Bacaan: Mazmur 104 : 24 – 35 ǀ Pujian: PKJ. 55 : 1, 2
Nats: “Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.” (Ayat 33).
Seorang anak berumur 10 tahun bernama Gita sedang bernyanyi lagu “Aku Anak GKJW”. Lagu tersebut dia nyanyikan pada acara HUT gereja yang mengundang para perangkat desa yang beragama non Kristen. Kepala desa yang mendengarkan lagu tersebut turut merasakan isi dan makna dari setiap lirik yang dinyanyikan. Gita telah bersaksi dengan caranya, ia menceritakan laku hidupnya melalui sebuah nyanyian yang memberikan gambaran seorang anak GKJW yang rajin berdoa, senang memuji Tuhan, suka membaca Alkitab, dan rajin beribadah kepada Tuhan. Cara yang dilakukan oleh Gita tampak sederhana, tetapi kesaksiannya melalui lagu “Aku Anak GKJW” yang dia nyanyiankan sungguh penuh makna.
Mazmur 104 adalah sebuah Mazmur pujian yang berisi puji-pujian akan kebesaran karya Tuhan dalam segala ciptaan-Nya. Dalam perikop yang kita baca, kita mengetahui Sang Pemazmur yang mengagungkan dan memuji-muji Tuhan, oleh karena perbuatan-Nya yang ajaib. Dinyatakan oleh Pemazmur gambaran laut yang luas, binatang-binatang yang kecil dan besar. Tuhan yang memelihara seluruh ciptaan-Nya dengan memberi mereka makanan pada waktunya. Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati ciptaan-Nya. Dan Tuhan yang memperbarui bumi dan ciptaan-Nya. Oleh karena itulah, Sang Pemazmur tiada hentinya bersukacita atas karya tangan Tuhan ini. Dia selalu bermazmur dan bernyanyi bagi Tuhan, sebab telah nyata kasih setia dan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya.
Saat ini kita masih diberikan kesempatan hidup dan waktu untuk berkarya. Pada bulan Kespel saat ini kita menghayati tema: Allah memperlengkapi kita untuk bersaksi dan melayani dengan ragam cara, media dan usia. Melalui tema ini kita diajak untuk bersaksi dan melayani Tuhan melalui beragam cara, media dan usia. Seperti Gita, si anak kecil yang bersaksi melalui nyanyian “Aku Anak GKJW”, maka kita pun dapat bersaksi dan melayani Tuhan melalui talenta yang telah Tuhan berikan kepada kita. Apa pun talenta kita, mari kita pergunakan untuk memuliakan Tuhan. Jika kita diberi talenta menyanyi, mari kita senantiasa memuji dan memuliakan Allah dengan penuh sukacita. Sebab dengan memuji dan memuliakan Allah, itu menjadi wujud kesaksian dan pelayanan kita kepada Tuhan. Amin. [AR].
“Teruslah bernyanyi dan memuji Tuhan selama engkau hidup!”