Bacaan: Keluaran 12 : 1 – 15 ǀ Pujian: KJ. 356 : 1 – 2
Nats: “Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah dimana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.”(Ayat 13)
Pernahkah saudara berkunjung ke penjara? Apakah yang terlintas di benak saudara melihat orang-orang yang ada dalam penjara tersebut? Orang yang dipenjara adalah orang yang dibatasi kebebasannya. Mereka dipenjara karena berbuat jahat, kriminal atau melanggar hukum yang mereka lakukan. Maka hal yang paling diinginkan oleh mereka yang ada dalam penjara adalah kebebasan. Demikian yang dialami oleh bangsa Israel ketika berada di Mesir. Mereka hidup dalam penindasan bangsa Mesir sebagai budak orang Mesir. Maka harapan mereka adalah pembebasan, hidup sebagai umat yang merdeka bebas dari penindasan.
Dalam bacaan kita saat ini, pembebasan menjadi peristiwa yang penting dalam kehidupan umat Israel, karena sudah 430 tahun mereka berada dalam perbudakan Mesir. Saat itu, mereka sudah dekat dengan waktu pembebasan, tetapi Firaun tidak mengijinkan mereka untuk keluar dari Mesir, sehingga Tuhan menimpakan sepuluh tulah atas Mesir. Tulah kesepuluh adalah kematian anak sulung di tanah Mesir. Pada tulah yang kesepuluh inilah, bangsa Israel diberi perintah oleh Tuhan, supaya setiap keluarga mengambil anak domba atau kambing jantan yang tidak bercela, berumur setahun dan yang dikurung selama empat belas hari; lalu disembelih pada waktu senja dan darahnya diambil sedikit untuk dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas pintu rumah. Dagingnya harus dibakar dan dimakan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit. Mereka harus memakannya dengan berpakaian lengkap untuk bepergian. Hal ini sebagai simbol ketergesaan dan kesiapan untuk meninggalkan Mesir. Mereka yang taat kepada perintah Tuhan akan selamat dari tulah tersebut. Setelah tulah kesepuluh diberlakukan, kedengaran ratap tangis dari seluruh orang Mesir. Dan Firaun meminta kepada bangsa Israel untuk segera pergi meninggalkan tanah Mesir.
Terhadap bangsa Israel, Allah telah merancangkan pembebasan dari perbudakan secara fisik. Begitu pula terhadap kita semua, Allah juga telah merancangkan pembebasan dari dosa supaya kita beroleh keselamatan. Yang dikehendaki Allah dari kita adalah kita selalu taat dan setia pada firman-Nya agar kita selamat dan hidup dalam pemeliharaan-Nya. Amin. [RA].
“Taat kepada perintah Tuhan mendatangkan selamat.”