Bacaan: Matius 1 : 18 – 25 | Pujian: KJ. 408 : 1 – 2
Nats: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel, yang berarti Allah menyertai kita.” (Ayat 23)
Suatu hari Toni ditugaskan untuk mewakili sekolah mengikuti lomba renang tingkat provinsi. Maka mulailah Toni bersiap untuk pergi ke tempat dimana ia akan mengikuti lomba. Namun Toni sama sekali belum pernah bepergian ke kota tersebut. Ia tidak memiliki bayangan harus naik kendaraan apa, bagaimana rute jalannya, dan dimana stadiun renang dimana lomba dilakukan. Dengan perasaan yang penuh tanya, Toni akhirnya datang kepada kepala sekolah dan menyampaikan kesulitannya menuju ke tempat lomba. Kepala sekolahpun akhirnya memutuskan untuk mengutus guru olahraga menemani dan menyertai perjalanan Toni menuju tempat lomba. Mengetahui bahwa kini perjalanannya menuju ke tempat lomba tidak sendirian, melainkan ditemani dan disertai oleh guru olahraganya, Toni pun merasa tenang dan percaya diri dalam mengikuti lomba.
Disertai oleh orang lain yang lebih mengerti, lebih kuat, yang dapat menjadi pegangan, tentu akan membuat hati kita menjadi tenang. Demikian pula kehadiran Yesus ke dunia ini adalah untuk menjadi penolong yang menyertai kehidupan manusia (Ay. 23). Kata Imanuel sendiri berasal dari dua suku kata dalam bahasa Ibrani, yakni El yang berarti “Allah” dan Immanu yang berarti “beserta kita”, “bersama kita.” Dengan demikian Imanuel memiliki makna keberadaan yang bersama-sama dengan Allah. Dalam ayat 23, Matius menggemakan nubuatan Nabi Yesaya yang demikian “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Yes. 7:14). Kehadiran Yesus menjadi jawaban atas pengharapan bangsa Israel terhadap hadirnya Mesias yang akan menyelamatkan dan menyertai manusia. Kata ‘menyertai’ memiliki makna keberadaan yang terus menerus, tak lekang oleh waktu.
Jika Tuhan menyertai perjalanan kehidupan kita, apakah yang perlu kita takutkan? Perjalanan kehidupan memang tidak selalu mudah, namun di tengah rintangan dan kesulitan tersebut kita sebenarnya tidak pernah benar-benar sendiri, ada Tuhan yang senantiasa menyertai perjalanan kehidupan kita. Oleh karena itu, marilah kita menjalani peziarahan kehidupan kita dengan tenang, sebab Tuhan menyertai kita, Imanuel! Amin. [ANS].
“Tetap tenang menjalani kehidupan, Allah menyertai kita!”