Becoming a Peacemaker Tuntunan Ibadah Remaja 24 April 2022

11 April 2022

Tahun Gerejawi: Paskah 2
Tema: Berkat Keselamatan – Kuasa Kebangkitan

Bacaan Alkitab: Lukas 23:26-49
Ayat Hafalan: “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk.” (Yakobus 3:9-10A).

Lagu Tema: Kumenang Bersama Yesus Tuhan

Tujuan:

  1. Remaja dapat menjelaskan kisah Yesus menampakkan diri dan memberkati murid-muridNya.
  2. Remaja dapat menunjukkan dampak berkat Yesus kepada para murid dan semua orang.
  3. Remaja dapat menjadi alat untuk memberitakan berkat keselamatan kepada semua orang.

Penjelasan Teks:
Yesus menampakkan diri kepada para murid, namun masih saja yang menyangkal bahwa yang dilihat para murid adalah hantu. Yesus tetap menunjukkan dirinya sambil memperlihatkan tangan dan kaki-Nya. Yesus juga memakan ikan goreng yang berada di depan para murid. Hal ini sekaligus ingin membutikkan bahwa yang dilihat oleh para murid bukanlah hantu melainkan Yesus. Injil Lukas juga ingin menampilkan bahwa tubuh Yesus yang mengalami kematian bukanlah sosok roh tanpa tubuh, karena roh pastilah tidak bisa memakan ikan goreng. Setelah peristiwa Yesus memakan ikan goreng, Yesus membukakan pikiran para murid sehingga para murid mengerti akan Kitab Suci. Yesus menjelaskan akan peristiwa kebangkitan, bahkan kematian dan penderitaan.

Seorang Mesias dalam diri Yesus harus menggenapi apa yang tertulis dalam Alkitab dan tidak hanya itu, Yesus juga menjalankan tugas dari Sang Bapa. Yesus juga menyampaikan akan tugas yang harus diemban oleh para murid untuk menyampaikannya kepada segala bangsa dimulai dari Yerusalem. Yesus juga berpesan kepada para murid untuk tetap bersatu, sambil menunggu untuk diperlengkapi dengan kuasa dari Sang Bapa.

Kabar kebangkitan Tuhan Yesus harus disebarkan kepada semua bangsa. Makna kebangkitan Tuhan harus dimaknai dengan makna kesaksian, mengabarkan kepada yang lain. Hal ini berarti kuasa kebangkitan harus disertai dengan tugas dan tanggung jawab seorang beriman untuk mengabarkan kabar sukacita. Namun untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab bersaksi harus juga diperlengkapi oleh kuasa Sang Bapa. Perlengkapan yang dijanjikan Sang Bapa justru akan melengkapi tugas dan tanggung jawab mengabarkan kepada seluruh bangsa. Oleh karena itu, kuasa kebangkitan dimulai dari diri menjadi saksi dan pewarta bukan untuk diri sendiri melainkan untuk kemuliaan Sang Bapa.

Pendahuluan

  1. Remaja diajak bermain Game “Drama Komedi Longgar”
    1. Ini adalah aktivitas yang menyenangkan yang sering membawa tawa. Selain itu juga memberi kesempatan besar bagi remaja untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing anggota tim dan memanfaatkannya untuk keselamatan tim.
    2. Mulailah permainan dengan membagi remaja menjadi tim yang masing-masing terdiri dari empat atau lima peserta.
    3. Berikan tas berisi tiga hingga empat item peralatan rumah tangga kepada setiap tim.
    4. Setiap tim sekarang melakukan sandiwara menggunakan item sebagai alat peraga. Tim yang menggunakan item paling efektif memenangkan permainan.
    5. Merekam sandiwara yang dilakukan masing-masing tim akan menjadi ide yang baik karena remaja dapat menontonnya dan menghargai kenangan.
    6. Setelah menyelesesaikan permainan, remaja diajak untuk merefleksikan bahwa keberhasilan setiap tim yakni kesuksesan tim dalam menyusun dan melakukan drama sangat dipengaruhi oleh kemauan setiap anggota untuk terlibat didalamnya. Setiap orang bertanggungjawab demi keselamatan tim/kesusksesan tim. Apa yang perlu dilakukan oleh setiap anggota, demi keberhasilan drama ini?
  2. Membaca Lukas 24: 36-49!

Cerita Bahasa Indonesia
Sahabat remaja terkasih,
Para murid sedang mengalami krisis setelah kematian Yesus. Ada lubang besar kekecewaan yang mereka rasakan. Kebersamaan mereka dengan Yesus sebelum peristiwa kesengsaraan dan berakhir pada kematian-Nya membuat harapan mereka hancur. Harapan akan kembalinya kejayaan Israel seperti dahulu dengan Yesus sebagai Raja serta penyelamat menjadi runtuh bersamaan dengan peristiwa kesengsaraan, dan runtuh total bersama kematian Yesus. Mengapa manusia merasakan kecewa? Pada dasarnya kekecewaan terjadi justru karena manusia memiliki harapan-harapan. Kenyataan yang tidak terjadi sesuai harapan akan mendatangkan rasa kecewa. Manifestasi kegagalan atas harapan-harapan wujudnya macam-macam, diantaranya adalah perasaan takut, cemas/gelisah, putus asa, kuatir, ragu-ragu akan masa yang akan datang. Demikian juga yang dialami oleh para murid. Hatinya diliputi keraguan serta kegelisahan akan hari esok. Mungkinkah mereka melanjutkan pekerjaan pelayanan tanpa Yesus Sang Guru.

Begitu dalam serta kuat, para murid merasakan kegelisahan dan ketakutan itu, hingga mengaburkan pandangan batinnya akan kehadiran Yesus yang nyata-nyata bersama dengan mereka dalam sebuah ruangan. Sebuah kewajaran jika manusia merasakan kekecewaan, kegelisahan dan sebagainya sebab pada dasarnya manusia diciptakan memiliki rasa. Tetapi tidak wajar jika kemudian perasaan-perasaan negatif itu menguasai begitu kuat kehidupan manusia, dalam jangka waktu yang lama, terus-menerus hingga mengganggu aktivitas. Nyatanya para murid juga perlu waktu untuk mengalami perasaan-perasaan negatif tersebut, melepaskannya, hingga mereka sadar sedang bersama Yesus yang sudah bangkit. Inilah pengalaman para murid bersama Yesus yang mati dan bangkit. Sebuah pengalaman manusiawi, yang tidak bisa ditolak, hanya bisa dihargai dan tidak bisa dicaci. Pengalaman mereka semakin lengkap, karena ternyata peristiwa kebangkitan serta penampakan diri Yesus memulihkan bahkan memberi kekuatan baru di tengah ketakutan, kegelisahan, serta kerapuhan para murid. Peristiwa kebangkitan ini nyatanya menjadi berkat bagi para murid, memberi semangat baru untuk terus melanjutkan pekerjaan pelayanan Yesus di dunia.

Carita – Basa Jawa
Kanca remaja kinasih,
Para sakabat ngalami krisi sawise sedane Gusti Yesus. Ana kuciwa gedhe sing dirasake. Urip bareng karo Yesus sadurunge prastawa kasangsaran nganthi tumeka sedane ndadekake pangarep-arepe muspra. Pangarep-arep bab kadigdayan Israel dikaya jaman kepungkur, dene Yesus jumeneng minangka Raja ugi Juru Selamet dadi runtuh, bebarengan karo prastawa sedane Yesus. Ngapa manungsa ngrasakake kuciwa? Kuciwa iso kadadean amarga manungsa duweni pangarep-arep. Kasunyatan sing ora cocok karo pangarep-arep murugake rasa kuciwa. Wujuding rasa amarga kegagalan iku ana maneka warna: rasa wedi, kuatir, was sumelang bab dina ngarep. Kaya mangkana uga sing dirasakake para sakabat. Atine kebak rasa kuatir was sumelang bab dina sesuk. Apa ya iso nerusake gaweyan pelayanan tanpa Yesus Sang Guru?

Kanca remaja kinasih,
Jero lan kuat, anggen para sakabat ngrasakake was sumelang, nganthi kabur pandeleng bathine tumrap rawuhe Gusti Yesus kang nyata-nyata ana ing satengahing para sakabat, ing salah sawijining ruangan. Jane lumrah yen manungsa ngrasakke kuciwa, amarga manungsa katitahake duweni rasa. Nanging dadi ora lumrah yen rasa-rasa negatif dadi ngwasani kanthi kuat sakabehing ing gesang manungsa, ing wektu kang suwe lan terus-terusan nganthi tumeka ngganggu aktivitas. Nyatane para sakabat uga perlu wektu kangge ngalami perasaan-perasaan negatif kui, mbuwang, nganthi tumeka sadar yen jane lagi nunggil Gusti Yesus sing wis wungu. Iki wujuding pengalaman para sakabat nunggil karo Gusti Yesus kang seda lan wungu. Wujuding pengalaman kamanungsan, sing ora iso diselaki, mung iso diajeni lan ora perlu di evaluasi (apa meneh dipaido). Pengalaman para sakabat iki sansaya jangkep, amarga kanyatan prastawa wungu lan Gusti Yesus ngatingal nganyarno lan malahan menehi kakiyatan anyar ing satengahing rasa wedi, was sumelang sarta karingkihan para sakabat. Prastawa wungune Gusti Yesus iki kanyata berkah kangge para sakabat, menehi semangat anyar kanggo nerusake peladosane Gusti Yesus ing sajroning donya.

Aktifitas
Remaja diberi tugas pribadi:

  1. Membuat/menyusun sebuah quote positif yang isinya memberi semangat orang lain.
  2. Memposting quote yang dibuat di media sosial masing-masing.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak