Saling Menguatkan Tuntunan Ibadah Remaja 1 Januari 2023

19 December 2022

Tahun Gerejawi: Tahun Baru
Tema: Tahun Baru
Judul: Saling Menguatkan

Bacaan Alkitab: Roma 15: 1-13
Ayat Hafalan: “Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.” (Roma 15: 1)

Lagu Tema: Kaulah Harapan – Sari Simorangkir

Tujuan:

  1. Remaja dapat menjelaskan maksud Paulus dalam bacaan orang yang kuat dan orang yang lemah.
  2. Remaja dapat memberikan contoh sikap saling menguatkan.
  3. Remaja dapat menerapkan sikap saling menguatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Pakailah kekuatanmu demi kepentingan yang lemah, bukan demi kepentingan kamu sendiri! Itu yang menjadi penekanan Paulus dalam ayat yang pertama. Orang yang lemah adalah orang yang tidak memiliki kedewasaan Kristen, sementara orang yang kuat adalah orang yang kuat dalam iman. Paulus tidak bermaksud supaya kita menyenangkan orang lain dengan kesenangan duniawi, tetapi supaya kita mengutamakan kepentingan mereka demi kebaikannya untuk membangunnya (ayat 2). Orang yang pengetahuannya tinggi cenderung melupakan saudara seiman, oleh karena itu mereka harus merendahkan diri mereka dan belajar untuk mengutamakan saudara-saudara seiman. Karena Kristus juga tidak mementingkan dirinya sendiri (ayat 3).

Paulus mengutip Kitab Mazmur pada ayat 4 untuk kita memperoleh ketekunan, penghiburan, dan pengharapan yang sangat diperlukan, supaya kita dapat mengutamakan kepentingan mereka yang masih terikat peraturan-peraturan yang sebenarnya sudah tidak berlaku lagi. Dari segala pergumulan yang kita alami, mungkin tidak ada satupun yang tidak dapat diatasi jika kita memiliki ketekunan, penghiburan, dan pengharapan yang disediakan bagi kita dalam Kitab Suci.

Sebagai orang yang kuat dalam iman, sebagai orang yang mempunyai pengetahuan, ataupun sebagai orang yang dikatakan lemah dalam iman, marilah, kita semua, dengan pertolongan dari Roh Allah, mempermuliakan Allah. Yahudi atau bukan Yahudi, budak atau tuan, kaya atau miskin, dalam Kristus kita semua dapat memuliakan Allah, bukan dalam suasana pertengkaran, tetapi dengan satu hati dan satu suara. Jemaat yang suaranya satu tetapi hatinya tidak bersatu harus dikatakan munafik. Jemaat yang hatinya satu tetapi suaranya tidak bersatu belum belajar bagaimana memuji Tuhan!

Jemaat yang dapat memuji dan menyembah Tuhan bersama-sama, tanpa menghukum ataupun menghina sesama adalah tujuan dan puncak seluruh bahasan ini (ayat 7-12). Dan menutupnya

Pendahuluan

  1. Ajak remaja browsing tentang pengertian kuat dan lemah dalam KBBI dan apa pengertian mereka tentang kuat dan lemah tersebut!
  2. Ajak remaja membaca Roma 15: 1-13!
  3. Minta remaja menyampaikan pengertian mereka tentang kuat dan lemah menurut bacaan!
  4. Minta masing-masing remaja memberikan 1 (satu) contoh sikap saling menguatkan!

Cerita
Remaja yang dikasihi Tuhan.

Orang yang lemah adalah orang yang tidak memiliki kedewasaan iman, sementara orang yang kuat adalah orang yang kuat dalam iman. Itu adalah pengertian kuat dan lemah pada bacaan kita saat ini yang juga sudah remaja coba mengerti.

Sebagai orang yang kuat, Paulus mengingatkan untuk memperhatikan yang lemah demi kebaikannya untuk membangunnya. Orang yang pengetahuannya tinggi cenderung melupakan saudara seiman, oleh karena itu mereka harus merendahkan diri mereka dan belajar untuk mengutamakan saudara-saudara seiman. Karena Kristus juga tidak mementingkan dirinya sendiri (ayat 3).

Paulus juga berusaha menguatkan kita:
Dari segala pergumulan yang kita alami, mungkin tidak ada satupun yang tidak dapat diatasi jika kita memiliki ketekunan, penghiburan, dan pengharapan yang disediakan bagi kita dalam Kitab Suci.

Akhirnya:
Sebagai orang yang kuat dalam iman, sebagai orang yang mempunyai pengetahuan, ataupun sebagai orang yang dikatakan lemah dalam iman, marilah, kita semua, dengan pertolongan dari Roh Allah, mempermuliakan Allah. Yahudi atau bukan Yahudi, budak atau tuan, kaya atau miskin, dalam Kristus kita semua dapat memuliakan Allah, bukan dalam suasana pertengkaran, tetapi dengan satu hati dan satu suara. Jemaat yang suaranya satu tetapi hatinya tidak bersatu harus dikatakan munafik. Jemaat yang hatinya satu tetapi suaranya tidak bersatu belum belajar bagaimana memuji Tuhan!

Mari belajar saling menguatkan sebagai wujud keteladanan kita pada Tuhan Yesus Kristus!

Aktivitas

  1. Minta remaja berpasangan dan sharing tentang pergumulan dan harapan mereka di tahun yang baru. Setelah sharing minta mereka untuk saling mendoakan.
  2. Minta remaja saling bertukar kontak no Hp/no WA dan berkomitmen untuk saling menghubungi minimal 1 kali dalam seminggu di luar hari Minggu untuk saling berkabar dan saling menguatkan.

Persiapan Minggu depan:

  • Remaja diajak bermain peran (role play) bacaan Minggu depan: Matius 25: 31-46.
  • Pamong menentukan peran yang dimainkan oleh remaja berdasar bacaan.
  • Ajak remaja menentukan hari latihan dan berlatih.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak