Tahun Gerejawi: Adven 3/ HUT GKJW
Judul: BBM (Bersukacita – Berdoa – Mengucap Syukur)
Tema: Tokoh GKJW (Tasdik)
Bacaan Alkitab: 1 Tesalonika 5: 16-20
Ayat Hafalan: “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tesalonika 5: 16 – 18)
Lagu Tema: Hati yang gembira dan Mintalah (KJ 455)
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Bagian dari surat Paulus ini berisi nasehat untuk gereja di mana kita semua ada di dalamnya. Ada tiga ciri hidup Kristen yang sejati sebagaimana diungkapkan dalam ayat 16-18, yaitu :
- Orang/gereja Kristen yang bersukacita. Menjadi Kristen adalah kegembiraan karena masing-masing orang merasa dikasihi oleh Tuhan dan meneruskan kasih itu kepada sesama, sehingga diharapkan tidak ada persekutuan kristen yang saling menyakiti dan menimbulkan kesedihan.
- Orang/gereja Kristen yang berdoa. Doa adalah nafas kehidupan Kristen, di mana orang percaya memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan sebagai sumber hidup. Melalui doa, setiap orang bisa menyembah Tuhan dan memohonkan sesuatu pada-Nya. Orang yang berdoa adalah orang yang kuat menjalani hidup karena imannya kepada Tuhan yang memperhatikan doa anak-anak-Nya.
- Orang/gereja Kristen yang mengucap syukur. Hidup ini memang tidak selalu berjalan dengan baik dan terang. Namun, akan selalu ada hal indah sekecil apapun yang dapat dicari untuk menumbuhkan ucapan syukur. Bahkan, dalam hari-hari yang gelap pun akan selalu ada berkat-berkat yang dapat dihitung untuk disyukuri.
Tiga sikap di atas perlu ditumbuhkan dalam diri kita sebagai pamong dan sekaligus ditumbuhkan dalam diri anak-anak. Sikap yang demikian ini juga nyata dan dihidupi oleh salah satu tokoh penting dalam perjalanan GKJW. Beliau adalah Pdt. Tasdik, yang lahir di Tunjungrejo Lumajang, 2 Juli 1914. Beliau pernah menjadi Pendeta Jemaat Sidomulyo dan Kertorejo. Sebelumnya, beliau pernah menjadi guru, kepala sekolah, pembantu penilik kepala sekolah, wakil guru injil jemaat jemaat wonorejo. Kemudian Pdt. Tasdik dipanggil untuk menjadi dosen dan rektor sekolah Theologia Balewiyata dan akhirnya menjadi dosen dan rektor di STT Duta Wacana Yogyakarta yang merupakan penggabungan dengan Balewiyata.
Beliau seorang yang selalu bersukacita dalam pelayanannya. Beliau berusaha hadir bagi orang lain dan membagikan sukacitanya meskipun ia sendiri menghadapi pergumulan. Beliau seorang yang pandai namun rendah hati. Kata-katanya sederhana. Beliau sangat mencintai keluarga dan tetap menunjukkan rasa syukur sekalipun keluarganya sedang sakit ataupun berduka. Ia tidak mengeluh di tengah masalah. Hidupnya dikuatkan oleh doa. Anaknya yang berumur 7 tahun meninggal karena berenang dan tenggelam. Isterinya juga sering sakit. Di tengah krisis hidupnya, Pak Tasdik terus melangkah, tidak menghentikan langkahnya.
Beliau adalah Pendeta yang sangat dekat dengan jemaat dan sangat bertanggung jawab dengan tugasnya. Pak Tasdik tekun membuat, menerjemahkan, dan merawat dokumen-dokumen GKJW dengan baik. Teladannya dapat menginspirasi kita semua pada jaman ini untuk terus bersemangat dalam pelayanan yang didasarkan pada 3 sikap, yaitu : BBM
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali salah satu tokoh GKJW yaitu Bapak Tasdik.
Alat Peraga: Menyiapkan foto Pdt. Tasdik

Pendahuluan
(Pamong dapat berperan sebagai eyang Tasdik dengan memakai topeng foto pak Tasdik).
Hallo anak-anak, perkenalkan, namaku eyang Tasdik. Kalau namamu siapa? Aku lahir di Tunjungrejo – Lumajang pada tanggal 2 Juli 1914. Aku seorang Pendeta. Siapa yang kenal sama Pendeta? Siapa nama Pendeta jemaat kita?
Aku senang melayani Tuhan, aku senang membantu orang, ya.. meskipun aku sendiri sering kesulitan. Hayoo.. siapa yang suka membantu teman? Wah, anak-anak semua hebat. Salah satu anakku ada yang meninggal karena berenang dan tenggelam. Isteriku sering sekali sakit, sehingga tidak selalu bisa menemaniku. Tapi aku selalu semangat lho dalam melayani Tuhan. Mau tahu semangatnya seperti apa? Sebentar.. (pamong melepas topeng pak Tasdik, lalu melanjutkan bagian cerita)
Inti Penyampaian
Eyang Tasdik yang selalu semangat melayani itu terlihat dari sikapnya yang : Bersukacita, Berdoa dan Mengucap syukur. Anak-anak, kita harus bersukacita atau bergembira karena Tuhan mengasihi kita. Ayo, bagaimana wajah orang yang gembira? Iya, wajahnya senyum ceria bukan cemberut. Mari saling tersenyum sebagai tanda kasih kita supaya teman-teman yang lain juga bergembira bersama kita. Kita juga harus rajin berdoa, karena dengan berdoa kita merasa dekat dengan Tuhan. Kita juga bisa berterima kasih dan meminta sesuatu pada Tuhan. Yang terakhir, kita harus mengucapsyukur. Puji Tuhan, terima kasih Tuhan.. itu adalah salah satu contoh perkataan orang yang mengucap syukur.
Penerapan
Nah, apa yang bisa disyukuri hari ini? Bisa bangun, bisa makan, ketemu saudara, berkumpul dengan keluarga. Itu semua harus kita syukuri ya. Yuk.. sekarang tirukan ucapan saya ya : Puji Tuhan, hari ini masih bernafas. Puji Tuhan, diberi sehat. Puji Tuhan dapat bertemu teman. (pamong dapat mengembangkannya.)
Aktivitas:
Anak-anak diajak untuk membuat wayang eyang Tasdik. Pamong menyiapkan tusuk gigi dan lakban. Pamong mencetak foto pak Tasdik sejumlah anak. Di belakang foto tersebut, dipasang tusuk sate dan dilakban. Lalu dibawa pulang.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali salah satu tokoh GKJW yaitu Bapak Tasdik.
- Anak dapat menceritakan Bapak Tasdik yang membuat, menerjemahkan, dan merawat dokumen-dokumen GKJW dengan tekun.
- Anak dapat menunjukkan sikap tekun bersaksi dalam hidupnya sehari-hari.
Alat Peraga: Menyiapkan foto Pdt. Tasdik seperti diatas
Pendahuluan
(Pamong dapat berperan sebagai eyang Tasdik dengan memakai topeng foto pak Tasdik).
Hallo anak-anak, perkenalkan, namaku eyang Tasdik. Kalau namamu siapa? (beri kesempatan anak-anak menjawab pertanyaan). Aku lahir di Tunjungrejo – Lumajang pada tanggal 2 Juli 1914. Kamu lahir dimana? Apakah kalian tahu tanggal lahirmu? Aku seorang Pendeta yang kemudian jadi dosen. Siapa yang kenal sama Pendeta? Siapa nama Pendeta jemaatmu?
Sejak muda, aku senang melayani Tuhan. Aku juga senang membantu orang, ya.. meskipun waktu itu aku sendiri sebenarnya kesulitan dan butuh bantuan. Hayoo.. siapa yang suka membantu teman? Apa saja bentuk bantuanmu? Coba sebutkan. Wah, anak-anak semua hebat. Tahu nggak, Salah satu anakku ada yang meninggal karena berenang dan tenggelam. Isteriku sering sekali sakit, sehingga tidak selalu bisa menemaniku. Tapi aku selalu semangat lho dalam melayani Tuhan. Aku ingin bersaksi tentang kebaikan Tuhan, karena itu aku tekun menulis dan juga menerjemahlan buku-buku yang penting untuk GKJW, gereja kita. Mau tahu apa alasannya? Aku punya 3 alasan, namanya : BBM. Apa itu BBM? Tanyakan pada kakak pamong ya.. (pamong melepas topeng pak Tasdik, lalu melanjutkan bagian cerita)
Inti Penyampaian
Mau tau apa itu BBM? Itu singkatan 3 sikap orang Kristen dalam bacaan kita, yaitu Bersukacita, Berdoa dan Mengucap syukur. Anak-anak, coba buatlah ekspresi bersukacita itu seperti apa! (beri kesempatan anak-anak untuk memeragakan bersukacita. Misalnya dengan teersenyum atau tertawa). Selanjutnya buat ekspresi atau sikap berdoa. Kalau sikap seorang yang bersyukur itu seperti apa? (arahkan anak-anak untuk membuat kata bersyukur, seperti puji Tuhan..).
Kalau menurut Paulus, kita harus bersukacita atau bergembira karena Tuhan mengasihi kita. Tuhan memberkati kita semua sepanjang hari. Jadi, seandainya ada kejadian yang membuat kita merasa sedih, jangan lama-lama. Mari bersukacita karena Tuhan menjaga kita. Karena itu, mari mengasihi anak-anak kita supaya mereka juga bergembira bersama kita. Kita juga harus rajin berdoa, karena dengan berdoa kita bisa merasakan Tuhan itu dekat. Kita bisa berterima kasih dan memohon sesuatu pada-Nya. Yang terakhir, kita harus mengucap syukur. Puji Tuhan, terima kasih Tuhan.. itu adalah salah satu contoh perkataan orang yang mengucap syukur.
Penerapan
Nah, apa yang bisa disyukuri hari ini? Bisa bangun, bisa makan, ketemu saudara, berkumpul dengan keluarga, bisa ikut ibadah hari ini. Ayo…siapa yang bisa menambahkan apa saja yang perlu kita syukuri hari ini? Wah….ternyata banyak sekali yang bisa kita syukuri ya. Yuk…..sekarang tirukan ucapan saya ya : Puji Tuhan, hari ini masih bernafas. Puji Tuhan, diberi sehat. Puji Tuhan dapat bertemu teman. (pamong dapat mengembangkannya)
Aktivitas
Anak-anak diajak menghubungkan dengan garis bagian kata dan ekspresi yang sesuai.

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali salah satu tokoh GKJW yaitu Bapak Tasdik.
- Anak dapat menceritakan Bapak Tasdik yang membuat, menerjemahkan, dan merawat dokumen-dokumen GKJW dengan tekun.
- Anak dapat menunjukkan sikap tekun bersaksi dalam hidupnya sehari-hari.
Alat Peraga: Pamong menyiapkan Foto Pdt. Tasdik seperti diatas
Pendahuluan
(Pamong dapat berperan sebagai eyang Tasdik dengan memakai topeng foto pak Tasdik).
Hallo anak-anak, perkenalkan, namaku eyang Tasdik. Kalau namamu siapa? (beri kesempatan anak-anak menjawab pertanyaan). Aku lahir di Tunjungrejo – Lumajang pada tanggal 2 Juli 1914. Kamu lahir dimana? Apakah kalian tahu tanggal lahirmu? Aku seorang Pendeta yang kemudian jadi dosen. Siapa yang kenal sama Pendeta? Siapa nama Pendeta jemaatmu?
Sejak muda, aku senang melayani Tuhan. Aku juga senang membantu orang, ya.. meskipun waktu itu aku sendiri sebenarnya kesulitan dan butuh bantuan. Hayoo.. siapa yang suka membantu teman? Apa saja bentuk bantuanmu? Coba sebutkan. Wah, anak-anak semua hebat. Tahu nggak, Salah satu anakku ada yang meninggal karena berenang dan tenggelam. Isteriku sering sekali sakit, sehingga tidak selalu bisa menemaniku. Tapi aku selalu semangat lho dalam melayani Tuhan. Aku ingin bersaksi dengan Tuhan, karena itu aku tekun menulis dan juga menerjemahlan buku-buku yang penting untuk GKJW, gereja kita. Mau tahu apa alasannya? Aku punya 3 alasan, namanya : BBM. Apa itu BBM? Tanyakan pada kakak pamong ya.. (pamong melepas topeng pak Tasdik, lalu melanjutkan bagian cerita)
Inti Penyampaian
Mau tau apa itu BBM? Itu singkatan 3 sikap orang Kristen dalam bacaan kita, yaitu Bersukacita, Berdoa dan Mengucap syukur. Anak-anak, coba buatlah ekspresi bersukacita itu seperti apa! (beri kesempatan anak-anak untuk memeragakan bersukacita. Misalnya dengan teersenyum atau tertawa). Selanjutnya buat ekspresi atau sikap berdoa. Kalau sikap seorang yang bersyukur itu seperti apa? (arahkan anak-anak untuk membuat kata bersyukur, seperti puji Tuhan..).
Kalau menurut Paulus, kita harus bersukacita atau bergembira karena Tuhan mengasihi kita. Tuhan memberkati kita semua sepanjang hari. Jadi, seandainya ada kejadian yang membuat kita merasa sedih, jangan lama-lama. Mari bersukacita karena Tuhan menjaga kita. Karena itu, mari mengasihi teman-teman kita supaya mereka juga bergembira bersama kita. Kita juga harus rajin berdoa, karena dengan berdoa kita bisa merasakan Tuhan itu dekat. Kita bisa berterima kasih dan memohon sesuatu pada-Nya. Yang terakhir, kita harus mengucapsyukur. Puji Tuhan, terima kasih Tuhan.. itu adalah salah satu contoh perkataan orang yang mengucap syukur.
Penerapan:
Nah, apa yang bisa disyukuri hari ini? Bisa bangun, bisa makan, ketemu saudara, berkumpul dengan keluarga, bisa ikut ibadah hari ini. Ayo…siapa yang bisa menambahkan apa saja yang perlu kita syukuri hari ini? Wah….ternyata banyak sekali yang bisa kita syukuri ya. Yuk…..sekarang tirukan ucapan saya ya : Puji Tuhan, hari ini masih bernafas. Puji Tuhan, diberi sehat. Puji Tuhan dapat bertemu teman. (pamong dapat mengembangkannya)
Aktivitas:
Anak-anak diajak untuk mengisi lembar aktivitas :
- Hal apa yang membuatmu bersukacita hari ini?
- Dalam doamu, apa saja yang akan kamu ungkapkan?
- Hal-hal apa sajakah yang kamu syukuri dalam hidup?