Bacaan: Filipi 2: 8-11
Nats: “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia.” (Filipi 2:8-9)
Dalam banyak pertandingan olah raga, kemenangan seorang atlet ditentukan dari skor atau peringkatnya. Pemenang di Sepak Bola adalah tim yang paling banyak mencetak gol di gawang lawan. Pemenang di lomba renang adalah perenang yang berhasil mencatatkan waktu tercepat dan pemenang di cabang senam adalah atlet yang paling tinggi nilainya karena tingkat kesulitan. Demikianlah yang paling banyak, paling tinggi dan paling cepat menjadi pemenang.
Namun konsep kemenangan di atas tidak berlaku bagi Kristus. Sebaliknya, Tuhan Yesus tidak mencari kemenangan atau keunggulan, namun justru mengosongkan diri-Nya (ayat 7), bahkan merendahkan diri-Nya sampai mati di kayu salib yang hina (ayat 8). Namun karena kerendahan-Nya inilah, nama-Nya justru ditinggikan sebagai nama di atas segala nama (ayat 9), sehingga segala lidah bisa mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan!”
Teman-teman, jika Tuhan Yesus saja bersedia merendahnya diri-Nya, yuk belajar juga meneladani-Nya sehingga kita bisa jadi anak-anak yang rendah hati dan takut akan Tuhan.
Teman-teman, coba tuliskan pada selembar kertas tindakan-tindakan apa saja yang bisa kalian lakukan untuk menunjukkan kerendahan hati:
- …
- …
- …
Doaku: “Tuhan Yesus, terimakasih karena kerendahan hati-Mu yang menyelamatkan kami. Amin.“