Bringer of Goodness Tuntunan Ibadah Remaja 31 Juli 2022

18 July 2022

Tahun Gerejawi: Hari Anak Nasional
Tema: Karakter Moral – Tokoh

Bacaan Alkitab: 2 Raja-Raja 5: 1-5
Ayat Hafalan: “Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan.” (Amsal 11:27)

Lagu Tema: Hidup ini Adalah Kesempatan

Tujuan:

1. Remaja dapat menunjukkan peranan seorang anak perempuan dari negeri Israel atas kesembuhan Namaan.

2. Remaja dapat menyebutkan faktor penghambat untuk berkarakter berani melakukan kebaikan kepada semua orang.

3. Remaja dapat membiasakan diri melakukan kebaikan kepada semua orang.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Kita sering menganggap remeh orang kecil, seperti pelayan, sopir, TKW, dll. Mereka kita masukkan sebagai bagian yang tidak penting dalam kehidupan. Kita menganggap pekerjaan atau profesi kita jauh lebih utama. Padahal, tanpa mereka banyak pekerjaan `penting’ kita terbengkalai. Bayangkan kantor Anda tanpa pesuruh dan petugas kebersihan. Semua harus Anda kerjakan sendiri, repot bukan?

Nas hari ini menampilkan sejumlah tokoh dari berbagai kalangan. Ada pelayan perempuan Israel yang bekerja pada istri seorang pembesar Aram, Naaman. Walau ditawan di negeri orang serta menjadi pelayan bagi musuh Israel ia tetap memelihara imannya sehingga mampu menjadi alat anugerah bagi Naaman, majikannya (ayat 3).
Ada nabi Israel yang Tuhan pakai untuk menyembuhkan Naaman. Elisa tidak membatasi anugerah Allah untuk bangsanya sendiri (ayat 14). Ada pembesar Aram yang menderita kusta. Naaman adalah kesayangan raja Aram sehingga merasa diri penting. Ia menganggap dengan kuasa dan uang segala masalah dapat diselesaikan (ayat 5). Ada raja Israel yang tidak beriman. Raja Yoram panik ketika raja Aram menyuruhnya menyembuhkan Naaman (ayat 7).

Dua tokoh pertama adalah agen-agen Allah untuk menyalurkan anugerah-Nya kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Allah memakai mereka bukan karena status mereka “besar” atau “kecil”, tetapi karena mereka bersedia dipakai-Nya. Dua tokoh berikutnya adalah mereka yang menerima belas kasih Allah. Mereka ditolong bukan karena status “besar” atau “kecil” melainkan karena kedaulatan Allah.
Gereja acap kali terjebak memberlakukan ukuran dunia untuk menilai seseorang. Jangan rendah diri bila dunia mengukur Anda orang “kecil”. Allah dapat dan mau memakai Anda menjadi saluran berkat untuk orang lain. Yang penting kesediaan diri dibentuk untuk dipakai-Nya.

Camkan: Hamba Tuhan yang setia melaksanakan tugas panggilan-Nya adalah orang besar di hadapan-Nya.

https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=2+RAJA+5%3A+1-5

Pendahuluan
Ajak remaja membaca 2 Raja-Raja 5:1-5 sambil mengerjakan TTS dibawah ini:

Cerita
Teman remaja yang dikasihi Tuhan,

Semoga kita bukan bagian dari orang-orang yang sering menganggap remeh orang kecil, seperti pelayan, sopir, TKW, dll. Yang menganggap mereka sebagai
bagian yang tidak penting dalam kehidupan. Yang menganggap pekerjaan atau profesi kita jauh lebih utama. Padahal, tanpa mereka banyak pekerjaan `penting’ kita terbengkalai. Bayangkan apabila ada sebuah kantor tanpa pesuruh dan petugas kebersihan. Semua harus dikerjakan sendiri, repot bukan?

Nats hari ini menampilkan sejumlah tokoh dari berbagai kalangan. Ada pelayan perempuan Israel yang bekerja pada istri seorang pembesar Aram, Naaman. Walau ditawan di negeri orang serta menjadi pelayan bagi musuh Israel ia tetap memelihara imannya sehingga mampu menjadi alat anugerah bagi Naaman, majikannya (ayat 3). Ada nabi Israel yang Tuhan pakai untuk menyembuhkan Naaman. Elisa tidak membatasi anugerah Allah untuk bangsanya sendiri (ayat 14). Ada pembesar Aram yang menderita kusta. Naaman adalah kesayangan raja Aram sehingga merasa diri penting. Ia menganggap dengan kuasa dan uang segala masalah dapat diselesaikan (ayat 5). Ada raja Israel yang tidak beriman. Raja Yoram panik ketika raja Aram menyuruhnya menyembuhkan Naaman (ayat 7).

Dua tokoh pertama adalah agen-agen Allah untuk menyalurkan anugerah-Nya kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Allah memakai mereka bukan karena status mereka “besar” atau “kecil”, tetapi karena mereka bersedia dipakai-Nya. Dua tokoh berikutnya adalah mereka yang menerima belas kasih Allah. Mereka ditolong bukan karena status “besar” atau “kecil” melainkan karena kedaulatan Allah.

Jangan rendah diri bila dunia mengukur kita orang “kecil”. Allah dapat dan mau memakai kita menjadi saluran berkat untuk orang lain, menjadi pembawa kebaikan bagi orang lain. Yang penting kesediaan diri dibentuk untuk dipakai-Nya. Hamba Tuhan yang setia melaksanakan tugas panggilan-Nya adalah orang besar di hadapan-Nya. Apakah kita termasuk di dalamnya?

Aktivitas
Ajak remaja membiasakan berbuat baik dalam hal-hal kecil dalam hidup sehari-hari dengan mengisi tabel berikut serta mempraktekkan dalam keseharian!

Renungan Harian

Renungan Harian Anak