Lidia Tuntunan Ibadah Anak 22 Mei 2022

Tahun Gerejawi: Paskah 6/Masa Raya Undhuh-Undhuh
Tema:
Krakter Kristiani

Bacaan: Kisah Para Rasul 16:9-15, 40
Ayat Hafalan:Dengarlah, pasanglah telingamu, janganlah kamu tinggi hati, sebab TUHAN telah berfirman.” (
Yeremia 13:15)

Lagu Tema: Kidung Ria 12 “Dengar Suara Tuhan”

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Informasi dengan Lidia hanya sedikit saja dalam Alkitab, tetapi kisah yang sedikit itu dipakai oleh Tuhan untuk menumbuhkan iman percaya para pembacanya. Lidia adalah perempuan pertama yang percaya pada Yesus Kristus di Negeri Yunani. Ia adalah seorang pedagang. Ia penjual kain ungu. Pertemuan Paulus dengan Lidia digambarkan hanya dengan beberapa ayat. Lidia ada di antara para perempuan yang turut mendengarkan pemberitaan Paulus. Roh Allah melingkupi Lidia sehingga Lidia menyerahkan diri untuk dibaptis. Bukan hanya Lidia yang menyerahkan diri untuk dibaptis, tetapi seisi rumahnya, juga menyerahkan diri untuk dibaptis. Lidia juga menyerahkan seluruh hidupnya bahkan penghidupannya untuk digunakan sebagai sarana pemberitaan injil. Perjalanan Paulus dan pemberitaan injil yang dilakukan Paulus juga didukung oleh penjualan kain ungu.

Refleksi untuk Pamong
Telinga adalah salah satu bagian tubuh yang diciptakan untuk menyerap berbagai informasi. Informasi yang baik bermanfaat bagi pertumbuhan iman, sebaliknya informasi yang buruk merusak pertumbuhan iman.

Pamong kadang-kadang terpaku pada penglihatan sehingga berusaha keras untuk menampilkan alat peraga agar anak-anak dapat melihat apa yang disampaikan. Kita lupa bahwa Tuhan juga menciptakan telinga untuk menyerap informasi. Melalui bacaan kita hari ini, Pamong diajak untuk juga memaksimalkan fungsi telinga sehingga anak-anak dapat menyerap firman Tuhan dengan baik. Lalu bagaimana caranya untuk meningkatkan fungsi telinga agar dapat menyerap firman Tuhan dengan baik? Salah satunya adalah berbicara dengan suara yang lantang dan intonasi yang tepat (bukan biasa-biasa saja sehingga anak tidak bisa membedakan mana nada marah, sedih atau gembira).memperhatikan fungsi tmemakai telinga. Pilih kata-kata yang tepat agar kata-kata tidak mubazir karena terlalu banyak kata yang keluar.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Lidia berjumpa dengan Paulus dan menjadi percaya pada Yesus

Alat Peraga: Pamong dapat menyiapkan alat musik atau benda-benda lain dan gambar di bawah ini.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,

Sekarang saya minta kalian untuk menutup matanya. Saya akan memainkan beberapa alat musik dan saya meminta kalian untuk menebaknya (Pamong menirukan suara berbagai jenis binatang atau membunyikan suara alat-alat musik, seperti gitar, sendok jatuh dan lainnya. Lalu minta anak-anak untuk menebaknya). Wah…kalian hebat bisa menebak dengan baik padahal kalian tidak melihatnya. Kok bisa ya kalian menjawab dengan baik bunyi-bunyian tadi. Kira-kira anggota tubuh yang mana yang kita pakai sehingga kalian bisa menebak dengan tepat bunyi-bunyian tadi. Yach….betul. Anggota tubuh yang kita pakai adalah TELINGA (Pamong menunjukkan gambar telinga). Telinga diciptakan Tuhan untuk mendengarkan suara di sekitar kita meskipun kita tidak melihat.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Telinga dapat kita pakai untuk mendengar kata-kata yang baik, seperti yang dilakukan oleh ibu Lidia dari Tiatira. Ia mendengarkan dengan sungguh-sungguh Rasul Paulus berbicara pada para perempuan yang sedang berkumpul di pintu gerbang kota. Wah…kira-kira apa ya yang dibicarakan oleh Rasul Paulus sehingga ibu Lidia begitu serius mendengarkan Rasul Paulus? Ternyata Rasul Paulus berbicara tentang Tuhan Yesus. Rasul Paulus bercerita tentang apa yang dilakukan oleh Yesus, mulai Yesus mengajar kebenaran Allah, menyembuhkan orang yang sakit, membangkitkan orang mati, memberi pengampunan pada orang-orang yang melakukan perbuatan buruk seperti Zakheus, kemudian Rasul Paulus juga bercerita tentang kasih Allah pada manusia yang nampak dari kesediaan Yesus yang ditangkap, disiksa dan akhirnya mati di kayu salib, tetapi pada hari ketiga bangkit mengalahkan maut. Lidia sangat tertarik dengan ajaran yang disampaikan oleh Rasul Paulus. Akhirnya Lidia memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus. Bukan hanya Lidia, tetapi juga seluruh anggota keluarganya membuka hati untuk dibaptis oleh Paulus

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,

Tuhan menciptakan telinga agar kita mendengarkan hal-hal yang baik. Yuk…kita mencontoh ibu Lidia yang memakai telinganya untuk mendengarkan pemberitaan Injil yang disampaikan oleh Rasul Paulus, sehingga ia menjadi percaya pada Tuhan Yesus. Jika Pamong menyampaikan firman Tuhan, ayo…telinganya dipakai untuk mendengar suara Pamong, bukan suara yang lain seperti mendengar suara teman yang berbicara sendiri atau suara keributan di luar kelas sehingga kalian menjadi tidak kosentrasi lagi pada firman Tuhan yang disampaikan oleh Pamong.

Aktivitas
Pamong menyiapkan puzzle gambar Lidia di atas. Potong menjadi beberapa bagian. Lalu Pamong dapat meminta anak-anak untuk menyusunnya kembali. Pamong dapat memberi apresiasi untuk anak yang dapat menyelesaikan dengan cepat.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:  Anak dapat menceritakan kembali kisah Lidia berjumpa dengan Paulus

Alat Peraga: Pamong dapat menyiapkan beberapa alat musik atau benda-benda lain yang dapat menimbulkan bunyi

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,

Sekarang saya minta kalian untuk menutup matanya. Saya akan memainkan beberapa alat musik dan saya meminta kalian untuk menebaknya (Pamong menirukan suara berbagai jenis binatang atau membunyikan suara alat-alat musik, seperti gitar, sendok jatuh dan lainnya. Lalu minta anak-anak untuk menebaknya). Wah…kalian hebat bisa menebak dengan baik padahal kalian tidak melihatnya. Kok bisa ya kalian menjawab dengan baik bunyi-bunyian tadi. Kira-kira anggota tubuh yang mana yang kita pakai sehingga kalian bisa menebak dengan tepat bunyi-bunyian tadi. Yach….betul. Anggota tubuh yang kita pakai adalah TELINGA (Pamong menunjukkan gambar telinga). Telinga diciptakan Tuhan untuk mendengarkan suara di sekitar kita meskipun kita tidak melihat.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Telinga dapat kita pakai untuk mendengar kata-kata yang baik, seperti yang dilakukan oleh ibu Lidia dari Tiatira. Ia mendengarkan dengan sungguh-sungguh Rasul Paulus berbicara pada para perempuan yang sedang berkumpul di pintu gerbang kota. Wah…kira-kira apa ya yang dibicarakan oleh Rasul Paulus sehingga ibu Lidia begitu serius mendengarkan Rasul Paulus? Ternyata Rasul Paulus berbicara tentang Tuhan Yesus. Rasul Paulus bercerita tentang apa yang dilakukan oleh Yesus, mulai Yesus mengajar kebenaran Allah, menyembuhkan orang yang sakit, membangkitkan orang mati, memberi pengampunan pada orang-orang yang melakukan perbuatan buruk seperti Zakheus, kemudian Rasul Paulus juga bercerita tentang kasih Allah pada manusia yang nampak dari kesediaan Yesus yang ditangkap, disiksa dan akhirnya mati di kayu salib, tetapi pada hari ketiga bangkit mengalahkan maut. Lidia sangat tertarik dengan ajaran yang disampaikan oleh Rasul Paulus. Akhirnya Lidia memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus. Bukan hanya Lidia, tetapi juga seluruh anggota keluarganya membuka hati untuk dibaptis oleh Paulus.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,

Tuhan menciptakan telinga agar kita mendengar. Melalui telinga, kita bisa mendengar hal-hal yang baik dan mendengarkan hal-hal yang buruk. Hayo….siapa yang dapat memberi contoh hal-hal baik apa saja yang didengar oleh telinga (Pamong memberi kesempatan pada anak-anak untuk menjawab). Yach…betul. Seperti saat ini kalian mendengarkan firman Tuhan adalah salah satu contoh memakai telinga untuk mendengarkan hal yang baik. Lalu….siapa yang bisa memberi contoh hal-hal buruk apa saja yang didengar oleh telinga (Pamong memberi kesempatan pada anak-anak untuk menjawab). Yach….kita mendengar suara orang-orang bertengkar atau marah-marah dengan kata-kata yang buruk. Lalu kata-kata yang buruk itu kita tiru untuk mengolok-olok teman.

Yuk…kita mencontoh ibu Lidia yang memakai telinganya untuk mendengarkan pemberitaan Injil yang disampaikan oleh Rasul Paulus, sehingga ia menjadi percaya pada Tuhan Yesus. Jika Pamong menyampaikan firman Tuhan, ayo…telinganya dipakai untuk mendengar suara Pamong, bukan suara yang lain seperti mendengar suara teman yang berbicara sendiri atau suara keributan di luar kelas sehingga kalian menjadi tidak kosentrasi lagi pada firman Tuhan yang disampaikan oleh Pamong. Ketika mendengarkan firman Tuhan, kalian juga jangan ngobrol sendiri ketika mendengarkan sehingga mengganggu teman lain yang sedang mendengarkan firman Tuhan.

Aktivitas
Ajak anak-anak bermain menyampaikan pesan melalui telinga. Bagi anak-anak menjadi beberapa kelompok lalu minta setiap kelompok berbaris dan minta setiap kelompok untuk menunjuk teman yang akan menjadi penyampai berita.

Setelah mereka telah menentukan teman yang menjadi penyampai berita, lalu Pamong mengumpulkan setiap anak yang akan menyampaikan berita. Di bawah ini berita yang harus disampaikan oleh anak-anak :

  1. Lidia seorang perempuan dari Tiatira
  2. Lidia seorang penjual kain ungu
  3. Lidia mendengarkan Rasul Paulus berbicara
  4. Lidia menjadi percaya pada Yesus
  5. Seluruh anggota keluarga Lidia percaya

Cara bermainnya:
Penyampai berita menyampaikan berita pada teman kedua dengan membisikkan berita yang telah disampaikan. Anak kedua menyampaikan berita pada teman ketiga. Demikian seterusnya sampai pada teman yang terakhir. Lalu teman yang terakhir mencatat berita yang diterima. Setelah itu anak terakhir menyampaikan berita lengkapnya pada teman-teman lainnya. Pamong dapat menilai kelompok mana yang mendekati kebenaran berita)

Pamong dapat memberi apresiasi pada kelompok yang dapat menyampaikan berita terbanyak dengan benar.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan sikap Lidia ketika ia percaya dan mengikut Yesus
  2. Anak dapat menyebutkan hambatan-hambatan yang dihadapi ketika mendengarkan Firman Tuhan

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Untuk mengawali firman Tuhan hari ini, saya mengajak kalian untuk bermain terlebih dahulu.

(Pamong mengajak anak-anak bermain menyampaikan pesan melalui telinga. Bagi anak-anak menjadi beberapa kelompok lalu minta setiap kelompok berbaris dan minta setiap kelompok untuk menunjuk teman yang akan menjadi penyampai berita. Setelah mereka telah menentukan teman yang menjadi penyampai berita, lalu Pamong mengumpulkan setiap anak yang akan menyampaikan berita. Di bawah ini berita yang harus disampaikan oleh anak-anak :

  1. Lidia seorang perempuan dari Tiatira
  2. Lidia seorang penjual kain ungu
  3. Lidia mendengarkan Rasul Paulus berbicara
  4. Lidia menjadi percaya pada Yesus
  5. Seluruh anggota keluarga Lidia percaya

Cara bermainnya:
Penyampai berita menyampaikan berita pada teman kedua dengan membisikkan berita yang telah disampaikan. Anak kedua menyampaikan berita pada teman ketiga. Demikian seterusnya sampai pada teman yang terakhir. Lalu teman yang terakhir mencatat berita yang diterima. Setelah itu anak terakhir menyampaikan berita lengkapnya pada teman-teman lainnya. Pamong dapat menilai kelompok mana yang mendekati kebenaran berita)

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Apa yang kalian dapatkan dari permainan yang baru saja kita mainkan (Pamong memberi waktu pada anak-anak untuk menyampaikan pendapatnya). Yach….salah satu yang dapat kita pelajari dari permainan tadi adalah mendengarkan dengan baik itu sangat penting agar pesan yang disampaikan dapat diserap dengan baik.

Anak-anak yang dikaishi Tuhan,

Tuhan menciptakan telinga untuk mendengar. Melalui telinga, kita bisa mendengar hal-hal yang baik maupun hal-hal yang buruk. Hayo….siapa yang dapat memberi contoh hal-hal baik apa saja yang didengar oleh telinga (Pamong memberi kesempatan pada anak-anak untuk menjawab). Yach…betul. Seperti saat ini kalian mendengarkan firman Tuhan adalah salah satu contoh memakai telinga untuk mendengarkan hal yang baik. Lalu….siapa yang bisa memberi contoh hal-hal buruk apa saja yang didengar oleh telinga (Pamong memberi kesempatan pada anak-anak untuk menjawab). Yach….kita mendengar suara orang-orang bertengkar atau marah-marah dengan kata-kata yang buruk. Lalu kata-kata yang buruk itu kita tiru untuk mengolok-olok teman.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Firman Tuhan hari ini terambil dari Kisah Para Rasul 16:9-15, 40. Ini kisah tentang seorang penjual kain ungu yang menggunakan telinganya untuk hal yang baik. Ibu Lidia memakai telinganya untuk mendengarkan pemberitaan Injil yang disampaikan oleh Rasul Paulus, sehingga ia menjadi percaya pada Tuhan Yesus. Jika Pamong menyampaikan firman Tuhan, ayo…telinganya dipakai untuk mendengar suara Pamong, bukan suara yang lain seperti mendengar suara teman yang berbicara sendiri atau suara keributan di luar kelas sehingga kalian menjadi tidak kosentrasi lagi pada firman Tuhan yang disampaikan oleh Pamong. Ketika mendengarkan firman Tuhan, kalian juga jangan ngobrol sendiri ketika mendengarkan sehingga mengganggu teman lain yang sedang mendengarkan firman Tuhan.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Kira-kira hambatan-hambatan apa saja yang kalian hadapi ketika berusaha mendengarkan dengan baik? (Pamong memberi waktu pada anak-anak untuk menyampaikan pendapatnya). Yach…inilah beberapa hambatan yang kita hadapi ketika mendengarkan pesan :

  1. Ada teman di sekitar yang membuat keribuatan atau mengobrol
  2. Ketika mendengarkan berita lagi asyik melalkukan sesuatu yang lain
  3. Berita yang disampaikan tidak jelas.
  4. ……… (pamong bisa menambahkan)

Yuk…kita belajar dari ibu Lidia yang memakai telinganya untuk mendengarkan Firman Tuhan sehingga ia menjadi percaya pada Tuhan Yesus. Jika mendengarkan firman Tuhan, mari kita menyiapkan telinga kita dengan baik agar firman Tuhan masuk dalam hati kita dan kita menjadi anak-anak yang taat dan setia pada Tuhan

Renungan Harian

Renungan Harian Anak