Bacaan: Yohanes 10 : 22 – 30 ǀ Pujian: KJ. 415
Nats: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” (Ayat 27).
Apakah saudara pernah mengalami kejadian yang tidak mengenakkan di sekitar saudara, seperti ditolak, diasingkan, tidak didengar atau bahkan tidak dipercaya? Apakah saudara merasa nyaman berada pada situasi seperti itu? Ataukah saudara malah memilih untuk mengabaikan dan meninggalkan pergi begitu saja? Ya, benar sebagai manusia jika kita mengalami hal seperti itu wajar apabila kita merasa tidak enak atau tidak nyaman dan kemudian memilih untuk menjauh. Ada beberapa orang yang memilih untuk diam, ada yang memilih untuk mendoakan, dan ada yang mencoba untuk membalasnya. Bagaimana dengan Tuhan kita Yesus Kristus? Apa yang Dia lakukan di saat berada dalam kondisi seperti itu?
Sesuai dengan bacaan kita saat ini, Yesus ditolak oleh orang Yahudi saat itu. Yesus ditanyai dengan pertanyaan dan dicobai oleh orang-orang Yahudi. Mereka ingin benar-benar melihat kuasa Tuhan. Mereka ingin Tuhan Yesus membuktikan bahwa Dia memang benar-benar Mesias. Yesus menjawab sekalipun Ia mengatakan kebenaran tentang diri-Nya, mereka tetap tidak akan percaya jika Ia adalah mesias. Yesus tidak secara langsung mengungkapkan bahwa Dia adalah Mesias. Sebenarnya Yesus telah menunjukkan jati diri-Nya melalui pekerjaan–pekerjaan yang dilakukan-Nya dalam nama Bapa yang memberikan kesaksian tentang Dia. Dengan jelas Dia mengatakan bahwa orang-orang yang tidak percaya bukanlah domba-domba-Nya, tetapi orang-orang yang mendengarkan suara-Nya dan mengikut-Nya, merekalah domba-domba-Nya (ay. 26-27). Ia juga berjanji memberikan hidup yang kekal kepada mereka yang percaya dan mendengar perkataan-Nya.
Bila Tuhan telah mengatakan janji-Nya kepada kita sebagai domba- domba-Nya, maka sebagai umat-Nya, kita diajak untuk senantiasa berpegang teguh pada apa yang menjadi keyakinan kita kepada Tuhan. Mari kita senantiasa menyandarkan diri dan hidup kita sepenuhnya kepada kehendak Tuhan Sang Gembala Agung. Janganlah kita meragukan akan kasih dan kuasa Tuhan yang nyata dalam hidup kita, melainkan mari kita semakin beriman dan sungguh-sungguh mempercayai janji-janji Tuhan yang mendatangkan keselamatan bagi kita. Amin. [cito].
“O,Gembalaku itu Tuhanku, membuat aku ten’tram hening.
Mengalir dalam sungai kasihku kuasa damai cerlang bening.”