Tidak Ragu Lagi Tuntunan Ibadah Anak 24 April 2022

11 April 2022

Tahun Gerejawi: Paskah 2
Judul: Tidak Ragu Lagi

Tema:

  • Berkat Keselamatan
  • Kuasa Kebangkitan

Bacaan Alkitab: Lukas 24:36-49

Ayat Hafalan/ Nats: Lukas 24:36
Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Lagu Tema:

  1. Kidung Ria 29 “Aku Diberkati”
  2. Yes Yesus Bangkit
  3. Damai yang Dia berikan

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Yesus menampakkan diri kepada para murid dan memberkati mereka dengan damai sejahtera. Namun demikian masih saja ada yang menyangka bahwa yang dilihat para murid adalah hantu. Yesus tetap menunjukkan dirinya sambil memperlihatkan tangan dan kaki-Nya. Yesus juga memakan ikan goreng yang berada di depan para murid. Hal ini sekaligus ingin membuktikan bahwa yang dilihat oleh para murid bukanlah hantu melainkan Yesus. Injil Lukas juga ingin menampilkan bahwa tubuh Yesus yang mengalami kematian bukanlah sosok roh tanpa tubuh, karena roh pastilah tidak bisa memakan ikan goreng. Setelah peristiwa Yesus memakan ikan goreng, Yesus membukakan pikiran para murid sehingga para murid mengerti akan kitab suci. Yesus menjelaskan akan peristiwa kebangkitan, bahkan kematian dan penderitaan. Seorang Mesias dalam diri Yesus harus menggenapi apa yang tertulis dalam Alkitab. Tidak hanya itu, Yesus juga menjalankan tugas dari Sang Bapa. Yesus menyampaikan tugas yang harus diemban oleh para murid untuk menyampaikan berita baik tentang pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa dimulai dari Yerusalem. Yesus juga berpesan kepada para murid untuk tetap bersatu, sambil menunggu untuk diperlengkapi dengan kuasa dari Sang Bapa.

Kabar kebangkitan Tuhan Yesus harus disebarkan kepada semua bangsa. Makna kebangkitan Tuhan harus dimaknai dengan makna kesaksian, yaitu mengabarkan kepada yang lain. Hal ini berarti kuasa kebangkitan harus disertai dengan tugas dan tanggung jawab seorang beriman untuk mengabarkan kabar sukacita. Namun untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab bersaksi harus juga diperlengkapi oleh kuasa Sang Bapa. Perlengkapan yang dijanjikan Sang Bapa justru akan melengkapi tugas dan tanggung jawab mengabarkan kepada seluruh bangsa. Oleh karena itu, kuasa kebangkitan dimulai dari diri untuk menjadi saksi dan pewarta bukan untuk diri sendiri melainkan untuk kemuliaan Sang Bapa.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus menampakkan diri dan memberkati murid-muridNya.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan beberapa buah dengan berbagai tekstur (halus dan kasar) atau yang terdiri dari berbagai bentuk. Misal : rambutan (kasar), apel (halus), klengkeng kecil, jeruk (besar), dsb.

Pendahuluan
Bahasa Indonesia
Teman-teman, adakah yang tahu buah-buahan ini? Coba kalian pegang dan amati berbagai buah ini. Buah manakah yang paling kecil dan paling besar? Buah apakah yang paling kasar dan paling halus. (Pamong mengajak anak-anak untuk meraba dan memegangnya satu persatu.)

Apakah kalian percaya jika ada yang mengatakan bahwa kulit rambutan itu halus? Pasti tidak, karena kalian sudah melihat, memegang dan merabanya sendiri ya. Apakah kalian percaya jika ada yang mengatakan klengkeng itu jauh lebih kecil daripada apel? Pasti percaya ya, karena Kalian juga sudah memegang dan melihatnya langsung.

Basa Jawa
Kanca-kanca, sapa sing ngerti woh-wohan iki? Coba dicekel lan digatekake! Woh sing ngendi sing paling cilik lan paling gedhe? Woh apa sing paling kasar lan paling alus?

Apa sampeyan percaya, yen ana sing ngomong yen kulit rambutan iku alus? Mesthine ora, amarga sampeyan kabeh wis ndeleng lan nyekel. Apa sampeyan yo percaya yen ana sing ngomong klengkeng iku luwih cilik tinimbang apel? Mesthi percaya ya, amarga sampeyan yo wis nyekel lan lan ndeleng dhewe.

Inti Penyampaian
Bahasa Indonesia
Teman-teman, Tuhan Yesus yang sudah hidup itu memperlihatkan diri-Nya di tengah-tengah para murid sembari memberkati mereka “Damai sejahtera bagi kamu!” begitu kata-Nya. Ayo kita ulangi lagi perkataan Tuhan Yesus, “Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka semua yang melihat-Nya terkejut dan takut karena mengira itu adalah hantu. Wadhuh, bagaimana ini, masak Tuhan dibilang hantu ya? Teman-teman pernah merasa takut? Bagaimana biasanya ekspresi orang yang takut? (ajak anak-anak memeragakannya)

Mereka pasti kaget dan tidak percaya melihat Yesus ada bersama mereka. Masak orang mati hidup lagi? Oleh karena itu, Tuhan Yesus menyuruh murid-murid-Nya untuk memegang dan meraba tubuh-Nya. Akhirnya, Para murid itu melihat sendiri dan memegang serta meraba tangan dan kaki Yesus yang terpaku di salib yang membuat-Nya mati.

Dengan para murid memegang dan meraba tubuh-Nya, Yesus ingin murid-murid percaya bahwa benar itu Tuhan Yesus dan bukan hantu. Benar Yesus sudah bangkit dan hidup kembali, sehingga mereka tidak perlu bersedih hati.

Apakah adik-adik hari ini sedih? Apakah adik-adik hari ini senang? Yang hari ini sedih, ayo kita bergembira karena Yesus sudah bangkit dan memberkati kita. Yang sudah senang, ayo berbagi senyum dengan teman-temannya karena Yesus yang bangkit memberikan kita damai sejahtera. Ya, Yesus bangkit dan hidup! Yuk berbagi senyum termanisnya dengan teman di sekitarnya.

Basa Jawa
Kanca-kanca, Gusti Yesus kang wis wungu, ngrawuhi para sekabat lan paring berkah “Tentrem rahayu ana ing kowe kabeh!” mangkono dhawuhe. Ayo coba kita baleni dhawuhe Gusti Yesus, “Tentrem rahayu ana ing kowe kabeh!” Nalika iku, kabeh kang ndeleng Gusti Yesus kaget lan wedi amarga ngira yen iku memedi. Wadhuh, kepriye iki, mosok Gusti kok diarani memedi? Kanca-kanca nate ngrasakne wedi apa ora? Kepriye rupane utawa ekspresine wong kang wedi?

Para sekabat iku mau wedi, kaget lan ora percaya nalika ndeleng Gusti Yesus ana ing satengahing wong-wong kang padha ngumpul. Lho, mosok ana wong mati isa urip maneh? Mulane, Gusti Yesus ngutus para sekabat ngrayangi Panjenengane. Wusanane, para sekabat iku mau ndeleng dhewe lan nyekel asta lan sukune Gusti Yesus kang wus sinalib lan seda.

Kanthi para sekabat ngrayangi Panjenengane, Gusti Yesus ngersakake para sekabat padha pracaya yen iku mau saestu Gusti Yesus, dudu memedi. Pancen bener warta yen Gusti Yesus wis wungu lan gesang, mulane atine para sekabat ora perlu sedhih maneh.

Apa kanca-kanca dina iki lagi sedhih? Apa malah dina iki lagi seneng? Yen ana sing sedhih dina iki, ayo padha abebungah amarga Gusti Yesus wis wungu lan mberkahi kita. Yen kabeh padha seneng dina iki, ayo padha andum eseman marang kanca-kancane amarga Gusti Yesus kang wungu maringi tentrem rahayu marang kita. Ya, Gusti Yesus wungu lan gesang! Yuk eseme didum marang kanca ing sakiwa lan tengene.

Aktivitas
Bahasa Indonesia
Sebagai aktivitas memegang dan meraba, anak-anak Balita diajak untuk membuat mainan dari playdough/plastisin/malam bertema tentang bahagia atau semangat.

Basa Jawa
Minangka aktivitas nyekel, para bocah Balita kaajak nggawe dolanan saka playdough/plastisin/malam kanthi tema bungah utawa semangat.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus menampakkan diri dan memberkati murid-muridNya.
  2. Anak dapat menunjukkan dampak berkat Yesus kepada para murid dan semua orang.

Alat Peraga: Pamong menyiapkan benda-benda yang ada di ruangan

Pendahuluan
Bahasa Indonesia
Teman-teman, coba perhatikan sekelilingmu. Lihat, kemudian pegang dan rabalah benda-benda itu. Benda-benda apa sajakah yang mempunyai permukaan kasar? Dan benda apa sajakah di sekitarmu yang mempunyai permukaan halus? (Ajak anak-anak berdiskusi tentang jawaban mereka.

(Pamong mengambil salah satu benda yang permukaannya kasar lalu bertanya pada anak-anak) Jika ada yang mengatakan benda ini (misalnya bata / batang kayu kasar) halus, menurut kalian benar atau salah? Mengapa?

(Selanjutnya pamong mengambil salah satu benda yang permukaannya halus lalu bertanya pada anak-anak) Apakah kalian percaya jika ada yang mengatakan bahwa benda ini (misalnya kertas / spidol) halus? Pasti percaya ya, karena kalian juga sudah memegang dan melihatnya langsung.

Basa Jawa
Kanca-kanca, coba gatekna kiwa tengenmu. Coba dideleng, terus dicekel barang-barang iku mau. Barang apa wae kang kerasa kasar? Lan barang apa wae kang kerasa alus?

(Pamong njupuk barang kang kasar banjur takon) Yen ana sing ngomong yen barang iki (contone bata / pang kayu kasar) alus, miturut sampeyan kabeh bener utawa salah? Apa alasane?  

(Pamong banjur njupuk barang kang aalus lan takon) Apa sampeyan percaya yen ana sing ngomong yen barang iki (contone kertas / spidol) alus? Mesthi percaya ya, amarga sampeyan kabeh wis ndeleng, nyekel lan ngrayangi dhewe.

Inti Penyampaian
Bahasa Indonesia
Teman-teman, jika orang belum melihat langsung, memegang dan merabanya, biasanya orang akan sulit percaya. Namun ketika sesuatu itu benar-benar bisa dirasakan oleh indera kita, misalnya mata, telinga, tangan / kulit orang akan lebih percaya.

Berita kebangkitan Yesus awalnya juga dianggap tidak benar. Para murid sulit dipercaya pada berita bahwa Yesus hidup. Sampai-sampai ketika Yesus menampakkan diri-Nya dan memberkati para murid, mereka yang melihat-Nya terkejut dan takut karena mengira itu adalah hantu. Bukankah hanya Yesus yang bisa memberikan berkat damai sejahtera, kok malah dibilang hantu? Ya, itu semua karena awalnya mereka hanya mendengar, kemudian mereka melihat. Tapi, itu semua belum cukup, Maka, Yesus segera meyakinkan para murid yang kaget dan tidak percaya itu dengan menyuruh murid-murid-Nya untuk memegang dan meraba tubuh-Nya.

Dengan para murid itu melihat sendiri dan meraba tangan serta kaki Yesus yang terpaku di salib yang membuat-Nya mati, diharapkan mereka akan sungguh-sungguh percaya bahwa yang mereka jumpai itu adalah Tuhan yang hidup dan bukan hantu. Sungguh benar Yesus sudah bangkit dan hidup kembali, sehingga mereka tidak perlu bersedih hati apalagi takut.

Apa yang terjadi setelah mereka tahu bahwa itu adalah Yesus yang sudah hidup kembali. Yang pasti, mereka menjadi tahu dan paham sehingga tidak lagi takut namun berganti menjadi berani dan bahagia, tidak lagi sedih.

Bagaimana perasaan teman-teman hari ini? Apakah teman-teman hari ini senang? Yang hari ini sedih, ayo kita bergembira karena Yesus sudah bangkit dan memberkati kita. Yang sudah senang, ayo berbagi senyum dengan teman-temannya karena Yesus yang bangkit memberikan kita damai sejahtera. Ya, Yesus bangkit dan hidup!

Sebagai anak-anak yang diberkati Tuhan, teman-teman tidak hanya bisa membedakan benda yang halus dan kasar, namun teman-teman paasti bisa membedakan tindakan apa yang termasuk halus dan kasar. Jadi, yuk kita diskusikan bersama.

Basa Jawa
Kanca-kanca, yen wong durung ndeleng sacara langsung, utawa nyekel lan ngrayangi dhewe, biasane wong iku bakal angel percaya. Nanging, nalika ana barang kang wis karasakake kabeh dening indera kita, kayata mripat, kuping, tangan / kulit, wong bakal luwih percaya.

Warta bab wungune Gusi Yesus, wiwitane kaanggep ora bener. Para sekabat angel percaya marang pawarta yen Gusti Yesus wungu. Mulane, nalika Gusti Yesus ngatingal lan paring berkah, para sekabat malah kaget lan keweden, karana ngira yen iku memedi. Sakjane wis cetha, yen mung Gusti Yesus sing bisa paring berkah tentrem rahayu, lha kok malah dikira memedi? Ya, iku mau kabeh amarga wiwitane mung krungu, terus ndeleng. Nanging, iku mau kabeh isih durung cukup, mulane Gusti Yesus enggal paring keyakinan marang para sekabat kang kaget lan ora percaya iku kanthi ngutus para sekabat nyekel lan ngrayangi Panjenengane.

Pangarepane, kanthi para sekadat ndeleng lan ngrayangi dhewe asta lan sukune kang ana tilas paku nalika kasalib nganti seda, para sekabat bakal tenanan percaya yen iku Gusti kang gesang, dudu memedi.

Pancen bener iku Gusti Yesus kang wungu lan gesang maneh, mulane atine para sekabar ora perlu sedih maneh, apamaneh wedi.

Apa kang banjur kedadeyan sakwise para sekabat ngerti yen iku Gusti Yesus kang wis wungu? Mesthi dadi ngerti lan paham, wis ora wedi maneh nanging dadi wani lan bungah, ora sedhih maneh.

Kepriye perasaan kanca-kanca dina iki? Apa lagi seneng utawa sedhih? Sing dina ini sedhih, ayo kita bebungah karana Gusti Yesus wis wungu lan mberkahi kita. Sing dina iki wis seneng amarga Gusti Yesus wis wungu lan paring tentrem rahayu, ayo mesem lan andum eseman neng kanca-kancane. Ya, Yesus wungu lan gesang!

Minangka putra kangungane Gusti kang binerkahan, kanca-kanca kabeh iki ora mung isa mbedakake barang kang alus lan kasar wae, nanging kanca-kanca kabeh mesthine yo isa mbedakake tumindak apa kang kalebu alus lan kasar. Dadi, ayo pada rembugan lan jagongan bebarengan.

Aktivitas
Bahasa Indonesia
Pamong mengajak anak-anak Pratama berbagi dan diskusi tentang tindakan yang halus dan kasar, lalu pamong menuliskannya pada papan / kertas seperti pada lampiran.

Basa Jawa
Pamong ngajak para bocah pratama rembugan bab tumindak apa kalebu alus lan kasar, banjur pamong nulis ing papan / kertas kang ana ing lampiran.

Tindakan Halus Tindakan Kasar
1. … 1. …
2. … 2. …
3. … 3. …
dst dst

 


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menjelaskan kisah Yesus menampakkan diri dan memberkati murid-muridNya.
  2. Anak dapat menunjukkan dampak berkat Yesus kepada para murid dan semua orang.
  3. Anak dapat menjadi alat untuk memberitakan berkat keselamatan kepada semua orang.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan benda-benda yang ada di ruangan, lembar aktivitas:

Benda Halus Benda Kasar
1. … 1. …
2. … 2. …
3. … 3. …
dst dst

Pendahuluan
Bahasa Indonesia
Teman-teman, coba perhatikan sekelilingmu. Kemudian isilah kertas yang dibagikan (form 1) dengan apa yang kalian ketahui. Benda-benda apa sajakah yang mempunyai permukaan kasar? Dan benda apa sajakah di sekitarmu yang mempunyai permukaan halus? (Ajak anak-anak berdiskusi tentang jawaban mereka. Untuk lebih meyakinkan jawaban mereja, ajak anak-anak untuk memegang dan meraba benda tersebut)

(Pamong mengambil salah satu benda yang permukaannya kasar lalu bertanya pada anak-anak) Jika ada yang mengatakan benda ini (misalnya bata / batang kayu kasar) halus, menurut kalian benar atau salah? Mengapa?

(Selanjutnya pamong mengambil salah satu benda yang permukaannya halus lalu bertanya pada anak-anak) Apakah kalian percaya jika ada yang mengatakan bahwa benda ini (misalnya kertas / spidol) halus? Pasti percaya ya, karena kalian juga sudah memegang dan melihatnya langsung.

Basa Jawa
Kanca-kanca, coba gatekna kiwa tengenmu. Coba dideleng, terus dicekel barang-barang iku mau. Barang apa wae kang kerasa kasar? Lan barang apa wae kang kerasa alus? Tulisna neng kertas kang wis kaedum.

(Pamong njupuk barang kang kasar banjur takon) Yen ana sing ngomong yen barang iki (contone bata / pang kayu kasar) alus, miturut sampeyan kabeh bener utawa salah? Apa alasane?

(Pamong banjur njupuk barang kang aalus lan takon) Apa sampeyan percaya yen ana sing ngomong yen barang iki (contone kertas / spidol) alus? Mesthi percaya ya, amarga sampeyan kabeh wis ndeleng, nyekel lan ngrayangi dhewe.

Inti Penyampaian
Bahasa Indonesia
Teman-teman, sesuatu jika belum dilihat langsung, seringkali sulit dipercaya atau dianggap benar. Lebih baik lagi jika sesuatu itu tidak hanya dilihat, tapi dapat dipegang dan juga diraba. Benar-benar bisa dirasakan oleh indera kita.

Berita kebangkitan Yesus awalnya juga dianggap tidak benar. Para murid sulit dipercaya pada berita bahwa Yesus hidup. Sampai-sampai ketika Yesus menampakkan diri-Nya dan memberkati para murid, mereka yang melihat-Nya terkejut dan takut karena mengira itu adalah hantu. Bukankah hanya Yesus yang bisa memberikan berkat damai sejahtera, kok malah dibilang hantu? Ya, itu semua karena awalnya mereka hanya mendengar, kemudian mereka melihat. Tapi, itu semua belum cukup, Maka, Yesus segera meyakinkan para murid yang kaget dan tidak percaya itu dengan menyuruh murid-murid-Nya untuk memegang dan meraba tubuh-Nya.  

Dengan para murid itu melihat sendiri dan meraba tangan serta kaki Yesus yang terpaku di salib yang membuat-Nya mati, diharapkan mereka akan sungguh-sungguh percaya bahwa yang mereka jumpai itu adalah Tuhan yang hidup dan bukan hantu. Sungguh benar Yesus sudah bangkit dan hidup kembali, sehingga mereka tidak perlu bersedih hati apalagi takut.

Apa yang terjadi setelah mereka tahu bahwa itu adalah Yesus yang sudah hidup kembali. Yang pasti, mereka menjadi tahu dan paham sehingga tidak lagi takut namun berganti menjadi berani dan bahagia, tidak lagi sedih.

Bagaimana perasaan teman-teman hari ini? Apakah teman-teman hari ini senang? Yang hari ini sedih, ayo kita bergembira karena Yesus sudah bangkit dan memberkati kita. Yang sudah senang, ayo berbagi senyum dengan teman-temannya karena Yesus yang bangkit memberikan kita damai sejahtera. Ya, Yesus bangkit dan hidup!

Teman-teman, kebaikan apa yang kira-kira bisa kita lakukan sebagai anak yang berbahagia karena sudah diberi damai sejahtera oleh Tuhan? Ajak anak-anak berbagi. Kumpulkan jawaban mereka dan ajak mereka menjadi berkat dengan berkomitmen untuk melakukan 7 hari kebaikan.

Basa Jawa
Kanca-kanca, yen wong durung ndeleng sacara langsung, utawa nyekel lan ngrayangi dhewe, biasane wong iku bakal angel percaya. Nanging, nalika ana barang kang wis karasakake kabeh dening indera kita, kayata mripat, kuping, tangan / kulit, wong bakal luwih percaya.

Warta bab wungune Gusi Yesus, wiwitane kaanggep ora bener. Para sekabat angel percaya marang pawarta yen Gusti Yesus wungu. Mulane, nalika Gusti Yesus ngatingal lan paring berkah, para sekabat malah kaget lan keweden, karana ngira yen iku memedi. Sakjane wis cetha, yen mung Gusti Yesus sing bisa paring berkah tentrem rahayu, lha kok malah dikira memedi? Ya, iku mau kabeh amarga wiwitane mung krungu, terus ndeleng. Nanging, iku mau kabeh isih durung cukup, mulane Gusti Yesus enggal paring keyakinan marang para sekabat kang kaget lan ora percaya iku kanthi ngutus para sekabat nyekel lan ngrayangi Panjenengane.

Pangarepane, kanthi para sekadat ndeleng lan ngrayangi dhewe asta lan sukune kang ana tilas paku nalika kasalib nganti seda, para sekabat bakal tenanan percaya yen iku Gusti kang gesang, dudu memedi. Pancen bener iku Gusti Yesus kang wungu lan gesang maneh, mulane atine para sekabar ora perlu sedih maneh, apamaneh wedi.

Apa kang banjur kedadeyan sakwise para sekabat ngerti yen iku Gusti Yesus kang wis wungu? Mesthi dadi ngerti lan paham, wis ora wedi maneh nanging dadi wani lan bungah, ora sedhih maneh.

Kepriye perasaan kanca-kanca dina iki? Apa lagi seneng utawa sedhih? Sing dina ini sedhih, ayo kita bebungah karana Gusti Yesus wis wungu lan mberkahi kita. Sing dina iki wis seneng amarga Gusti Yesus wis wungu lan paring tentrem rahayu, ayo mesem lan andum eseman neng kanca-kancane. Ya, Yesus wungu lan gesang!

Kanca-kanca, bab apik lan becik apa sing bisa katindakake dening wong sing seneng utawa bungah amarga wis diparingi tentrem rahayu dening Gusti? Pamong ngajak bocah-bocah rembugan. Jawaban diklumpukna banjur bocah-bocah kaajak dadi talanging berkah kanthi komitmen nglakoni tumindak becik suwene seminggu / 7 dina.

Aktivitas
Bahasa Indonesia
Menuliskan komitmen 7 hari 7 kebaikan yang akan dilakukan oleh anak-anak. (terlampir) Ajak anak-anak menempelkan pada tempat yang sering mereka lihat.

Basa Jawa
Nulis komitmen 7 dina 7 bab becik kang bakal dilakoni bocah-bocah terlampir). Yen rampung, digawa bali lan ditempel neng panggonan kang asring dideleng.

7 Hari Kebaikan

Hari ke:

 

 

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak