Bacaan: Amsal 4 : 1-6
Nats: Aku diajari ayahku, katanya kepadaku: “Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup. ( Amsal 4 : 4 )
Teman-teman, pernahkah menghitung berapa kali orang tua kalian memberikan perintah atau mengingatkan kalian untuk melakukan sesuatu ? Mungkin banyak sekali ya. Menyuruh untu segera bangun pagi, cepat – cepat mandi dan sarapan lalu berangkat sekolah. Pulang sekolah , kita diingatkan untuk segera makan siang, tidur siang, berangkat les, mengerjakan PR, merapikan kamar, dan masih ada lagi perintah-perintah yang lainnya.
Kadang-kadang kita kesal ya, karena sering disuruh-suruh. Tapi sebenarnya orang tua kita menyuruh atau mengingatkan kita itu karena mereka sayang pada anak-anaknya. Kok bisa ? Iya, orang tua kita sebenarnya sedang mengajari kita untuk menjadi anak yang mandiri dan bertanggungjawab. Karena kita masih belajar, jadi kita kadang-kadang lupa. Maka, orang tua kita mengingatkan kita. Misalnya kita masih sering lupa untuk merapikan kamar dan mainan , maka orang tua kita akan mengingatkan kita. Akan memberi perintah untuk merapikan kamar dan mainan.
Nah, sikap mandiri dan bertanggungjawab ini tidak hanya diperlukan bagi anak-anak ketika di rumah saja, tetapi juga di sekolah, bahkan sampai nanti kita besar dan bekerja. Oleh karena itu kita harus patuh pada orang tua.
Orang tua kita juga tidak hanya memberi perintah saja kepada kita, tetapi juga melakukan banyak pekerjaan lho di rumah dan di tempat kerja. Coba kalian perhatikan dan catat apa saja yang dilakukan ayah dan ibu di rumah.
Yang dilakukan ayah dan ibu di rumah: …
Doa: “Bapa yang ada di surga, terimakasih untuk orang tuaku yang selalu mengajari aku untuk menjadi anak yang mandiri dan bertanggungjawab. Aku akan mematuhi mereka, Amin.”