Bertumbuh dan Berbuahlah Tuntunan Ibadah Remaja 5 Februari 2023

23 January 2023

Tahun Gerejawi: Bulan Penciptaan
Tema: Tumbuhan
Judul: Bertumbuh dan Berbuahlah

Bacaan: Matius 7: 15-23
Ayat Hafalan: “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” (2 Petrus 3: 18)

Lagu:BejanaMu

Tujuan:

  1. Remaja dapat menjelaskan pohon yang baik menghasilkan buah yang baik.
  2. Remaja dapat mengaitkan pohon yang menghasilkan buah yang baik dengan remaja melakukan kehendak Tuhan.
  3. Remaja dapat menyebutkan faktor kendala pohon yang baik menghasilkan buah yang baik.
  4. Remaja dapat menyebutkan faktor pendukung pohon yang baik menghasilkan buah yang baik.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Kualitas buah dari suatu tanaman menjadi patokan untuk melihat apakah tanaman itu bertumbuh dengan baik atau tidak. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas buah itu sendiri, diantaranya seperti pemberian pupuk tanaman, dan perawatan tanaman. Namun selain itu, pemilihan bibit berkualitas merupakan faktor terpenting untuk menghasilkan buah yang berkualitas. Firman Tuhan kita hari ini memperlihatkan tentang bagaimana kualitas iman kita juga bisa dilihat dari buah perbuatan yang kita hasilkan. Perikop bacaan ini merupakan bagian dari khotbah Yesus diatas bukit yang berisi pernyataan dari prinsip-prinsip kebenaran Firman Allah yang harus dihidupi oleh segenap umat percaya. Penjelasan mengenai “dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka (Ay.20)” merujuk pada kualitas iman seseorang. Yesus memberikan pengajaran ini penggambaran situasi pada saat itu yaitu kualitas iman yang berasal dari bibit dan perawatan yang salah, dimana banyak sekali guru-guru palsu yang mengaku dirinya saleh. Kita bisa melihat buah yang dihasilkan guru palsu itu merupakan sifat-sifat buruk yang nyata dalam kehidupan para pengikut mereka, seperti hal berikut:

  1. Mereka mengaku bahwa mereka percaya kepada Allah, tetapi dalam kehidupan mereka lebih setia kepada baal-baal yang mereka buat daripada Firman Allah.
  2. Mereka lebih mengutamakan kepentingan mereka sendiri daripada kemuliaan dan kehormatan Allah. Ajaran mereka akan berpusat pada diri mereka dan bukan kepada Allah
  3. Kualitas bibit iman mereka berasal dari pengajaran dari tradisi manusia, bahkan yang bertentangan dengan Firman Allah
  4. Mereka memupuk iman mereka dengan mencari guru-guru yang menawarkan keselamatan dan kesenangan duniawi daripada menerima ajaran yang sehat dari kebenaran Firman Tuhan.

(https://alkitab.sabda.org/commentary.php?book=40&chapter=17&verse=1)

 

Pendahuluan

  1. Ajak remaja membaca Matius 7: 15-23 secara bergantian.
  2. Tunjukan gambar tanaman jeruk yang berbuah lebat dan gambar tanaman jeruk yang kekeringan lalu ajukan beberapa pertanyaan dibawah ini:
    • Apa perbedaan mendasar yang terlihat pada dua gambar ini?

    • Mengapa perbedaan itu terjadi? Apa faktor yang membuat dua gambar tersebut berbeda?

    • Mengapa pohon pada gambar kedua tidak tumbuh sehat?

Cerita
Sobat remaja yang dikasihi Tuhan,
Dapat kita setujui bahwa kualitas buah dari suatu tanaman menjadi patokan untuk melihat apakah tanaman itu bertumbuh dengan baik atau tidak. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas buah itu sendiri, diantaranya seperti pemberian pupuk tanaman, dan perawatan tanaman. Namun selain itu, pemilihan bibit berkualitas merupakan faktor terpenting untuk menghasilkan buah yang berkualitas. Firman Tuhan kita hari ini memperlihatkan tentang bagaimana kualitas iman kita juga bisa dilihat dari buah perbuatan yang kita hasilkan. Perikop bacaan ini merupakan bagian dari khotbah Yesus diatas bukit yang berisi pernyataan dari prinsip-prinsip kebenaran Firman Allah yang harus dihidupi oleh segenap umat percaya. Penjelasan mengenai “dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka (Ay.20)” merujuk pada kualitas iman seseorang. Yesus memberikan pengajaran ini penggambaran situasi pada saat itu yaitu kualitas iman yang berasal dari bibit dan perawatan yang salah, dimana banyak sekali guru-guru palsu yang mengaku dirinya saleh. Kita bisa melihat buah yang dihasilkan guru palsu itu merupakan sifat-sifat buruk yang nyata dalam kehidupan para pengikut mereka, seperti hal berikut:

  1. Mereka mengaku bahwa mereka percaya kepada Allah, tetapi dalam kehidupan mereka lebih setia kepada baal-baal yang mereka buat daripada Firman Allah.
  2. Mereka lebih mengutamakan kepentingan mereka sendiri daripada kemuliaan dan kehormatan Allah. Ajaran mereka akan berpusat pada diri mereka dan bukan kepada Allah
  3. Kualitas bibit iman mereka berasal dari pengajaran dari tradisi manusia, bahkan yang bertentangan dengan Firman Allah
  4. Mereka memupuk iman mereka dengan mencari guru-guru yang menawarkan keselamatan dan kesenangan duniawi daripada menerima ajaran yang sehat dari kebenaran Firman Tuhan.

Sobat remaja, belajar dari khotbah Yesus di Bukit ini, kita sendiri diibaratkan seperti tanaman yang diharapkan dapat bertumbuh dengan kualitas buah yang baik. Jika kualitas tanaman dapat menjadi baik apabila diberi pupuk, disiram dengan rutin dan diberi perawatan yang baik, serta dari kualitas bibit yang baik. Juga sama halnya dengan iman kita. Mari kita bertumbuh dengan baik dan menghasilkan kualitas buah yang baik dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai bibit awal dari iman kita, serta memupuk kebenaran firman tersebut dengan menanamkan kebaikan dan cinta kasih.

Aktivitas

  1. Minta remaja untuk melakukan penjadwalan pembiasaan membaca Alkitab satu pasal dalam sehari, mulai hari ini.

  2. Lakukan pembiasaan membaca satu pada per-hari (perikop bebas) sampai 30 hari kedepan. Harapannya supaya remaja dapat bertumbuh dalam iman dengan membiasakan membaca Firman Tuhan.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak