Sambutlah Hati Baru dan Roh Baru dari Tuhan Pancaran Air Hidup 8 Maret 2023

8 March 2023

Bacaan: Yehezkiel 36 : 22 – 32 | Pujian: KJ. 157
Nats:Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” (Ayat 26)

Salah satu kesukaan anak saya yang berusia empat tahun adalah bermain air atau pasir. Terlebih jika diajak bertamasya ke pantai, anak saya itu sangat gembira, bahkan begitu senangnya dia bermain, nyaris dia tidak mau mengakhiri waktu bermainnya. Bocah kecil itu tidak mempedulikan bajunya menjadi kotor, basah, dan penuh dengan pasir-pasir yang menempel di baju serta kulit tubuhnya. Dia merasa enjoy dan tidak memikirkan bahwa bermain pasir dan air berbasah-basahan itu, jika berlebihan memiliki resiko terhadap kesehatannya sendiri. Demikianlah anak kecil yang memang belum pada tahap kesadaran akan kebersihan apalagi kesadaran mengenai kesehatan dirinya.

Bangsa Israel dalam kisah Yehezkiel ini nampaknya merasa nyaman dengan kehidupan yang penuh dengan ‘kenajisan’. Mereka tidak menyadari bahwa akan ada kemalangan, kekalahan dalam peperangan, hidup terserak sebagai akibat ketidaktaatan mereka kepada TUHAN. Melalui Yehezkiel, TUHAN ingin melakukan pembaharuan terhadap umat-Nya Israel. Maka TUHAN menyatakan kasih-Nya dan memberikan janji-Nya kepada Israel: “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Sebuah bukti nyata inisiatif TUHAN yang Mahakasih untuk melakukan pemulihan, pembaharuan, dan transformasi kehidupan bagi umat yang dikasihi-Nya.

Dalam kebaikan TUHAN untuk memulihkan umat-Nya, Dia juga memanggil kita untuk merespon kasih-Nya dengan jalan: (1) Kita dipanggil untuk senantiasa berefleksi yang mengarahkan diri kita pada kesadaran bahwa perilaku kotor/jahat tidak perlu dilakukannya kembali. (2) Kita dipanggil untuk merasa malu atas perbuatan jahat kita yang melawan hukum TUHAN. Artinya, kita harus memiliki kesadaran bahwa ketika melakukan perbuatan jahat akan berdampak pada hidup kita yang mendatangkan malu. Tuhan telah mengasihi kita, maka hendaknya kita juga merespon kasih itu dengan hidup seturut kehendak-Nya. Maka dalam masa Pra Paskah ini, marilah kita meninggalkan perbuatan kotor dan dosa. Mari kita menyambut hati baru, roh baru yang TUHAN janjikan dengan senantiasa bertobat dihadapan-Nya. Amin. [MM].

“B’rikanku hati seperti hati-Mu, TUHAN”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak