Tuhan Tidak Suka Pancaran Air Hidup Junior 2 September 2022

2 September 2022

Bahan Bacaan: Yesaya 2: 6-22
Nats:….. manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.” (Yesaya 2:11)

Suatu hari ada seekor semut yang berjalan-jalan mengelilingi taman, dia melihat seekor ulat yang sedang membuat lapisan kepompong untuk tubuhnya di atas ranting. Melihat hal itu, si semut tertawa dan mengejek ulat; “Ih,… kamu ngapain buat kayak gitu? Kamu buat kepompong, bukankah akan membuatmu tidk bisa ke mana-mana. Kamu cuma bisa bergelantungan di atas pohon, sementara aku bisa jalan-jalan melihat indahnya pemandangan.” Saat semut mengejek ulat yang sedang membuat kepompong, ia diam saja dan tetap melanjutkan pekerjaannya.

Suatu hari tiba-tiba hujan deras dan badai datang ke taman itu. Semua isi taman rusak, ranting-ranting patah dan menyebabkan banjir. Waktu banjir tiba semua hewan bingung menyelamatkan diri, si semut juga ikut hanyut sambil meminta tolong. Diwaktu yang bersamaan, si kepompong sudah berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Ia melihat si semut tenggelam dan menolongnya.

Teman-teman, seperti halnya sikap si semut yang yang sombong, demikian juga sikap bangsa Israel. Mereka menyombongkan diri karena kekayaannya dan Tuhan tidak suka dengan kesombongan bangsa Israel makanya Tuhan memberi hukuman kepada bangsa Israel. Demikian juga Tuhan juga tidak suka kita sombong, pamer dan melihat orang lain lebih rendah dari diri kita. Sebaliknya Tuhan mau kita sebagai anak-anak Tuhan rendah hati dan membagikan kasih kepada semua orang.

CARILAH LAWAN KATA DARI KATA-KATA DI BARIS KIRI DENGAN KATA-KATA DI BARIS KANAN:

Sombong Mengasihi
Marah Bijaksana
Angkuh Rendah Hati
Dendam Sabar

Doaku:Ya Tuhan maafkan aku jika selama ini aku angkuh dan sombong, dan ajarkan aku untuk terus rendah hati. Amin.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak