Peristiwa yang Memurnikan Pancaran Air Hidup 28 Oktober 2022

28 October 2022

Bacaan: Ayub 23 : 1 – 17 | Pujian : KJ. 38 : 1, 2
Nats:Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” (Ayat 10)

Tentu kita ingat saat Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) dijadikan terdakwa atas kasus dugaan penistaan agama akibat pidatonya di Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2017 yang lalu. Ahok dijerat pasal 156a tentang penistaan agama karena dalam pidatonya tersebut, ia mengutip salah satu ayat dari kitab suci sebuah agama yang dipercaya sebagian besar penduduk di negeri ini. Karena itu, kemudian dia divonis 2 tahun penjara oleh hakim pengadilan negeri Jakarata Utara. Di kala dia menjabat sebagai gubernur DKI dan dikelilingi oleh orang – orang yang ingin menjatuhkan dia, ada satu ungkapan Ahok yang sangat menarik, “kalau kamu mutiara dibuang ke kubangan juga tetap mutiara”. Ungkapan itu ia gunakan untuk menganalogikan siapa dirinya. Meskipun ia harus dicampakan ke tempat yang buruk oleh orang – orang yang tidak menyukainya, dia tetaplah Ahok yang berpendirian baik dalam memimpin dan melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Kalau Ahok menggambarkan hidupnya seperti mutiara, lebih lagi Ayub. Dia memaknai pengalaman hidupnya seperti emas, pencobaan yang ia hadapi bukanlah suatu penghancuran, namun merupakan pemurnian. Ia sangat mengimani meskipun seolah Allah diam, ia tahu bahwa Allah hidup dan sedang menguji dirinya. Jika ujian itu telah selesai, maka Ayub akan mendapati dirinya lebih baik daripada waktu hidup sebelumnya.

Kisah penderitaan Ayub ini dimaksudkan untuk mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada rencana terbaik dibalik setiap ujian hidup yang Tuhan izinkan menimpa kita. Cara Ayub memandang persoalan mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan memegang kendali atas kehidupan kita. Hidup kita ibarat emas, begitu berharga di mata Tuhan. Jika Tuhan ‘membakar’ hidup kita, Dia tidak bermaksud menghancurkan kita. Sebaliknya, Dia ingin mendapati kualitas iman kita yang teruji, yang murni, sebuah kehidupan yang tanpa cela dihadapan-Nya. Tetaplah beraksi dan setialah bersaksi dalam setiap kondisi. Amin. [Ndrung].

“Tuhan menguji bukan untuk menghancurkan hidup kita.
Sebaliknya, dia sedang memurnikan kita seperti emas.”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak