Bacaan: Roma 10:9-15
Nats: “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan DIa dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9)
Merak merasa dirinya adalah hewan yang paling cantik di seluruh hutan. Karena itu, setiap hari ia selalu menyombongkan kecantikannya di depan hewan-hewan yang lain.
Kemarin ia membicarakan kecantikan jenggernya pada kelinci dan hari ini ia tak berhenti menceritakan betapa indah bulu ekornya pada kancil, entah esok ia akan menyombongkan diri pada siapa lagi. Sebenarnya, teman-temannya sudah bosan mendengar perkataan sombong si merak itu, jadi sebisa mungkin mereka menghindarinya.
Lama kelamaan, merak tak lagi pernah bertemu teman-temannya karena semua orang menghindar bertemu dengannya. Akhirnya merak sadar, bahwa kebanggaan atas diri sendiri yang selalu dia bicarakan membuat teman-temannya tidak nyaman. Sejak itu, ia berusaha mengendalikan lidah dan lisan atau ucapannya agar tak selalu menyombongkan diri lagi.
Teman-teman, demikianlah lidah dan ucapan kita bisa berdampak besar untuk orang lain dan juga diri sendiri. Meski ukurannya kecil, mengendalikan lidah sangat sulit, Oleh sebab itu Paulus mengingatkan agar memakai lidah dan lisan atau ucapan kita untuk menyatakan pengakuan iman kepada Tuhan bukannya menyombongkan diri atau malah menghina orang lain.
Tulislah 4 kalimat baik yang seharusnya kita ucapkan pada orang lain:
- …
- …
- …
- …
Doaku: “Ampuni aku Tuhan, jika lidah dan lisanku menyakiti sesamaku. Tolong aku, agar bisa mengendalikannya dengan baik. Amin.”