, ini adalah gambar jari tangan. Mari kita lihat jari tangan kita masing-masing. Wah bersyukur kita semua memiliki jari tangan. Masing-masing jari tangan ini berbeda dan memiliki fungsinya masing-masing. Mau tahu? Di sini ada sebuah ember kecil yang berisi air, mari kita coba mengangkat ember ini.
- Pamong mengangkat ember menggunakan kelingking, lalu bergantian dengan jari manis, jari tengah, telunjuk dan ibu jari. Lalu tanya kepada anak-anak kira-kira mana yang paling kuat mengangkat ember dari kelima jari?
- Setelah itu pamong mengangkat ember menggunakan tangan (semua jari). Lalu tanya kepada anak-anak berbeda tidak dengan saat mengangkat dengan jari-jari saja?
Anak-anak, ternyata ember ini lebih mudah diangkat saat menggunakan semua jari-jari bersamaan dibanding saat diangkat dengan jari satu persatu. Apa maknanya? Saat jari-jari yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda ini bersatu, bersama-sama maka lebih kuat untuk mengangkat ember berisi air.
Inti Penyampaian
Anak-anak, saat bersama-sama, bersatu maka kita akan lebih kuat. Itulah yang dirasakan oleh Naomi dalam bacaan hari ini. Tahukah kalian apa yang terjadi dengan Naomi? Inilah kisah Naomi : Saat terjadi kelaparan di tanah Israel, Naomi beserta suami dan anak-anaknya berangkat ke Moab untuk mengungsi. Beberapa waktu kemudian, suaminya meinggal dunia. Lalu kedua anak laki-lakinya menikah dengan perempuan Moab yaitu Orpa dan Rut. Kemudian anak-anaknya meninggal. Naomi sangat bersedih. Ia merasa sendirian di tanah Moab, padahal ia masih mempunyai Orpa dan Rut. Akhirnya Naomi memutuskan untuk kembali ke tanah Israel krena ia mendengar kelaparan di Israel telah berlalu.
Ketika hendak kembali ke negeri asalnya, Naomi menyuruh pulang kedua menantunya untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Awalnya Orpa dan Rut tidak mau, tetapi Naomi mendesak mereka untuk kembali ke keluarga mereka. Akhirnya Orpa memilih untuk kembali pulang ke Moab, sedangkan Rut tetap mengikuti Naomi. Saat Naomi kembali menyuruh Rut untuk kembali ke Moab seperti yang dilakukan Orpa, Rut menolak dan tetap setia mengikuti Naomi. Rut berkata kepada Naomi dalam dalam ayat 16 “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan dimana engkau bermalam, disitu jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku” (pamong membacakan ayat ini 2-3 kali).
Rut benar-benar menganggap Naomi sebagai orangtuanya, walau selama ini mereka berbeda bangsa dan berbeda agama. Naomi orang Israel, sedangkan Rut orang Moab. Naomi menghormati perbedaan itu dan tetap mengasihi Rut. Kasih sayang Naomi itulah yang menjadikan Rut mau terus mengikuti Naomi dan pergi bersama Naomi. Walaupun mereka berbeda, tetapi mereka saling mengasihi serta saling menolong dan akhirnya pergi bersama ke Israel, hidup bersama, mengatasi permasalahan bersama sampai akhirnya berbahagia bersama.
Penerapan
Anak-anak, kita berbeda satu dengan yang lain. Demikian juga kita yang hidup di Indonesia, kita terdiri dari berbagai agama ada Kristen, ada Katolik, ada Islam, ada Hindu, ada Budha dan ada Konghucu serta aliran kepercayaan. Semuanya ada 7 agama di Indonesia. Masing-masing memiliki perbedaan cara beribadah nya, tetapi kita semua sama orang Indonesia. Oleh karena itu, saat kita bertemu dengan teman yang berbeda agama kita tetap harus berteman baik dengan mereka dan mengasihi mereka seperti yang dilakukan oleh Rut dan Naomi.
Aktivitas
- Anak-anak diajak bermain engklek ayat Alkitab dari Rut 1:16 supaya anak-anak balita dapat menirukan ayat tersebut dan memahami bahwa Rut sangat mengasihi Naomi walaupun mereka berbeda.
- Pamong menyiapkan tempat untuk digunakan engklek dan menuliskan frasa ayat Alkitab di masing-masing kotak.
- Ajak anak-anak bergantian bermain engklek sambil mengucapkan frasa ayat Alkitab yang ada di masing-masing kotak.
Engklek Ayat Alkitab
Rut 1:16b : “….sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan dimana engkau bermalam, disitu jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku”

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan sikap Rut yang ingin tetap bersama-sama dengan Naomi.
- Anak dapat menghafal Rut 1:16
Alat Peraga
- Pamong menyiapkan gambar jari-jari tangan di tempel di papan depan kelas atau dipegang saat bercerita (gambar seperti yang terdapat dalam Alat Peraga Balita).
- Pamong menyiapkan kaleng kecil yang diisi kaleng separuh nya.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Tahu tidak ini gambar apa ya? (pamong menunjukkan gambar jari tangan sambil menunggu jawaban dari anak-anak).
Iya, ini adalah gambar jari tangan. Mari kita lihat jari tangan kita masing-masing. Wah bersyukur kita semua memiliki jari tangan. Disini ada sebuah ember kecil yang berisi air, mari kita coba mengangkat ember ini dengan jari-jari tangan kita.
- Pamong mengangkat ember menggunakan kelingking, lalu bergantian dengan jari manis, jari tengah, telunjuk dan ibu jari. Lalu tanya kepada anak-anak kira-kira mana yang paling kuat mengangkat ember dari kelima jari?
- Setelah itu pamong mengangkat ember menggunakan tangan (semua jari). Lalu tanya kepada anak-anak berbeda tidak dengan saat mengangkat dengan jari-jari saja?
Anak-anak, ternyata ember ini lebih mudah diangkat saat menggunakan semua jari-jari bersamaan dibanding saat diangkat dengan jari satu persatu. Apa maknanya? Saat jari-jari yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda ini bersatu, bersama-sama maka lebih kuat untuk mengangkat ember berisi air.
Inti Penyampaian
Anak-anak, saat bersama-sama, bersatu maka kita akan lebih kuat. Itulah yang dirasakan oleh Naomi dalam bacaan hari ini. Tahukah kalian apa yang terjadi dengan Naomi? Inilah kisah Naomi : Saat terjadi kelaparan di tanah Israel, Naomi beserta suami dan anak-anaknya berangkat ke Moab untuk mengungsi. Beberapa waktu kemudian, suaminya meinggal dunia. Lalu kedua anak laki-lakinya menikah dengan perempuan Moab yaitu Orpa dan Rut. Kemudian anak-anaknya meninggal. Naomi sangat bersedih. Ia merasa sendirian di tanah Moab, padahal ia masih mempunyai Orpa dan Rut. Akhirnya Naomi memutuskan untuk kembali ke tanah Israel krena ia mendengar kelaparan di Israel telah berlalu.
Ketika hendak kembali ke negeri asalnya, Naomi menyuruh pulang kedua menantunya untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Awalnya Orpa dan Rut tidak mau, tetapi Naomi mendesak mereka untuk kembali ke keluarga mereka. Akhirnya Orpa memilih untuk kembali pulang ke Moab, sedangkan Rut tetap mengikuti Naomi. Saat Naomi kembali menyuruh Rut untuk kembali ke Moab seperti yang dilakukan Orpa, Rut menolak dan tetap setia mengikuti Naomi. Rut berkata kepada Naomi dalam dalam ayat 16 “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan dimana engkau bermalam, disitu jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku” (pamong membacakan ayat ini 2-3 kali).
Rut benar-benar menganggap Naomi sebagai orangtuanya, walau selama ini mereka berbeda bangsa dan berbeda agama. Naomi orang Israel, sedangkan Rut orang Moab. Naomi menghormati perbedaan itu dan tetap mengasihi Rut. Kasih sayang Naomi itulah yang menjadikan Rut mau terus mengikuti Naomi dan pergi bersama Naomi. Walaupun mereka berbeda, tetapi mereka saling mengasihi serta saling menolong dan akhirnya pergi bersama ke Israel, hidup bersama, mengatasi permasalahan bersama sampai akhirnya berbahagia bersama.
Penerapan
Anak-anak, kita berbeda satu dengan yang lain. Demikian juga kita yang hidup di Indonesia, kita terdiri dari berbagai agama ada Kristen seperti kita, ada Katolik, ada Islam, ada Hindu, ada Budha dan ada Konghucu. Semuanya ada 6 agama di Indonesia. Masing-masing memiliki perbedaan cara beribadah nya, tetapi kita semua sama orang Indonesia. Oleh karena itu adik-adik, saat kita bertemu dengan teman yang berbeda agama kita tetap harus berteman baik dengan mereka dan mengasihi mereka seperti yang dilakukan oleh Rut dan Naomi.
Aktivitas
(Gambar seperti pada Aktivitas Balita)
- Anak-anak diajak bermain engklek ayat Alkitab dari Rut 1:16 supaya anak-anak pratama dapat menghafal ayat tersebut dan memahami bahwa Rut sangat mengasihi Naomi walaupun mereka berbeda.
- Pamong menyiapkan tempat untuk digunakan engklek dan menuliskan frasa ayat Alkitab di masing-masing kotak.
- Ajak anak-anak bergantian bermain engklek sambil mengucapkan frasa ayat Alkitab yang ada di masing-masing kotak.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menjelaskan alasan Naomi untuk kembali ke negeri asalnya.
- Anak dapat menjelaskan alasan Rut untuk tetap bersama-sama dengan Naomi.
- Anak dapat menerapkan sikap Rut yang sungguh-sungguh menolong Naomi meskipun berbeda agama dan bangsa.
Alat Peraga
- Pamong menyiapkan gambar jari-jari tangan di tempel di papan depan kelas atau di pegang saat bercerita (gambar seperti yang terdapat dalam Alat Peraga Balita).
- Pamong menyiapkan kaleng kecil yang diisi kaleng separuh nya.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,
Tahu tidak ini gambar apa ya? (pamong menunjukkan gambar jari tangan sambil menunggu jawaban dari anak-anak).
Iya, ini adalah gambar jari tangan. Mari kita lihat jari tangan kita masing-masing. Wah bersyukur kita semua memiliki jari tangan. Disini ada sebuah ember kecil yang berisi air, mari kita coba mengangkat ember ini dengan jari-jari tangan kita.
- Pamong mengangkat ember menggunakan kelingking, lalu bergantian dengan jari manis, jari tengah, telunjuk dan ibu jari. Lalu tanya kepada anak-anak kira-kira mana yang paling kuat mengangkat ember dari kelima jari?
- Setelah itu pamong mengangkat ember menggunakan tangan (semua jari). Lalu tanya kepada anak-anak berbeda tidak dengan saat mengangkat dengan jari-jari saja?
Anak-anak, ternyata ember ini lebih mudah diangkat saat menggunakan semua jari-jari bersamaan dibanding saat diangkat dengan jari satu persatu. Apa maknanya? Saat jari-jari yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda ini bersatu, bersama-sama maka lebih kuat untuk mengangkat ember berisi air.
Inti Penyampaian
Anak-anak, saat bersama-sama, bersatu maka kita akan lebih kuat. Itulah yang dirasakan oleh Naomi dalam bacaan hari ini. Tahukah kalian apa yang terjadi dengan Naomi? Inilah kisah Naomi : Saat terjadi kelaparan di tanah Israel, Naomi beserta suami dan anak-anaknya berangkat ke Moab untuk mengungsi. Beberapa waktu kemudian, suaminya meinggal dunia. Lalu kedua anak laki-lakinya menikah dengan perempuan Moab yaitu Orpa dan Rut. Kemudian anak-anaknya meninggal. Naomi sangat bersedih. Ia merasa sendirian di tanah Moab, padahal ia masih mempunyai Orpa dan Rut. Akhirnya Naomi memutuskan untuk kembali ke tanah Israel krena ia mendengar kelaparan di Israel telah berlalu.
Ketika hendak kembali ke negeri asalnya, Naomi menyuruh pulang kedua menantunya untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Awalnya Orpa dan Rut tidak mau, tetapi Naomi mendesak mereka untuk kembali ke keluarga mereka. Akhirnya Orpa memilih untuk kembali pulang ke Moab, sedangkan Rut tetap mengikuti Naomi. Saat Naomi kembali menyuruh Rut untuk kembali ke Moab seperti yang dilakukan Orpa, Rut menolak dan tetap setia mengikuti Naomi. Rut berkata kepada Naomi dalam dalam ayat 16 “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan dimana engkau bermalam, disitu jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku” (pamong membacakan ayat ini 2-3 kali).
Rut benar-benar menganggap Naomi sebagai orangtuanya, walau selama ini mereka berbeda bangsa dan berbeda agama. Naomi orang Israel, sedangkan Rut orang Moab. Naomi menghormati perbedaan itu dan tetap mengasihi Rut. Kasih sayang Naomi itulah yang menjadikan Rut mau terus mengikuti Naomi dan pergi bersama Naomi. Walaupun mereka berbeda, tetapi mereka saling mengasihi serta saling menolong dan akhirnya pergi bersama ke Israel, hidup bersama, mengatasi permasalahan bersama sampai akhirnya berbahagia bersama.
Penerapan
Anak-anak, kita berbeda satu dengan yang lain. Demikian juga kita yang hidup di Indonesia, kita terdiri dari berbagai agama ada. Tentu kalian tahu agama apa saja yang diakui di Indonesia. Ada 6 agama.

Anak-anak, kalian sudah menyebutkan tempat ibadah, nama kitab dan sebutan untuk pemuka agama yang diakui di Indonesia. Lalu apa yang kita lakukan saat memiliki teman yang berbeda agama dengan kita? (tunggu jawaban anak-anak). Seperti halnya yang dilakukan oleh Rut dan Naomi, walaupun mereka berbeda bangsa, berbeda budaya dan berbeda agama tetapi mereka tetap saling mengasihi, mereka saling menolong tanpa membedakan apa agamanya. Mengapa? Karena kita tinggal di dalam bangsa yang sama yaitu bangsa Indonesia, sehingga kita saling mengasihi supaya tercipta kebahagiaan, kerukunan dan kebahagiaan bersama walau kita berbeda.
Aktivitas
(Gambar seperti pada Aktivitas Balita)
- Anak-anak diajak bermain engklek ayat Alkitab dari Rut 1:16 supaya anak-anak madya dapat menghafal ayat tersebut dan memahami bahwa Rut sangat mengasihi Naomi walaupun mereka berbeda.
- Pamong menyiapkan tempat untuk digunakan engklek dan menuliskan frasa ayat Alkitab di masing-masing kotak.
Ajak anak-anak bergantian bermain engklek sambil mengucapkan frasa ayat Alkitab yang ada di masing-masing kotak.