Hadirat Membawa Berkat Pancaran Air Hidup 20 April 2022

20 April 2022

Bacaan: 2 Samuel 6 : 1 – 15 | Pujian: KJ. 213
Nats:
“Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.” (Ayat 11).

Siapakah Obed-Edom dalam bacaan kita hari ini? Dia adalah sosok pilihan, yang melalui hidupnya, dia menjadi berkat bagi dia dan keluarganya. Alkitab mengatakan bahwa selama tiga bulan lamanya tabut Allah dititipkan di rumah Obed-Edom, orang Gat (ay. 11a). Kita sendiri tidak dapat menebak apakah Obed-Edom itu masih satu keturunan dari keduabelas suku Israel atau bukan? Tetapi kemungkinan tidak, karena namanya mengandung kata “Edom” (keturunan Esau) dan dikatakan bahwa ia adalah seorang Gat, yang kemungkinan besar adalah salah satu kota di daerah Filistin. (Goliat orang Gat. 1 Sam. 17:23). Nama Obed-Edom pertama kali disebutkan dalam Alkitab setelah kematian Uza (ay. 7), yang menyentuh Tabut Allah. Hal ini terjadi saat peristiwa Raja Daud memindahkan Tabut Allah ke Yerusalem.

Kesaksian yang tertulis dalam Alkitab mengenai Obed-Edom nyatanya sangat unik. Tuhan justru memberkati rumah tangga dan segala miliknya, selama Tabut Allah ada di rumahnya. Dari kisah ini muncul satu pertanyaan bagi kita semua, “Bagaimana Obed-Edom bisa diberkati sementara banyak orang yang mengalami kutuk ketika Tabut Allah ada di tengah-tengah orang yang tidak mengenal Tuhan?” Walaupun tidak tertulis dalam Alkitab, kita dapat sepakat bahwa Obed-Edom memiliki sikap yang berbeda dengan orang lain. Obed-Edom memperlakukan Tabut Allah dengan seharusnya. Ia tidak memperlakukan Tabut Allah dengan sembarangan seperti yang dilakukan Uza. Karena sikapnya yang menguduskan Tabut Allah inilah, maka ada hadirat Tuhan di rumah Obed-Edom yang membawa berkat baginya dan keluarganya.

Dari kisah Tabut Allah yang tinggal di rumah Obed-Edom, kita bisa belajar bahwa sebenarnya Tuhan dapat hadir dimana saja dan akan setia berada di tengah-tengah kita, ketika kita mau dan mampu mewujudkan perintah-Nya. Pemeliharaan Tuhan tidak memandang siapa diri kita sebagai manusia, namun memandang bagaimana cara hidup dan laku kita di dunia. Selama kita memiliki motivasi yang benar untuk mencari dan mendatangkan hadirat Tuhan di tengah-tengah kehidupan kita, maka berkat Tuhan pun akan mengikuti kehidupan kita. Amin. [artha].

“Setiap hari menghadirkan kesempatan baru untuk mengalami kehadiran Tuhan.”
Aiden Wilson Tozer

Renungan Harian

Renungan Harian Anak