Bacaan: Keluaran 24 : 1 – 11 ǀ Pujian : KJ.369
Nats: “Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan.” (Ayat 7b)
“Janjine lungane ra nganti suwe-suwe, pamit esuk lungane ra nganti sore. Janjine lungo ra nganti semene suwene, nganti kapan tak enteni satekane.” Sebuah penggalan lagu berjudul Banyu Langit yang dinyanyikan oleh Alm.Didi Kempot, King of Brokenheart menceritakan seseorang yang menantikan kekasihnya yang pergi dan berjanji akan kembali lagi tak lama sesudahnya. Ternyata sang kekasih tidak menepati janji itu. Kecewa. Semua manusia tentu pernah mengucapkan janji di dalam hidupnya. Ada yang bisa menepati janjinya, akan tetapi ada juga yang tidak bisa menepati janjinya. Dalam KBBI kata janji berarti ucapan yang menyatakan kesediaan atau kesanggupan untuk berbuat. Jika dilihat dari artinya tentu sebuah janji haruslah ditepati, karena seseorang yang mengucapkan janji sebenarnya telah menyatakan kesediaan atau kesanggupannya. Akan tetapi pada kenyataannya ada juga janji yang tinggal janji.
Selain menerima sepuluh perintah yang diberikan Allah melalui Musa. Bangsa Israel juga menerima berbagai peraturan-peraturan yang harus mereka lakukan dalam kehidupan mereka. Peraturan-peraturan itu mengatur dengan baik hubungan mereka dengan sesama dan dengan Tuhan. Setelah menerima semuanya, bangsa Israel berjanji kepada Tuhan untuk melakukan segala perintah dan peraturan Tuhan itu dalam kehidupan mereka. “Segala firman yang telah diucapkan Tuhan itu, akan kami lakukan” itulah janji mereka yang dalam bacaan kali ini ditulis sampai dengan 2 kali, yaitu di ayat 3 dan 7. Sehingga dipastikan bangsa Israel benar-benar di dalam mengucapkan janjinya kepada Tuhan. Tentu bukan hanya sekedar janji saja, mereka pun juga harus menepati janji itu. Jika menepati janji, ada berkat Tuhan yang siap mereka terima. Tetapi saat mereka tidak menepati janji, maka ada hukuman Tuhan yang harus mereka terima.
Sebagai umat Tuhan tentu kita pun memiliki janji kepada Tuhan. Saat sidi, menikah, membaptiskan anak, dll, ada janji yang kita ucapkan kepada Tuhan. Janji setia kepada Kristus, bukan sekedar janji kosong untuk formalitas mendapatkan pelayanan. Saat kita berjanji, berarti kita telah sanggup dan bersedia untuk melakukan janji itu dengan sepenuh hati. Tetap setia mengikut Tuhan, apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Amin. [cha].
“Ya Yesus ku berjanji setia pada-Mu” (KJ. 369)