Aku Mengasihi Tuntunan Ibadah Anak 27 November 2022

14 November 2022

Tahun Gerejawi: Advent 1
Tema: Mujizat Yesus

Bacaan: Markus 8:1-10
Ayat Hafalan:Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan  kepada orang banyak ini.  Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.” (Markus 8:2)

Lagu: Kasih Yesus Manis Dan Indah

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Mujizat menurut KKBI adalah kejadian (peristiwa) ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia. Bicara soal mujizat, banyak mujizat yang sudah Yesus lakukan sepanjang hidupnya.

Mujizat Yesus memberi makan 4000 orang sudah seringkali kita dengar dan kita kisahkan. Ketika berurusan dengan orang banyak, diri kita sendiri mendapat urutan kedua. Itu yang dilakukan Yesus sejak awal cerita. Yesus terbiasa diikuti oleh banyak orang setelah banyak sekali karya yang diperbuatnya. Orang ingin tahu dia siapa, apa yang sudah diperbuatnya? Mengapa dia melakukannya? Dan untuk menjawab itu butuh waktu yang lama agar orang lain bisa mengerti. Pada saat itu, sudah 3 hari lamanya orang banyak itu mengikuti Yesus. Yesus melihat orang banyak itu tidak memiliki makanan, dan kalaupun diperintah untuk pulang, rumah mereja terlalu jauh. Yesus kuatir mereka malah jatuh karena kelelahan dan kelaparan.

Yesus tidak tega, karenanya Yesus memberi pernyataan itu kepada para murid, seandainya kusuruh pulang, ke rumah mereka yang jauh itu mereka akan jatuh rebah ketanah oleh sebab lapar. Yesus ingin agar para murid membayangkan sebuah situasi dan menginginkan inisiatif para murid. Namun para murid menjawab bahwa di tempat yang sunyi ini tidak mungkin juga didapatkan makanan. Seolah mereka ingin mengatakan, aku mau disuruh kemana? Pasti sulit mendapatkan roti. Para murid hanya melihat kendala tanpa ingin mencoba dulu.

Sebuah belas kasih yang amat besar menggerakkan Yesus untuk membuat mujizat sekali lagi. Ia memerintahkan mengumpulkan roti dan ikan dan membuat jumlah yang seadanya itu lebih dari cukup untuk 4000 orang.

Refleksi Untuk Pamong
Pada saat Yesus sendiri mengutarakan pernyataan tentang orang banyak yang kelaparan itu, apakah Yesus sendiri telah makan dan kenyang? Tentu tidak, seorang Yesus yang penuh belas kasih tak akan tega makan sendiri dihadapan orang banyak. Yesus adalah seorang yang selalu peduli kepada sesama. Dalam diri orang yang peduli tidak akan muncul tindakan egois yang mementingkan diri sendiri ‘yang penting diri sendiri kenyang dulu, baru deh ingat yang lain’

Dalam acara ibadah perayaan pun, seorang pamong akan melayani anak-anak dulu sebelum dirinya sendiri mengambil minum dan makan. Setelah semua anak dipastikan sudah minum dan makan, baru pamong melakukan untuk diri sendiri. Ada belas kasih dalam diri seorang pamong, ada keinginan untuk melayani orang lain terlebih dahulu. Berbahagialah kita yang lebih suka mementingkan orang lain daripada diri kita terlebih dahulu, sebagaimana Yesus yang mewartakan KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali mujizat Yesus memberi makan 4000 orang.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan Alat Peraga di bawah ini:

Gambar 1

 

Gambar 2

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan..bagaimana kabarnya hari ini? Sehat semua kan? hari ini kita mau mendengar cerita tentang mujizat Tuhan Yesus.

Nah, penasaran kan? ayo kita melihat gambar berikut ini ya..

Inti Penyampaian
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Hari ini Tuhan Yesus diikuti orang banyak lagi. Banyak sekali, sampai 4000 orang. Anak-anak pernah datang ke pasar malam? Apakah anak-anak bisa menghitung semua orang yang ada di pasar malam? Jari tangan dan jari kaki tidak akan muat ya! Banyak sekali yang datang.

Kalau yang datang mendengarkan Yesus mengajar sampai 4000 ribu orang bayangkan saja betapa ramainya. Yesus melihat banyak orang itu sudah kehabisan makanannya, lalu Yesus iba. Pasti mereka kelaparan kan? bagaimana mereka bisa makan? Darimana bisa mendapatkan makanan?
Akhirnya Yesus menyuruh para murid mengumpulkan roti dan ikan yang ada. Tuhan Yesus berdoa dan membagi-bagikan roti itu. Semua orang makan sampai kenyang.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Tahu tidak apa yang mengherankan lagi? Tujuh roti yang dibagi-bagikan itu ternyata cukup untuk 4000 orang, dan setelah selesai makan rotinya masih tersisa tujuh bakul. Weruh opo ora sing luwih ngagetno? Pitung roti kang dibagi-bagi kuwi luwih tekan cukup kanggo wong patang ewu,lan maneh isih nyisa pitung wakul.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Siapakah yang bisa menceritakan kembali mujizat Tuhan Yesus dalam ibadah minggu yang sekarang ini?ayo tunjuk tangan ya!

Iya, terimakasih untuk anak-anak yang berani bercerita, minggu depan gantian yang lain ya, pasti semua anak berani juga kan?

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, kalau punya adik dirumah, atau nanti ketemu bapak dan ibu, ayo ceritakan bagaimana kisah mujizat Yesus ini, agar orang lain tahu, Yesus itu maha kuasa, Yesus itu penuh kasih cinta. amin

Ayo kita bersama menyanyikan Sungguh Ku Bangga Bapa

Aktivitas
Pamong dapat memperbanyak lembar kerja dibawah ini sesuai jumlah anak yang hadir. Aktivitas minggu ini adalah:


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali mujizat Yesus memberi makan 4000 orang.
  2. Anak dapat menunjukkan bahwa Tuhan Yesus adalah seorang yang penuh belas kasihan.

Alat Peraga: Pamong menyiapkan gambar yang terdapat di Alat Peraga Balita

Pendahuluan
Selamat Pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Apakah anak-anak penuh sukacita hari ini? Apakah semua bergembira? Ya, kita harus bergembira karena akan mendengarkan Firman tentang mujizat Tuhan Yesus. Simak baik-baik ya.

Inti Penyampaian
(Pamong menunjukkan gambar 1)
Yesus ini bingung campur iba, orang yang mengikuti Yesus ternyata banyak sekali. Anak-anak yang menyimak pasti ingat, kira-kira berapa orang yang mengikuti Yesus? Iya betul, 4000 orang. Tuhan Yesus sadar, berapa hari mereka sudah mengikuti Yesus? Iya benar, 3 hari.

Mereka pasti sudah tidak punya bekal lagi, tempat Yesus mengajar itu jauh dari mana-mana. Kalau mencari makanan ke tempat terdekat pasti sulit. Kalau disuruh pulang, kira-kira apa yang akan terjadi? Iya benar, mereka kelelahan dan nantinya bisa terjatuh.

Jadi Yesus memerintahkan murud-murid untuk mengumpulkan roti yang ada. Hanya 7 roti saja memang, tapi dengan iman, Yesus percaya yang hanya 7 roti dan beberapa ikan itu akan cukup dimakan oleh 4000 orang.

(Pamong menunjukkan gambar 2)
Yesus memang memberi makan 4000 orang itu ya. Semuanya makan sampai kenyang, dan anehnya setelah selesai makan, masih ada sisa 7 bakul roti. Wah, memang mujizat terjadi! Puji Tuhan Halleluya.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Dalam kehidupan sehari-hari pun kita sering menerima mujizat Tuhan. Kadang mujizat Tuhan tidak kita sadari. Saat pagi hari, bangun dari tempat tidur, coba lihat kedua tangan kita, lihat kaki kita…semuanya bisa digerakkan dengan bebas. Tanpa sakit, tanpa kaku dan kesulitan. Itu adalah juga mujizat Tuhan. Semua yang terlihat sepele dan kurang heboh sebenarnya adalah mujizat juga. Pernahkah anak-anak berpikir bagaimana caranya menggerakkan kaki dan tangan, kok aku bisa bernafas ya? Kenapa mataku bisa melihat? Kenapa aku bisa bernyanyi? Kenapa aku bisa mengerjakan semua soal-soal ujian hari ini? kalau tanpa karunia Tuhan, apakah itu bisa terjadi? Tuhan sungguh mengasihi kita, ia menciptakan kita dengan sangat istimewa, dengan kasih yang sempurna. Bagaimana mungkin kita tidak percaya kepada Tuhan? Bagaimana mungkin kita tidak mengenal bahwa Tuhan itu penuh kasih?

Tuhan yang menciptakan kita, sama dengan Tuhan yang mampu memberi makan 4000 orang. Tuhan Yesus lah yang patut kita sembah dan kita tiru. Amin

 Ayo kita Bersama menyanyikan Sungguh Ku Bangga Bapa

Aktivitas


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menunjukkan sikap Tuhan Yesus yang penuh belas kasihan
  2. Anak dapat memberi contoh sikap belas kasihan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Anak menerapkan sikap menolong karena belas kasihan dalam hidup sehari-hari.

Alat Peraga: Pamong menyiapkan gambar yang terdapat di Alat Peraga Balita

Pendahuluan
Selamat pagi, anak-anak yang dikasihi Tuhan

Bagaimana kabarnya hari ini? Apakah ada mujizat yang terjadi selama 1 minggu kemarin? Bagaimana kalau kali ini kita mendengarkan kisah mujizat Yesus?

Inti Penyampaian
Gambar 1
Hari itu Tuhan Yesus mengajar lagi. Seperti biasa yang mengikuti banyak, 4000 orang. Kabarnya mereka sudah ada di tempat itu selama 3 hari. Tahu tidak apa artinya? Kalau bepergian selama 3 hari biasanya sih, bekal mulai menipis atau habis. Tanpa ada yang memberitahupun Yesus sudah tahu. Dalam hati Yesus iba dan bertanya: mereka sudah makan belum ya? Kalau belum, sebaiknya apa yang harus dilakukan?

Yesus bicara kepada para murid, tentang nasib 4000 orang itu. Tapi sepertinya para murid juga kebingungan. Tempat itu memang jauh dari mana-mana. Kalau disuruh pulang, kuatirnya mereka akan terjatuh di jalan karena sudah kelaparan dan kecapaian. Tempat itu juga tempat yang sepi, mungkin akan sangat sulit untuk mencari makanan walaupun pergi mencari ke tempat yang hanya dekat saja.

Dari murid-murid yang berhasil mengumpulkan 7 buah roti, Yesus berdoa dan membagikan roti itu melalui bantuan para murid.

Gambar 2
4000 orang itu makan sampai kenyang dan masih tersisa 7 bakul banyaknya. Sekali lagi semua orang menyaksikan mujizat Yesus. Sungguh diluar dugaan karena kalau dibayangkan akan sulit, mana mungkin memberi makan 4000 orang hanya dengan 7 roti dan beberapa ikan saja? Menurut pikiran manusia tidak akan masuk akal bukan? Tapi memang itulah yang terjadi.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, mujizat yang dibuat Tuhan Yesus mengingatkan kita bagaimana besar kasih Yesus. Yesus tidak membiarkan orang banyak itu kelaparan. Tuhan Yesus selalu memberi dengan tulus, Tuhan Yesus selalu bersedia menolong orang lain, betapapun sulitnya kondisi saat itu.

Kita tidak boleh berhenti menolong orang lain. Menolong orang lain adalah contoh mengasihi sesama, hal yang selalu diajarkan Tuhan Yesus dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hariNya.

Bagaimana dengan anak-anak semua? Lakukan perbuatan mengasihi tanpa Lelah ya? Mengasihi setiap hari dan setiap waktu. Amin

Ayo kita Bersama menyanyikan Ayo kita Bersama menyanyikan Sungguh Ku Bangga Bapa

Aktivitas

 

 

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak