Deskripsi Pancaran Air Hidup 26 November 2022

26 November 2022

Bacaan: Mazmur 122 : 1 – 9 ǀ Pujian: KJ. 269
Nats:Sekarang kaki kami berdiri di depan pintu gerbangmu, hai Yerusalem.” (Ayat 2)

“Pernahkah anda ke pantai?” Di wilayah Kabupaten Malang bagian selatan, terdapat beberapa nama pantai di sekitar Pantai Sendangbiru. Antara lain Pantai Balekambang, Pantai Teluk Asmara, Pantai Goa Cina, Pantai Ngliyep, Pantai Sendiki, Pantai Tiga Warna, Pantai Watu Leter, Pantai Gatra, Pantai Batu Bengkung, dan Pantai Kondang Merak. Bagaimana jika anda menjadi pemandu wisata dan harus menjelaskan pantai itu secara spesifik? Apa yang membedakan di antara masing-masing pantai tersebut? Karena gurauannya, airnya sama dan warnanya juga sama.

Memang tidak mudah untuk menjelaskan sesuatu jika yang menerima penjelasan memiliki perbedaan latar belakang. Kalau jaman sekarang, penjelasan sesuatu hal sudah sangat mudah karena bisa dibantu dengan media foto, video, browsing ataupun link YouTube. Tapi bayangkan jika pemandu wisata ini sedang menjelaskan Yerusalem pada keadaan sekian ratus tahun lalu, dimana saat itu diasumsikan masih belum ada sarana yang bisa membantu penjelasan secara visual. Meskipun demikian, penulis Mazmur menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Melalui ungkapan kata yang disampaikan, kita bisa mendapatkan kisah tentang apa yang diketahuinya, yang sedang dirasakan dan sekaligus yang diharapkan secara deskriptif dan obyektif berkenaan dengan Yerusalem.

Penulis Mazmur mampu memberikan penggambaran bentuk fisik seperti pintu gerbang (Ay. 2), kota bersambung rapat (Ay. 3), kursi milik keluarga raja (Ay .5), tembok dan puri (Ay.7) serta bangunan rumah Tuhan yaitu Bait Allah (Ay. 9). Pemazmur juga mampu menceritakan suasana pertemuan dengan Allah yaitu memuji Allah dan mendengar suara Allah, melalui tindakan berziarah (Ay. 4), bersyukur (Ay. 4), berdoa (Ay. 6), ucapan kesejahteraan (Ay. 7-8) dan mencari kebaikan (Ay. 9). Pemazmur menggambarkan kota Yerusalem di sisi fisik dan sisi rohaninya melalui ungkapan kalimat yang indah, sekaligus mampu menggugah imajinasi dan hasrat untuk ikut datang ke Yerusalem guna merasakan pesonanya.

Sekarang, jika prinsip yang ditunjukkan oleh penulis Mazmur kita lakukan maukah kita awali dari rumah tempat tinggal kita? Kira-kira apa yang akan kita kisahkan? Mampukah kita menggambarkan tempat kita guna menjadikannya sarana mengenal Allah? Amin. [WdK].

Kami menciptakan kesempatan bagi dia untuk mengembangkan imajinasi, kreativitas dan logika.”
(Andar Ismail, Selamat Mewaris, 2005)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak