Tahun Gerejawi: Pra Paskah 2/HDS
Tema: Mengakui Kesalahan
Judul: Jujur Makmur
Bacaan: Hosea 5: 15 – 6: 3
Ayat Hafalan: “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi”. (Amsal 28: 13)
Lagu Tema: “Aku Berubah”
Tujuan:
- Remaja dapat menyebutkan dampak yang akan diterima bangsa Israel jika mengakui kesalahan.
- Remaja dapat menyadari bahwa mengakui kesalahan akan memperbaiki hubungan dengan Tuhan.
- Remaja dapat membiasakan diri untuk meminta maaf jika melakukan kesalahan.
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Hosea merupakan seorang nabi dari bangsa Israel. Ia tergolong dalam kategori nabi-nabi kecil. Hosea diutus Allah di tengah kondisi bangsa Israel yang mengalami kemerosotan iman. Bentuk kemerosotan iman bangsa Israel adalah tidak lagi mengandalkan Tuhan tetapi mengandalkan kuasa-kuasa lain. Salah satu bentuknya adalah bersekutu dengan bangsa Asyur (Hosea 5:13). Hosea diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan kepada bangsa Israel bahwa mereka harus kembali kepada Tuhan.
Secara utuh perikop ini menggambarkan tentang pengampunan dan hukuman Tuhan. Dimana pengampunan akan diberikan kepada bangsa Israel jika mereka mau memperbaiki hubungan dengan Tuhan dengan cara mengakui kesalahan dan kembali mengandalkan Tuhan dengan kesungguhan hati. Kunci dari pengampunan dan pemulihan itu ada pada kesungguhan hati. Sedangkan kenyataannya adalah bangsa Israel hanya berpura-pura bertobat di hadapan Tuhan. Kepura-puraan itu digambarkan seperti kabut pagi yang hilang ketika pagi-pagi benar (Hosea 6:5). Sehingga mereka mendapat hukuman atas hal itu.
Penggalan perikop ini (Hosea 5:15-6:3) bercerita tentang buah atau hasil dari pertobatan yang sejati. Berkat kejujuran itu maka Tuhan akan memberikan yang pertama adalah pemulihan (menyembuhkan dan membalut); yang kedua adalah keselamatan sorgawi (kebangkitan dan penyegaran iman). Nabi Hosea memiliki keyakinan jika bangsa Israel dapat mengenal Tuhan dengan sungguh dan berusaha mencari-Nya maka kondisi bangsa Israel akan berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Pendahuluan:
- Ajak remaja membuka Alkitab dari Hosea 5: 15-6: 3 dan minta membaca secara bergantian.
- Ajak remaja bermain game oposit atau lawan kata, bentuk menjadi beberapa kelompok aturan permainannya adalah jika ada perintah maju berarti mundur, jika ada perintah ke kanan berarti kekiri (intinya adalah lawan kata dari perintah yang diberikan).
Cerita:
Teman-teman remaja yang terkasih, siapa sih yang tidak pernah melakukan kesalahan? Siapa sih yang selalu benar dalam setiap perbuatannya? Tentu tidak ada. Setiap orang, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, baik itu di tengah keluarga, di lingkungan tempat tinggalnya, di sekolah bahkan di dalam hidup bergereja. Banyak orang berani melakukan kesalahan tetapi sedikit yang berani mengakui kesalahannya. Mengakui kesalahan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan karena akan mempermalukan diri sendiri. Mengakui kesalahan, berarti bersedia menerima hukuman. Seseorang yang telah berbuat salah, harus berani mengakui dan menerima konsekuensinya, itulah sikap yang benar yang dikehendaki Tuhan.
Ada slogan yang mengatakan Jujur Ajur dan Jujur Makmur, kira-kira teman-teman remaja memilih yang mana antara dua slogan tersebut? Kebanyakan orang pasti memilih Jujur Ajur, mengapa memilih itu karena kebanyakan dari kita tidak mau mengakui kesalahan atau tidak mau jujur dengan kesalahan yang telah kita lakukan, setiap kesalahan pasti memiliki konsekuensi atau akibat. Sama seperti dalam permainan tadi, pasti ada konsekuensi atas tindakan salah yang kita lakukan. Akhirnya, banyak orang yang enggan untuk mengakui kesalahan karena tidak mau menerima konsekuensi dari apa yang telah diperbuat.
Seperti dalam penggalan perikop yang telah bersama kita baca, berbicara tentang pertobatan sejati. Pertobatan sejati pasti disertai dengan bukti yang nyata artinya adalah meninggalkan dosa. Terkadang pertobatan dilakukan hanya di bibir saja tetapi di dalam hati masih menikmati kejahatan; atau bertobat bukan untuk sungguh-sungguh kembali kepada Tuhan, tetapi hanya supaya terhindar dari hukuman atau konsekuensinya. Dalam penggalan perikop ini, ada teguran dari Allah. Harapannya dengan teguran itu, ada pertobatan dari pihak Israel (Hosea 5:15) dengan cara mengakui kesalahan atau mengaku dosa dan bertobat. Selain itu, di dalam Hosea 6:1-3 dijelaskan juga tentang buah atau hasil dari pertobatan sejati yaitu pemulihan dan keselamatan sorgawi.
Sebagaimana judul renungan kita yaitu “Jujur Makmur”. Setiap kejujuran yang kita lakukan tidak selalu berdampak ajur. Berani mengakui kesalahan merupakan sikap tanggung jawab yang memang baik dilakukan, harga diri kita tidak akan hancur hanya karena mengakui kesalahan yang telah kita perbuat. Mari kita sebagai anak-anak Tuhan kiranya dapat melakukan apa yang telah dikendaki Tuhan. Mari kita membiasakan diri meminta maaf jika memang kita melakukan kesalahan. Berani mengakui kesalahan tanpa ada rasa gengsi atau malu. Selamat menjadi anak-anak Tuhan yang hidup seturut dengan kehendak-Nya. Tuhan memberkati. Amin
Aktivitas: Membuat bentuk Love dari kertas origami
- Cara membuat bisa disaksikan pada video youtube ini.
- Memberikan origami bentuk Love itu kepada orang yang tinggal serumah, sebagai tanda sayang dan permintaan maaf.