Tahun Gerejawi: Adven 4
Judul: Melangkah dengan Iman
Tema: Pemberitaan Kelahiran Tuhan Yesus
Bacaan Alkitab: Lukas 1:26-38
Ayat Hafalan: “Kata Maria: “Sesuangguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” (Lukas 1 : 38)
Lagu Tema: “Jalan serta Yesus ” dan “Ku Mau berjalan dengan Jurus’lamatku” (KJ 370)
Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Maria adalah sosok penting dalam kisah kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Dia menjadi sosok yang penting bukan hanya karena dia adalah ibu bagi Kristus, namun karena ia seorang yang selalu melangkah dengan iman dalam hidupnya. Maria menerima panggilan untuk menjadi bagian dari rencana penyelamatan Allah yang besar dan mengejutkan.
Ketika malaikat menjumpainya, Maria terkejut dan bingung sehingga dalam hati ia bertanya-tanya. Pertanyaan yang wajar karena malaikat yang adalah utusan Allah tiba-tiba menemui dan menyampaikan salam padanya. Perempuan biasa menerima salam yang luar biasa.
Maria menerima kabar luar biasa tentang seorang bayi yang akan dikandung. Ia kembali bertanya tentang bagaimana mungkin itu terjadi karena baru bertunangan. Pertanyaan yang wajar mengingat bahwa mengandung saat belum bersuami akan berdampak buruk dan berisiko. Karena itulah, dengan bertanya dan mencari jawab itu akan membuat Maria sangat paham akan kehendak Allah, sehingga setiap langkahnya akan dijalani dengan penuh iman.
Perjalanan hidup Maria yang telah menerima pemberitaan akan kelahiran Yesus itu tentu tidak serba mudah. Namun demikian, Maria yang telah berjumpa dengan malaikat dan mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya, menjadi mantap dalam melangkah.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah malaikat menjumpai perawan Maria.
Alat Peraga
Pamong dapat membuat sesuatu yang mengejutkan dengan kostum yang berbeda atau suara yang unik atau boneka tertentu ketika memulai ibadah anak (jika memungkinkan, kostum seperti malaikat).
Pendahuluan
Doooor…hooohhoooo…. Haahaaahaaa… (sebisa mungkin membuat anak-anak terkejut tapi tidak takut). Siapakah aku, ada yang tahu?
Siapa yang tadi terkejut? Mengapa terkejut?
Anak-anak pernah terkejut? Apa saja yang sering membuatmu terkejut? (ajak anak-anak menyebutkannya)
Inti Penyampaian
Pada jaman dahulu, ada seorang perempuan cantik namanya Maria. Pada suatu hari, ia ditemui oleh seorang Malaikat. Waa… malaikat? Seperti apa ya malaikat itu? Biasanya, malaikat digambarkan dengan seorang yang wajahnya bersinar. Apa yang terjadi ketika malaikat menemui Maria? Maria terkejut dan takut dijumpai malaikat itu. Jadi ketika malaikat menemuinya, Maria terkejut. (buatlah ekspresi terkejut “hah..” atau “astaga..” atau “ya ampun..) Maria juga takut ketika malaikat itu masuk ke rumahnya. (buatlah ekspresi takut, “hiii…” atau “tidaaak” sambil menutup mata). Namun, ternyata Malaikat itu menemuinya untuk menyampaikan berita baik, kalau dirinya akan hamil atau mengandung bayi hebat bernama Yesus.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Berita bahagia tapi sekaligus sulit. Namun, setelah tahu bahwa ia menjadi perempuan terpilih, maka Maria menjadi bahagia. Maria melangkah dengan iman karena percaya pada apa yang dikatakan oleh malaikat.
Aktivitas
Pamong menyediakan mainan seperti lego atau puzzle. Ketika mereka menyusun lego atau puzzle, Pamong dapat mengajak ngobrol anak-anak dengan menanyakan“awalnya sulit ya main puzzle / lego.. tapi akhirnya bisa. Sama kayak Maria ya, awalnya rasanya sulit dan takut, tapi akhirnya senang juga”
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan reaksi Maria ketika bertemu dengan malaikat.
- Anak dapat menunjukkan sikap Maria terhadap tugas yang harus diembannya.
- Anak dapat menunjukkan sikap rendah hati menyambut kedatangan Yesus.
Alat Peraga
Gambar ekspresi senang, marah, takut, terkejut. (bisa memotong gambar berikut ini)
Pendahuluan
Anak-anak, pernahkah kalian marah? Apakah yang membuat kalian marah? (Beri waktu anak-anak untuk bercerita) Kira-kira mana ekspresi orang yang marah? Pernahkah kalian merasa senang? Apakah yang membuatmu senang? Merasa terkejut atau takut? (minta anak-anak untuk memilih) Jika kalian pernah merasa terkejut atau takut, hal apakah yang menyebabkannya? (beri kesempatan anak-anak untuk bercerita). Cobalah ingat-ingat, apa yang terjadi dengan dirimu saat kamu terkejut atau marah (ajak anak-ajak untuk mengenali apa itu terkejut atau takut melalui sensasi tubuhnya, misalnya : dadanya bergetar dag dig dug, bulu kuduk berdiri, merinding, tangan menjadi dingin, mata ingin menutup, dsb.) Nah, setiap kali kamu merasa tubuhmu begitu berarti sedang terkejut atau takut.
Inti Penyampaian
Anak-anak, semua orang bisa terkejut atau takut. Itu adalah perasaan yang wajar. Jika ada sesuatu yang datang tiba-tiba, biasanya orang akan terkejut. (buatlah ekspresi terkejut “hah..” atau “astaga..” atau “ya ampun..) atau terjadi peristiwa yang tidak biasa orang bisa merasa takut (buatlah ekspresi takut, “hiii…” atau “tidaaak” sambil menutup mata). Begitu juga dengan Maria yang terkejut dan takut ketika dijumpai malaikat, apalagi dengan memberikan salam. Jika yang memberikan itu sesama manusia pastilah wajar, namun karena itu malaikat, Maria menyimpan pertanyaan yang mungkin juga akan ditanyakan oleh banyak orang yang mengalaminya “salam itu artinya apa ya?”.
Pertanyaan itu mendapatkan jawaban bahwa ia akan menerima tugas dan tanggung jawab yang besar yaitu mengandung dan melahirkan bayi yang akan menjadi juruselamat manusia. Maria kembali bertanya “bagaimana mungkin akan terjadi, dirinya kan belum punya suami?” Ada banyak hal yang rasanya tidak mungkin terjadi, namun berusaha ia terima. Ada banyak hal juga yang rasanya tidak mudah akan dialami, namun ia mendapatkan kekuatan yang jauh lebih besar untuk mengatasi semua yang tidak mudah itu. Ada pesan yang dipegang Maria dari malaikat itu bahwa Roh Kudus akan turun atasnya dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaunginya. Sebab tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Penerapan
Karena itu, walaupun rasanya sulit diterima pada awalnya, akhirnya Maria bisa menerima dengan rendah hati. Maria yang merasa dirinya adalah hamba siap menyambut apapun yang akan terjadi dengan iman yang penuh karena ia yakin tidak akan ditinggalkan sendirian apapun yang terjadi. Maria menjadi teladan bagi kita semua, agar terus melangkah dengan iman, menjalani hari demi hari di depan dengan yakin bahwa ketika kita rendah hati dan setia, Tuhan selalu menemani dan menaungi kita.
Aktivitas
Anak-anak diajak untuk mendaftar berbagai reaksi mereka ketika bertemu dengan sesuatu atau seseorang. Dapat memakai tabel di bawah ini dan menambahkan hal yang lain juga.
| Reaksi | Bertemu dengan … |
| Senang | |
| Sedih | |
| Terkejut | |
| Takut | |
| Gemetar | |
| Cemberut | |
| Bingung | |
| Marah | |
| … |
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan reaksi Maria ketika bertemu dengan malaikat.
- Anak dapat menunjukkan sikap Maria terhadap tugas yang harus diembannya.
- Anak dapat menunjukkan sikap rendah hati menyambut kedatangan Yesus.
Alat Peraga
Gambar ekspresi senang, marah, takut, terkejut. (sama dengan Pratama)
Pendahuluan
Anak-anak, ketika berjumpa dengan malaikat, apa respon Maria menurut bacaan hari ini ? Cobalah pilih ekspresi Maria melalui gambar ekspresi ini (Pamong menunjukkan gmbar berbagai ekspresi dan tunggu anak-anak untuk memilih) Menurut ayat 29 dan 30 : Maria terkejut dan takut.
Anak-anak, pernahkah kalian merasa terkejut atau takut? Hal apakah yang menyebabkannya? (beri kesempatan anak-anak untuk bercerita). Cobalah ingat-ingat, apa yang terjadi dengan dirimu saat kamu terkejut atau marah (ajak anak-ajak untuk mengenali apa itu terkejut atau takut melalui sensasi tubuhnya, misalnya : dadanya bergetar dag dig dug, bulu kuduk berdiri, merinding, tangan menjadi dingin, mata ingin menutup, dsb.) Nah, setiap kali kamu merasa tubuhmu begitu berarti sedang terkejut atau takut.
Inti Penyampaian
Anak-anak, siapapun orangnya akan terkejut dengan sesuatu yang datang tiba-tiba, bahkan takut dengan peristiwa yang tidak biasa. Begitu juga dengan Maria yang terkejut dan takut ketika dijumpai malaikat, apalagi dengan memberikan salam. Jika yang memberikan itu sesama manusia pastilah wajar, namun karena itu malaikat, Maria menyimpan pertanyaan yang mungkin juga akan ditanyakan oleh banyak orang yang mengalaminya “salam itu artinya apa ya?”.
Setelah mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, bahwa salam itu menunjukkan tugas dan tanggung jawab yang besar yang akan diembannya, yaitu mengandung dan melahirkan bayi yang akan menjadi juruselamat manusia. Maria dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan kembali seperti “bagaimana mungkin akan terjadi, dirinya kan belum punya suami?” Ada banyak hal yang rasanya mustahil terjadi, namun berusaha ia terima. Ada banyak hal juga yang rasanya tidak mudah di depan, namun ia mendapatkan kekuatan yang jauh lebih besar untuk mengatasi semua yang tidak mudah itu. Pernyataan yang sangat menguatkan Maria adalah Roh Kudus akan turun atasnya dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaunginya. Sebab tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Penerapan
Berita-berita yang dibawa malaikat itu serba sulit dicerna pada awalnya, namun akhirnya mampu diterima Maria dengan rendah hati dan iman yang penuh. Maria yang merasa dirinya adalah hamba siap menyambut apapun yang akan terjadi karena ia yakin tidak akan ditinggalkan sendirian apapun yang terjadi. Maria menjadi teladan bagi kita semua, agar terus melangkah dengan iman, menjalani hari demi hari di depan dengan yakin bahwa ketika kita rendah hati dan setia, Tuhan selalu menemani dan menaungi kita.
Aktivitas
Anak-anak diajak untuk mengisi tabel di bawah dengan mencari berbagai reaksi mereka dan alasan yang menyebabkan mereka bereaksi demikian. Misalnya : gemetar ketika mendengar petir, takut ketika gelap, marah ketika dijahilin, terkejut ketika bertemu anjing, dsb.
| Reaksi | Alasan |
| … | |
| … | |
| … | |
| … dst |