Menanti Janji Tuntunan Ibadah Anak 4 Desember 2022

21 November 2022

Tahun Gerejawi: Adven 2
Tema: Janji Juru Selamat/ Nubuat

Bacaan Alkitab: Lukas 1:5-25
Ayat Hafalan:Supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.” (Lukas 1 : 4)

Lagu Tema: NKB 143 “Janji yang Manis”

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Setiap orang memiliki harapan baik dalam hidupnya. Ada harapan yang segera terwujud dan ada yang tidak. Demi terwujudnya harapan itu seseorang rela untuk menanti. Penantian bagi sebagian orang begitu menjemukan. Terkadang malah membuat orang berputus asa dan bahkan berusaha melupakan apa yang dinanti-nantikan.

Kehadiran seorang anak adalah harapan keluarga. Beberapa keluarga dengan tidak adanya anak yang dinantikan bisa menjadi masalah besar dalam hidup, termasuk bagi imam Zakharia. Hal itu karena dalam tradisi Yahudi dapat membuat seseorang dikucilkan dari hadapan Tuhan dan bahkan sah jika terjadi perceraian. Meskipun demikian, imam Zakharia tidak melakukan sesuatu yang buruk seperti menceraikan isterinya maupun berputus asa. Ia setia mendoakan apa yang ia harapkan, sembari tetap setia juga melakukan panggilannya sebagai imam.

Ketika menjalankan suatu tugas keimamannya memimpin upacara membakar ukupan ke Bait Suci, sangat mungkin tragedi hidup yang demikian ini menjadi bagian dari permohonan doa imam Zakharia pada waktu itu. Sampai kemudian ia mengalami penglihatan yang mencengangkan dan membuatnya takut, namun justru memberikan berita gembira. Berita yang dibawa oleh malaikat Tuhan itu memberikan kelegaan di tengah hilangnya harapan tentang seorang anak yang akan dikandung oleh Elizabet, isterinya. Imam Zakharia sempat ragu dan tidak percaya jika akan memiliki anak. Baginya, hal itu nampak mustahil mengingat ia dan isterinya sudah tua. Ketidakpercayaan imam Zakharia akan berita itu harus dibayar dengan bukti nyata berupa kebisuan yang dialami, sehingga ketika keluar dari Bait Suci ia tidak bisa berkata-kata. Namun demikian, imam Zakharia tetap melanjutkan tugasnya dengan sukacita atas doa yang terjawab tanpa kata-kata sampai ketika harinya tiba.


TUNTUNAN IBADAHJ ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah malaikat menjumpai Imam Zakharia di Bait Suci.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan gambar di bawah ini:

Pendahuluan
Ajak anak-anak Balita berbaris untuk melakukan permainan saling berbisik. Ujung belakang dibisiki satu kata (misalnya : mangga, ketela, brokoli, gembira, dsb) lalu ia membisiki depannya, dan begitu seterusnya. Sampai tiba dibaris paling depan, anak terdepan ditanya kata apa yang dibisikkan oleh teman belakangnya. Ulangi secukupnya.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Ketika kita bisa berbicara baik bicara keras atau berbisik-bisik ketika harus bersyukur. Karena dengan bicara, kita bisa menyampaikan apa yang kita mau.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

Di Alkitab ada kisah tentang orang awalnya bisa bicara, namun kemudian tidak bisa bicara, atau disebut bisu. (pamong memeragakan orang bisu yang bicara dengan bahasa isyarat atau bahasa tubuh. Kemudian mengajak anak-anak balita melakukannya juga). Nama seorang yang tiba-tiba bisu ini, bapak Zakharia.

Bapak Zakharia adalah seorang imam yang sudah lama ingin mempunyai seorang anak. Imam adalah orang yang memimpin ibadah pada jaman dahulu. Nah, ketika ia sedang melakukan tugasnya, ia berdoa kepada Tuhan kalau ia ingin mempunyai anak. (Pamong menunjukkan gambar) Kemudian Malaikat Tuhan menemui bapak Zakharia dan berkata “Zakharia, doamu dikabulkan. Elisabet, isterimu akan melahirkan, dan kamu harus memberi nama Yohanes serta kamu dan banyak orang akan bergembira.”

Ternyata berita baik ini tidak langsung dipercaya oleh Imam Zakharia. “Bagaimana mungkin terjadi. Aku dan Elisabet isteriku sudah tua semua. Pantasnya dipanggil kakek nenek, kok akan punya bayi.” Keraguan dan kebingungan Zakharia inilah yang membuatnya akhirnya berhenti bicara untuk sementara. Zakharia menjadi bisu dan tidak bisa berkata-kata sampai anaknya lahir. Ayo kita bayangkan, bagaimana caranya bapak Zakharia bilang kalau dia lapar ya, sementara ia tidak bisa bicara? (ajak anak-anak balita memeragakan beberapa tindakan tanpa berkata-kata)

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus, Tuhan begitu baik pada bapak Zakharia yang setia melayani Tuhan dan melakukan tugasnya dengan baik. Melalui malaikat yang menjumpai Zakharia, berita bahwa Tuhan mengabulkan doanya disampaikan.

Aktivitas: Pamong membagikan gambar untuk diwarnai.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah malaikat menjumpai Imam Zakharia di Bait Suci.
  2. Anak dapat menunjukkan reaksi Imam Zakharia terhadap berita malaikat.
  3. Anak dapat menyadari bahwa Allah Mahakuasa.
  4. Anak memberi contoh perbuatan Allah Mahakuasa dalam hidup mereka sehari-hari.

Alat Peraga
Kertas dan pulpen untuk permainan dan aktivitas

Pendahuluan
Ajak anak-anak berbaris untuk melakukan permainan. Kepada anak ujung belakang ditunjukkan satu kata (misalnya : ikan, bintang, pisang, bunga, dsb) lalu ia menggambar dan dalam hitungan 10 detik, gambar harus ditunjukkan kepada teman di depannya, dan begitu seterusnya. Sampai tiba di baris paling depan, anak terdepan diminta menuliskan dengan kata atau ditanya gambar apa yang dilihatnya. Ulangi secukupnya.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Untuk mengatakan sesuatu, paling enak memang langsung ngomong, langsung bicara. Karena itu, kita patut bersyukur ketika kita bisa berbicara. Namun seandainya kita sedang kesulitan berbicara, kita tetap bisa memakai cara lain untuk mengatakan sesuatu. Menurut anak-anak, apa saja cara untuk menyampaikan sesuatu selain bicara secara langsung? (Beri kesempatan anak-anak untuk menyampaikan pendapatnya. Atau arahkan pada jawaban dengan menulis, menggunakan bahasa isyarat, mengetik WA, dsb.)

Anak-anak yang terkasih,
Bacaan kita hari ini mengisahkan seorang yang awalnya bisa bicara, namun tiba-tiba tidak bisa bicara, atau disebut bisu. (pamong memeragakan orang bisu yang bicara dengan bahasa isyarat atau bahasa tubuh) Nama seorang yang tiba-tiba bisu ini adalah imam Zakharia.

Imam adalah orang yang memimpin ibadah pada jaman dahulu. Beliau dan isterinya belum mempunyai seorang anak sampai umurnya sudah tua. Nah, ketika ia sedang melakukan tugasnya sebagai imam, ia juga menaikkan doa kepada Tuhan tentang keinginannya mempunyai anak. Kemudian Malaikat Tuhan menemuinya dan bapak Zakharia terkejut serta takut ketika melihatnya. Coba kalian peragakan, orang yang terkejut dan takut itu seperti apa? (pamong bisa menunjuk beberapa anak untuk melakukannya). Kepada Zakharia yang takut, Malaikat itu berkata “Jangan takut, hai Zakharia, doamu telah dikabulkan. Elisabet, isterimu akan melahirkan, dan kamu harus memberi nama Yohanes serta kamu dan banyak orang akan bergembira.”

Ternyata berita baik ini tidak langsung dipercaya oleh Imam Zakharia. “Bagaimana mungkin terjadi. Aku dan Elisabet isteriku sudah tua semua. Pantasnya dipanggil kakek nenek, kok akan punya bayi.” Begitu kira-kira. Keraguan dan kebingungan Zakharia inilah yang membuatnya akhirnya berhenti bicara untuk sementara. Zakharia menjadi bisu dan tidak bisa berkata-kata sampai anaknya lahir. Ayo kita bayangkan, bagaimana caranya bapak Zakharia bilang kalau dia lapar ya, sementara ia tidak bisa bicara? (ajak anak-anak memeragakan beberapa tindakan tanpa berkata-kata)

Penerapan
Anak-anak yang terkasih,
Melalui malaikat yang menjumpai Zakharia, berita bahwa Tuhan mengabulkan doanya disampaikan. Tuhan begitu baik pada bapak Zakharia yang setia melayani Tuhan dan melakukan tugasnya dengan baik. Bahkan rasanya Tuhan terlampau baik, karena melakukan apa yang mustahil bagi manusia. Nah, hal yang terlampau baik ini justru mengejutkan atau bahkan membuat ragu dan tidak percaya. Apa yang terjadi pada bapak Zakharia menunjukkan bahwa Tuhan itu Mahakuasa. Ia sanggup melakukan perbuatan yang bagi manusia tidak mungkin, namun pasti bisa bagi Tuhan. Mari bersyukur kepada Tuhan dengan menjadi anak-anak yang setia seperti imam Zakharia.

Aktivitas
Anak-anak diminta untuk mendaftar kebaikan Tuhan yang mereka rasakan dalam kehidupan mereka. (dapat ditulis dibalik kertas yang digunakan untuk permainan di awal).


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah malaikat menjumpai Imam Zakharia di Bait Suci.
  2. Anak dapat menunjukkan reaksi Imam Zakharia terhadap berita malaikat.
  3. Anak dapat menyadari bahwa Allah Mahakuasa.
  4. Anak memberi contoh perbuatan Allah Mahakuasa dalam hidup mereka sehari-hari.

Alat Peraga
Kertas dan pulpen untuk permainan dan aktivitas

Pendahuluan
Ajak anak-anak berbaris untuk melakukan 2 permainan.

Permainan 1: Kepada anak ujung belakang dibisiki satu kata (misalnya : mangga, ketela, brokoli, gembira, dsb) lalu ia membisiki depannya, dan begitu seterusnya. Sampai tiba di baris paling depan, anak terdepan ditanya kata apa yang dibisikkan oleh teman belakangnya. Ulangi secukupnya.

Permainan 2: Kepada anak ujung belakang ditunjukkan satu kata (misalnya : ikan, bintang, pisang, bunga, dsb) lalu ia menggambar dan dalam hitungan 10 detik, gambar harus ditunjukkan kepada teman di depannya, dan begitu seterusnya. Sampai tiba di baris paling depan, anak terdepan diminta menuliskan dengan kata atau ditanya gambar apa yang dilihatnya. Ulangi secukupnya.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, dari dua permainan tadi, menurut kalian untuk menyampaikan sesuatu paling enak yang mana? Dengan kata-kata atau peraga/gambar/isyarat? (beri waktu anak-anak menyampaikan pendapatnya). Pada umumnya, langsung ngomong atau bicara adalah cara menyampaikan sesuatu yang paling mudah. Karena itu, kita patut bersyukur ketika kita bisa berbicara. Namun seandainya kita sedang kesulitan berbicara, kita tetap bisa memakai cara lain untuk mengatakan sesuatu, salah satunya dengan gambar tadi. Menurut anak-anak, apa saja cara untuk menyampaikan sesuatu selain bicara secara langsung? (Beri kesempatan anak-anak untuk menyampaikan pendapatnya. Atau arahkan pada jawaban dengan menulis, menggunakan bahasa isyarat, mengetik WA, dsb.)

Anak-anak yang terkasih,
Bacaan kita hari ini mengisahkan seorang imam yang awalnya bisa bicara, namun tiba-tiba menjadi bisa, tidak bisa berkata-kata. (pamong memeragakan orang bisu yang bicara dengan bahasa isyarat atau bahasa tubuh) Ia adalah imam Zakharia.

Imam adalah orang yang memimpin ibadah pada jaman dahulu. Beliau dan isterinya belum mempunyai seorang anak sampai umurnya sudah tua. Nah, ketika ia sedang melakukan tugasnya sebagai imam, ia juga menaikkan doa kepada Tuhan tentang keinginannya mempunyai anak. Ketika itu, Malaikat Tuhan tampak berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat itu, imam Zakharia terkejut serta takut. Coba kalian peragakan, orang yang terkejut dan takut itu seperti apa? (pamong bisa menunjuk beberapa anak untuk melakukannya). Kepada Zakharia yang takut, Malaikat itu berkata “Jangan takut, hai Zakharia, doamu telah dikabulkan. Elisabet, isterimu akan melahirkan, dan kamu harus memberi nama Yohanes serta kamu dan banyak orang akan bergembira. Ia akan menjadi besar di hadapan Tuhan dan manusia.”

Berita yang dibawa malaikat itu luar biasa, namun ternyata berita baik ini tidak langsung dipercaya oleh Imam Zakharia. “Bagaimana mungkin terjadi. Aku dan Elisabet isteriku sudah tua semua. Pantasnya dipanggil kakek nenek, kok akan punya bayi.” Begitu kira-kira. Keraguan dan kebingungan Zakharia inilah yang membuatnya akhirnya berhenti bicara untuk sementara. Zakharia menjadi bisu dan tidak bisa berkata-kata sampai anaknya lahir. Ayo kita bayangkan, bagaimana caranya bapak Zakharia bilang kalau dia lapar ya, sementara ia tidak bisa bicara? (ajak anak-anak pratama memeragakan beberapa tindakan tanpa berkata-kata) Imam Zakharia yang ragu dan tidak percaya, menjadi percaya setelah mengalami dirinya yang bisa berkata-kata menjadi bisu.

Penerapan
Anak-anak yang terkasih,
Melalui malaikat yang menjumpai Zakharia, berita bahwa Tuhan mengabulkan doanya disampaikan. Tuhan begitu baik pada bapak Zakharia yang setia melayani Tuhan dan melakukan tugasnya dengan baik. Bahkan rasanya Tuhan terlampau baik, karena melakukan apa yang mustahil bagi manusia. Nah, hal yang terlampau baik ini justru mengejutkan atau bahkan membuat ragu tidak percaya. Apa yang terjadi pada bapak Zakharia menunjukkan bahwa Tuhan itu Mahakuasa. Ia sanggup melakukan perbuatan yang bagi manusia tidak mungkin, namun pasti bisa bagi Tuhan. Mari bersyukur kepada Tuhan dengan menjadi anak-anak yang setia seperti imam Zakharia.

Aktivitas
Anak-anak Madya diminta untuk mendaftar kebaikan dan kemahakuasaan Tuhan yang mereka rasakan dalam kehidupan mereka. (dapat ditulis dibalik kertas yang digunakan untuk permainan di awal).

Renungan Harian

Renungan Harian Anak