Terus Belajar Tuntunan Ibadah Anak 23 Oktober 2022

10 October 2022

Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Tokoh Pemuda
Bacaan: Yohanes 3 : 1 –21
Ayat Hafalan: Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan (Amsal 1 : 7)
Lagu: Aku dapat di hatiku (Kidung Jemaat no. 423)

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Pelayanan Tuhan Yesus yang begitu menakjubkan, yang disertai tanda-tanda mujizat, kian menjadi perhatian orang-orang Yahudi dari rakyat biasa sampai di kalangan tokoh-tokoh agama. Termasuk Nikodemus juga tertarik dengan ajaran Yesus.

Siapakah Nikodemus? Ia seorang Farisi, suatu kelompok keagamaan Yahudi yang terkenal karena ketaatan mereka menjalankan hukum Taurat. Ia juga pemimpin agama Yahudi. Dengan demikian pengetahuan dan kesalehan Nikodemus tidak perlu diragukan.

Nikodemus datang kepada Yesus karena tertarik pada Yesus dan menghormati Dia (ayat 2). Yesus berkata Nikodemus perlu dilahirkan kembali agar mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (ayat 3, 7). Ini menarik karena Yesus menjelaskan hal itu kepada Nikodemus yang memiliki latar belakang agama Yahudi yang demikian kental. Yesus kemudian menjelaskan bahwa orang baru dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah kalau dilahirkan dari air dan Roh (ayat 5). Hal ini merujuk kepada Yeh. 36:25-27. Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa air adalah tanda pentahiran, sedangkan Roh diberikan untuk memberikan pembaharuan. Ini menegaskan bahwa dosa telah membuat semua orang tidak layak masuk ke dalam kemuliaan Tuhan, kecuali bila dibaharui Roh.

Jawaban-jawaban Nikodemus menunjukkan bahwa ia tidak mengerti sama sekali apa yang dibicarakan oleh Yesus, walaupun ia adalah ahli Kitab Suci (ayat 4, 9-10). Ternyata orang dengan pengetahuan agama dan kesalehan yang kuat seperti Nikodemus belum tentu mengerti dan mengalami kelahiran baru. Padahal orang harus dilahirkan kembali agar menikmati dan mengalami kehidupan yang bersifat surgawi (ayat 8, 12). Bagaimana orang dapat dilahirkan kembali? Yoh. 1:12-13 menjelaskan bahwa orang yang menerima Yesus dan percaya dalam nama-Nya akan menjadi anak-anak Allah. Jika kita percaya akan Yesus maka kita akan dilahirkan kembali dan karena itu akan menerima hidup kekal.

Yesus menerangkan bahwa “Dilahirkan kembali” bukanlah masalah fisik, melainkan tentang memasuki kehidupan baru sebagai hasil karya ajaib Roh Kudus. Memasuki kehidupan kekal ini dimungkinkan oleh pengorbanan Kristus di kayu salib. Ia menanggung hukuman untuk menggantikan manusia yang berdosa. Akan tetapi, hal ini sulit dipahami Nikodemus. Maka Tuhan Yesus mengambil suatu kisah dalam PL untuk menolong Nikodemus memahami hal tsb.

Sebagai seorang Farisi, Nikodemus tentu akrab dengan PL yang di dalamnya termasuk juga kitab-kitab Taurat. Ia tentu tahu kisah ular di padang gurun (Bil. 21:4-9). Yesus mengibaratkan kematian-Nya di kayu salib seperti kisah digantungnya ular tembaga di sebuah tiang. Itu terjadi karena orang-orang Israel memberontak melawan Allah. Sebagai hukuman, Allah mengirimkan ular-ular tedung untuk memagut mereka. Ketika Musa berdoa kepada Allah, Allah memerintahkan Musa untuk membuat ular tembaga dan menggantungnya. Siapa saja yang dipagut ular harus memandang ular tembaga itu, bila ingin disembuhkan. Begitu pulalah kematian Yesus di kayu salib (band. Yoh. 12:32-34). Manusia yang telah berdosa karena melawan Allah harus menerima hukuman. Namun Kristus rela menanggung semua dosa manusia dan mereguk murka Allah. Dengan karya-Nya, Ia menebus manusia dan membebaskan manusia dari hukuman.

Respons seseorang pada karya Yesus akan menentukan apa yang akan ia terima: hidup kekal atau hukuman (ayat 14-15). Bagi yang tidak percaya, dengan tegas disebutkan bahwa mereka akan binasa (ayat 16) dan dihukum (ayat 18). Hukuman ini diberikan karena sebelumnya kesempatan untuk menerima terang Yesus telah diberikan, tetapi manusia menolak dan lebih suka melakukan yang jahat (ayat 19). Namun orang yang memberi respons positif bagai orang yang datang kepada terang (ayat 21). Niscaya ia diselamatkan dan beroleh hidup kekal (ayat 16-17).

Refleksi untuk Pamong
Kebingungan Nikodemus kiranya membuat kita bercermin : berapa lama kita telah menjadi Kristen? (bahkan mungkin sebagian dari kita telah menjadi Kristen sejak lahir). Berapa lama kita sudah menjadi pamong ? (mungkin banyak dari kita yang sejak masih remaja/pemuda). Dengan waktu yang lama kita menjadi Kristen dan menjadi pamong kadang-kadang membuat kita merasa telah mengetahui banyak tentang Firman Tuhan. Apakah dengan hafal sangat banyak kisah di dalam Alkitab membuat kita merasa sudah memahami semua perintah Tuhan dan juga otomatis kita sudah lahir baru? Ataukah kita masih terus akan belajar tentang kehendak Tuhan atas hidup kita?


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:  Anak dapat menceritakan Kembali percakapan Yesus dengan Nikodemus

Alat Peraga
Catatan untuk pamong : pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat.
Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.

Pendahuluan
Siapa yang masih ingat cerita minggu yang lalu? Ya… minggu yang lalu kita sudah mendengarkan cerita tentang Yesus dan perempuan Kanaan (ulangi secara singkat kisah tentang Yesus dan perempuan Kanaan)
Nah hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang Tuhan Yesus lagi. ( tunjukkan Alkitab kepada anak-anak). Cerita ini juga ada di dalam Alkitab.
Dalam cerita kali ini Yesus bertemu dengan orang yang bernama Nikodemus (ajak anak-anak unuk mengulang nama Nikodemus beberapa kali )

Inti Penyampaian
Nikodemus adalah orang yang pintar. Dia pemimpin agama Yahudi.
Pada malam hari Nikodemus menemui Yesus. Mau apa ya Nikodemus menemui Yesus ?
Ternyata Nikodemus ingin belajar pada Yesus. Sebab menurut Nikodemus, Yesus adalah guru yang hebat. Karena Yesus bisa melakukan banyak mujizat. ( sebutkan beberapa mujizat yang dilakukan Yesus) . Karena mujizat-mujizat itu, Yesus pasti adalah guru yang diutus oleh Allah dari surga.
Nikodemus ingin belajar apa ya dari Yesus ?
O…. ternyata Nikodemus ingin tahu apa maksud kata-kata Yesus “ untuk bisa melihat kerajaan surga, orang harus dilahirkan lagi”
Nikodemus bingung. Bagaimana ya kok bisa orang yang sudah lahir masuk lagi ke perut ibunya, lalu dilahirkan lagi ?
Ternyata maksud Yesus, orang yang bisa melihat kerajaan Allah adalah orang-orang sudah menjadi orang baik. Tidak melakukan perbuatan yang dilarang Tuhan. Orang-orang yang menuruti Firman

Penerapan
Nah, Tuhan Yesus juga ingin kita semua bisa melihat kerajaan Allah.
Bagaimana caranya ? Dengan menuruti Firman Tuhan

Aktivitas
(Pamong menyiapkan beberapa gambar tentang perbuatan yang sesuai dengan Firman Tuhan dan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan).

Secara bergantian, anak-anak mengambil sebuah gambar. Tanyakan dan bimbing anak-anak untuk menceritakan secara sederhana tentang gambar tersebut dan apakah itu perbuatan yang dikendaki Tuhan atau bukan,

Kemudian tempelkan/ kumpulkan gambar-gambar tersebut dalam kelompok “ perbuatan baik” dan “perbuatan buruk”.
Lalu buanglah gambar perbuatan-perbuatan buruk ke tempat sampah yang sudah disiaspkan, sambil jelaskan bahwa perbuatan itu tidak boleh dilakukan. Jadi harus dibuang.

Ajak anak-anak mengulang perbuatan-perbuatan baik yang ada pada gambar – gambar yang telah ditempel. Dan ini adalah perbuatan-perbuatan yang diinginkan Tuhan. Yang harus kita lakukan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:  Anak dapat menceritakan Kembali percakapan Yesus dengan Nikodemus

Alat Peraga
Catatan untuk pamong : pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat. Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.

Pendahuluan
Siapa yang disini bersekolah? kelas berapa?
Mengapa sih kalian kok bersekolah? ( berikan kesempatan pada anak-anak untuk menjawab )
Ya kita bersekolah untuk belajar. Belajar tentang banyak hal ya. Kita yang dahulunya tidak tahu/ tidak bisa akhirnya menjadi tahu/ bisa karena belajar.
Misalnya kita yang dulu tidak bisa membaca akhirnya sekarang kita bisa membaca karena kita belajar.
Pagi ini kita akan belajar tentang seseorang yang senang belajar. Siapakah dia?

Inti Penyampaian
Pada suatu malam ada seseorang yang ingin mengunjungi Yesus. Orang tersebut bernama Nikodemus. Nikodemus adalah orang yang pintar. Dia pemimpin agama Yahudi.
Mengapa Nikodemus ingin menemui Yesus pada malam hari ?
Ternyata Nikodemus ingin belajar pada Yesus. Sebab menurut Nikodemus, Yesus adalah guru yang hebat. Karena Yesus bisa melakukan banyak mujizat. ( tanyakan pada anak-anak beberapa mujizat yang dilakukan Yesus. Bisa dengan mengulang yang sudah dibicarakan pada minggu lalu) .
Oleh karena itu Nikodemus berkata,” Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
Lalu Yesus menjawab,” Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan Kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Nikodemus bingung. Bagaimana ya kok bisa orang yang sudah lahir masuk lagi ke perut ibunya, lalu dilahirkan lagi ?
Nikodemus tidak malu bertanya. Nikodemus ingin belajar. Nikodemus ingin tahu lebih banyak lagi tentang Firman Tuhan.
Ternyata yang dimaksud Yesus adalah, orang yang bisa melihat kerajaan Allah adalah orang-orang lahir baru secara roh, lahir baru sikap dan perbuatannya. sudah menjadi orang baik. Tidak melakukan perbuatan yang dilarang Tuhan. Orang-orang yang menuruti Firman.
Atau bisa dikatakan , lahir baru artinya berubah. Dari yang semula tidak baik berubah menjadi baik.

Penerapan
Jadi seperti juga Nikodemus yang selalu ingin tahu tentang maksud-maksud Firman Tuhan, kita juga harus selalu belajar tentang Firman. Karena Firman itu banyak sekali dan belum semuanya kita ketahui artinya.
Dan hari ini, seperti Nikodemus, kita juga tambah pegetahuan kita tentang arti lahir baru. ( tanyakan pada anak-anak apakah arti lahir baru ).

Aktivitas
(Pamong menyiapkan beberapa gambar tentang perbuatan dan perkataan yang sesuai dengan Firman Tuhan dan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan).

Secara bergantian, anak-anak mengambil sebuah gambar. Tanyakan dan bimbing anak-anak untuk menceritakan secara sederhana tentang gambar tersebut dan apakah itu perbuatan/ perkataan yang dikendaki Tuhan atau bukan,
Kemudian tempelkan/ kumpulkan gambar-gambar tersebut dalam kelompok “ perbuatan baik” dan “perbuatan buruk”.
Lalu buanglah gambar-gambar dan tulisan perkataan yang masuk dalam kelompok “perbuatan buruk” ke tempat sampah yang sudah disiaspkan, sambil jelaskan bahwa perbuatan itu tidak boleh dilakukan. Jadi harus dibuang.
Ajak anak-anak mengulang perbuatan-perbuatan dan perkataan baik yang ada pada gambar – gambar yang telah ditempel. Dan ini adalah perbuatan-perbuatan yang diinginkan Tuhan. Yang harus kita lakukan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
1. Anak dapat menunjukkan keseriusan Nikodemus belajar kepada Yesus .
2. Anak dapat membiasakan diri untuk terus mau belajar sepanjang hidupnya

Alat Peraga
Catatan untuk pamong : pamong bisa memakai metode dan alat peraga sesuai dengan kreativitas masing-masing pamong disesuaikan dengan kondisi anak serta situasi dan kondisi masing-masing jemaat. Misalnya bisa dilakukan dengan dengan boneka, cerita dengan gambar, role play ( drama), menayangkan film atau video, dsb.

Pendahuluan
Tanyakan pada anak-anak :
Siapa yang senang belajar? Siapa yang hobinya belajar ? apa manfaat belajar ? ( bisa ditambahkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan belajar ).
Sampai kapan atau umur berapa kita belajar ?
Ternyata di dalam Alkitab ada cerita juga tentang seseorang yang masih ingin belajar meskipun dia orang yang sudah pintar dan seorang pemimpin agama .

Inti Penyampaian
Pada suatu malam ada seseorang yang ingin mengunjungi Yesus. Orang tersebut bernama Nikodemus. Nikodemus adalah orang yang pintar. Dia pemimpin agama Yahudi.
Mengapa Nikodemus ingin menemui Yesus pada malam hari ?
Ternyata Nikodemus ingin belajar pada Yesus. Sebab menurut Nikodemus, Yesus adalah guru yang hebat. Karena Yesus bisa melakukan banyak mujizat. ( tanyakan pada anak-anak beberapa mujizat yang dilakukan Yesus. Bisa dengan mengulang yang sudah dibicarakan pada minggu lalu) .
Oleh karena itu Nikodemus berkata,” Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
Lalu Yesus menjawab,” Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan Kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
Nikodemus bingung. Bagaimana ya kok bisa orang yang sudah lahir masuk lagi ke perut ibunya, lalu dilahirkan lagi ?
Nikodemus tidak malu bertanya. Nikodemus ingin belajar. Nikodemus ingin tahu lebih banyak lagi tentang Firman Tuhan.
Ternyata yang dimaksud Yesus adalah, orang yang bisa melihat kerajaan Allah adalah orang-orang lahir baru secara roh, lahir baru pemikirannya, perkataannya, sikap dan perbuatannya. Semuamya sudah berubah menjadi baik. Tidak lagi memikirkan, mengatakan dan melakukan perbuatan yang dilarang Tuhan. Tetapi sudah memikiryang kan, mengatakan , dan melakukan yang sesusai dengan Firman Tuhan,
Atau bisa dikatakan , lahir baru artinya berubah. Dari yang semula tidak baik berubah menjadi baik.

Penerapan
Nah seperti Nikodemus yang masih mau terus belajar meskipun dia seorang pemimpin agama Yahudi, kita juga harus tetap bersemangat untuk belajar. Belajar tentang apa ? Ya belajar tentang banyak hal. Ya belajar tentang Firman Tuhan , dan belajar hal-hal lain yang bermanfaat bagi kita dan sesama. Dan belajar itu tidak dibatasi umur. Kita akan terus belajar meskipun kita nanti sdh tua.
Misalnya kita belajar cara menjaga lingkungan hidup kita. Hal itu juga sudah sekaligus kita mempraktekkan perintah Tuhan untuk menjaga bumi ciptaan Tuhan.

Aktivitas
Bagikan kertas kepada anak-anak, lalu minta anak-anak menuliskan bidang /hal apa yang ingin mereka pelajari bahkan sampai mereka menjadi seorang ahli.
Kemudian tempelkan kertas tersebut di papan, lalu beri kesempatan pada anak-anak untuk menjelaskan korelasi / hubungan bidang yang mereka pelajari tersebut dengan Firman Tuhan dan manfaatnya bagi sesama.
Contoh:
Menjadi seperti orang Samaria —– DOKTER —— menyembuhkan orang sakit
Menjadi seperti Daud dengan kecapinya —–Musisi ——– menghibur orang lain

Renungan Harian

Renungan Harian Anak