Jangan Asal Berani Pancaran Air Hidup 22 April 2022

22 April 2022

Bacaan: 1 Samuel 17 : 20 – 30 | Pujian: KJ. 38
Nats:
“Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?” (Ayat 26).

Dalam salah satu channel youtube Cokro TV, Denny Siregar menyinggung hasil kerja Presiden Joko Widodo selama pemerintahannya. Ia mengatakan bahwa Jokowi berhasil membubarkan Petral yang dulu menguasai pembelian migas untuk Indonesia dengan menekan harga migas supaya pemerintah mengeluarkan bantuan subsidi. Selain itu, ada juga Freeport dimana selama pemerintahan Jokowi, Indonesia berhasil memiliki saham mayoritas di sana. Hal ini terjadi setelah sekian puluh tahun lamanya Freeport dikuasai oleh asing dan Indonesia hanya mendapat keuntungan sedikit saja dari hasil tambang yang ada di wilayahnya sendiri. Apakah yang memungkinkan Jokowi bersama jajaran pemerintah pusat berani melakukan semua hal tersebut? Tidak lain karena yang dilakukannya berlandaskan amanat UUD 1945 dan Pancasila tentang hajat hidup atau kesejahteraan orang banyak yang harus diperhatikan.

Bacaan kita saat ini mengisahkan tentang Daud melawan Goliat. Daud bukan menampakkan kesombongan akan kekuatannya ketika mempertanyakan tentang orang Filistin itu. Justru dia berani menghadapi Goliat, seorang Filistin yang memiliki perawakan besar, persenjataan yang lengkap, sebab dia tidak dikuasai ketakutan. Daud memiliki keberanian karena dia berpengalaman dalam menghadapi singa dan beruang. Selain itu, tindakan keberaniannya dipicu karena tindakan penghinaan Goliat terhadap Allah yang disembahnya. Iman kepada Allahlah yang membuat Daud berani menghadapi Goliat.

Kita dapat belajar dari kedua kisah di atas, janganlah kita asal berani tanpa memiliki dasar tindakan yang tepat. Kita dapat mengkritik orang lain, tetapi harus disertai pendalaman masalah, pengumpulan informasi yang akurat. Kita berani membuat keputusan, tetapi perlu disertai pertimbangan yang matang, analisa resiko yang akan dihadapi. Kita berani berbuat sesuatu, karena kita berani bertanggung jawab. Kita berani menyebarluaskan berita, karena kita telah mengklarifikasi kebenaran dan kepantasan berita tersebut. Karena itu, dasarilah segenap keberanian kita pada hal-hal yang tepat. Amin. [garlic].

“Keberanian berarti melakukan apa yang benar, tidak peduli apa yang mereka katakan.”
– Maxime Lagace –

Renungan Harian

Renungan Harian Anak